Warn! 🔞
This chapter contains a lot of mature contents.
: ────────── :
Entah siapa yang memulai, bibir mereka kini sudah berpagutan kembali. Ritme ciuman mereka bahkan terlihat cepat dan kasar. Rasa wine yang tertinggal di rongga mulut masing-masing masih bisa mereka rasakan, benar-benar membuat mereka candu untuk kembali saling memagut bibir pasangan mereka masing-masing.
Seulgi sudah kembali berada di pangkuan Sehun. Bibir mereka kini saling melumat kasar. Rok yang dikenakan Seulgi pun sudah terangkat penuh, menampilkan paha nya yang putih mulus menggoda Sehun.
Seulgi bergerak kecil, membuat daerah intim mereka kini saling bergesekan. Mereka sama-sama melenguh nikmat. Merasa nyaman, Seulgi kembali menggerakan pinggulnya maju mundur di atas paha Sehun.
Melepaskan ciuman mereka, Seulgi dan Sehun mengerang keras.
“Sshhh.. Sehun-ah!”
Sehun kembali melumat kasar bibir Seulgi. Sembari membawa Seulgi kedalam kamar tidurnya, menggendong Seulgi tanpa melepas pagutan bibir mereka.
Ciuman mereka semakin panas, lidah mereka pun saling membelit tak mau kalah. Rok Seulgi yang terangkat sepenuhnya karena posisi Seulgi yang mengangkang di gendong oleh Sehun itu membuat Sehun bisa merasakan bagaimana lembab nya kini area kewanitaan milik Seulgi.
Tak kuat. Sehun mendesak Seulgi ke dinding terdekatnya. Kembali melumat bibir Seulgi dengan rakus. Seulgi membalas tak mau kalah, bahkan kini tangannya mulai membuka kancing kemeja yang Sehun kenakan. Untung saja Sehun sudah membuka jas nya tadi saat masuk membuat Seulgi tak perlu bersusah payah membuka jas Sehun.
Setelah semua kancing terbuka, Seulgi segera membuka kemeja itu walau harus tersangkut di lengan Sehun karena masih menggendong Seulgi.
Dibawa Seulgi memasuki kamar tidurnya, di baringkan dengan lembut di kasur, mereka masih berpagutan dengan Sehun yang menindih Seulgi. Melepas ciuman mereka, Sehun bangkit dan melepas keseluruhan kemeja nya. Ia juga mulai melepas kancing-kancing kemeja Seulgi dan melepaskannya, melempar tak tentu arah, memperlihatkan bagaimana tubuh atas Seulgi yang kini hanya terbalut bra hitam yang sangat kontras dengan kulit putihnya.
Kembali mencium Seulgi, kini Sehun memulai ciuman dari rahang menuju leher. Bermain di leher Seulgi lama, Sehun menjilat dan menyesap leher itu dengan kasar sehingga meninggalkan jejak kemerahan. Tak lupa bermain ke area bawah cuping telinga Seulgi, tempat paling sensitif untuk wanita itu. Menjilatnya sensual membuat Seulgi mendesah kencang.
Kini tangan Sehun menuju punggung Seulgi, membuka pengait bra itu dan segera melemparnya ke lantai. Sehun segara membawa sebelah tangannya meremas payudara kanan Seulgi pelan. Sehun juga kini mulai menyisir payudara kiri Seulgi dengan lidahnya tak lupa ia juga menjilat puncak payudara kemerahan Seulgi yang sudah menegang. Hanya ada desahan kencang milik Seulgi dan suara kecipak dari lidah Sehun saat memainkan puncak payudara itu.
Lidah Sehun kini turun menuju perut ramping Seulgi. Mengecup kecil perut itu sembari menjilat pusarnya. Ah, betapa Sehun merindukan kegiatan ini.
Menatap Seulgi dari bawah, Sehun bisa melihat Seulgi sedang memejamkan matanya karena merasakan nikmat.
Kembali naik ke atas, ke hadapan wajah Seulgi. Sehun kembali mencium Seulgi. Di mulai dari kening, mata, hidung, pipi dan kemudian bibir merah Seulgi. Bahkan ia tak lupa untuk mengecup dagu dan menjilat rahang Seulgi.
KAMU SEDANG MEMBACA
INTERPRET [✔]
ChickLitɪɴ·ᴛᴇʀ·ᴘʀᴇᴛ /inˈtərprət/ ╰➤ Kang Seulgi memang ahli menerjemahkan bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Tetapi Oh Sehun, tak pernah bisa mengerti apa maksud semua bahasa yang Seulgi sampaikan di hari terakhir hubungan mereka. ──────────────────── 『...
![INTERPRET [✔]](https://img.wattpad.com/cover/233480827-64-k834090.jpg)