Karma's brother

576 60 7
                                        

//Aku ga hiat deng, sebenernya di note aku udah bikin lanjutannya. Lalu di chapter ini ada sedikit kejutan buat yang minat story ku <3

Happy Reading~
__________________

Jam pelajaran bahasa Jepang.

(Yn) memutar-mutar bolpoin miliknya karena perasaan bosan terhadap pelajaran ini, dan,

"A-..." jatuh.

"Karma. Ne Karma..." Tidak ada sahutan. Mungkin dia tidak mendengarnya.

"Chotto Karma!" Suara (Yn) sedikit dikeraskan, tapi...

"(Yn)-san tolong perhatikan" Koro-sensei menegur.

"A- Sumimasen"

'ahh~ kuambil ketika jam istirahat saja' (Yn) memilih untuk diam saja dan menggunakan bolpoin lain.

(Yn) melirik ke arah Karma. Karma diam tak bergeming sedari tadi, 'Apa dia kurang sehat? Atau sedang dalam masalah?'

______________

Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba (=) Jam istirahat

"Oi Karma"

"..."

"Nee kitte?... Um neteru (tidur)? Maa... Aku ambil sendiri saja" (Yn) memasukkan tangannya ke bawah kursi Karma.

(Yn) hendak pergi dan tidak memedulikannya tapi akhirnya kembali lagi karena heran.

(Yn) berjongkok di samping meja Karma.
"Oii... A-ka-ba-ne Ka-ru-ma Ku-n~" jari (Yn) menekan-nekan pipi Karma.

"Hmm..."

"Nani yo" jawabnya

"A! Bangun juga" jawab (yn) dengan datarnya lalu berdiri

"Cepat katakan, kalau tidak penting tidak usah" masih dalam posisi tidurnya. (Kebayang kan ya kek mana tidurnya)

"Emm memang tidak penting sih tapi..."

"Kalau begitu biarkan aku tidur"

"Um, apa terjadi sesuatu? Kau tidak enak badan?" Ucap (Yn) dengan khawatir kali ini

"Kenapa?" Karma menampakkan wajahnya.

"Tidak, hanya... Sedikit mengkhawatirkanmu"

"Jangan dipikirkan, aku baik-baik saja"

"Sou? Um- Mau makan bersama?"

Karma memposisikan dirinya duduk kali ini.

"Sebenarnya sudah lama aku terpikirkan hal ini. (Yn) tte saa... Kenapa selalu mengkhawatirkan ku?"

Pertanyaan itu mengagetkan (yn).

Beberapa detik, (yn) tersenyum lembut pada Karma.
"...sebagai terima kasih"

Hati Karma tergerak ketika (yn) memberikannya senyuman tulus, berbeda dengan senyuman yang biasa (yn) perlihatkan.

"Hah? Memangnya apa yang sudah kulakukan?"

(Yn) berjalan ke dekat jendela luar.

"Ore wa nee... Sejak kecil selalu serius, setiap aku membuat candaan kepada orang tuaku mereka tidak pernah tertawa, itu membuatku selalu berpikir, aku memang tidak pantas melawak ya...? Sejak aku selalu terfikirkan hal itu tanpa sadar, aku memang tidak bisa bercanda lagi. Teman-temanku satu persatu meninggalkanku karena aku yang tidak menyenangkan. Dan berakhir menjadi anak yang kesepian..."

Our Attention Is [Only] For You - All x KarmaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang