Entah mengapa Chen merasa familiar dengan jalan yang mereka lalui. Chen tidak tau pasti tujuan tepatnya dimana, mobil yang ia tumpangi hanya mengikuti mobil depan dimana SKY berada. Disebelahnya ada Kyungsoo yang masih tertidur pulas.
"Hyung, aku butuh pendapatmu" ucap Chen pelan pada sang sopir. Mereka sudah cukup dekat meski terkadang masih canggung, itulah mengapa Chen memanggilnya hyung.
"Tentang apa?" Tanya Sopir
"Menurutmu haruskah kita menambah staff untuk Kyungsoo?" Tanya Chen
"Staff? Kau keteteran kerja sendiri?" Tanya sang sopir
"Tidak, bukan itu maksudku. Kyungsoo tidak terlalu sulit untuk diurus" jawab Chen
"Lalu?"
"Bodyguard misalnya? Bagaimana? Fans Kyungsoo semakin banyak, ditambah jika berita collab nanti muncul ku pastikan akan banyak lagi. Aku hanya takut kalau ada antis nanti" ucap Chen
"Benar. Aku juga berpikir begitu. Kita lanjutkan nanti saja. Kyungsoo bisa terbangun nanti" ucap sang sopir mengakhiri
Mobil mereka berhenti di sebuah restoran yang terlihat klasik. Warna-warni lampu LED nampak menghiasi. Restorannya cukup besar, dan beruntung tidak terlalu ramai karena memang sudah hampir tengah malam.
"Aku tau restoran ini" gumam Chen saat mereka turun dari mobil
"Huh?! Oppa pernah kesini?" Tanya Kyungsoo
"Yah, begitulah. Kajja, mereka sudah menunggu" ajak Chen
Rombongan itu memilih tempat di lantai dua. Dari sana mereka bisa melihat gemerlap lampu kelap-kelip kota. Mereka duduk di beberapa meja yang dibuat memanjang. Setelah memesan, mereka harus menunggu sebentar.
"Aku pergi sebentar" pamit Chen pada Kyungsoo
"Chen hyung mau kemana?" Tanya Sehun entah pada siapa. Pasalnya yang dimaksud sudah pergi sedari tadi tapi dia baru melontarkan tanya. Sehun menatap sekeliling. Begitu tidak ada yang merespon dia pun mendengus kesal. Tak lama, Chen kembali dengan seorang perempuan di sebelahnya
"Halo semua. Perkenalkan ini pacarku, namanya Kim Minseok. Dia biasa dipanggil Xiumin. Dia pemilik restoran ini. Aku tidak tau kalau yang Kai maksud disini" ucap Chen memperkenalkan wanita disebelahnya dengan senyum manis diwajahnya.
"Annyeonghaseyo" sapa Xiumin sopan
Teriakan heboh bermunculan. Godaan mereka luncurkan ke Chen. Hanya satu yang diam. Siapa lagi? Kyungsoo tentu saja. Kyungsoo hanya menatap datar, lalu saat tak sengaja obsidiannya bertemu dengan Xiumin, Kyungsoo hanya menyunggingkan senyum kecil.
"Tak apakan jika aku mengajaknya bergabung?" Tanya Chen meminta izin
"Eeiii. Tentu saja" jawab manager SKY
"Halo" ucap Xiumin menyapa Kyungsoo. Xiumin diminta untuk duduk disebelah Kyungsoo. Kyungsoo satu-satunya wanita disana jadi mereka pikir itu mungkin tidak akan canggung
"Halo. Boleh aku memanggilmu eonni?" Ucap Kyungsoo canggung
"Tentu" ucap Xiumin sambil tersenyum
Acara makan berlangsung lancar. Sesekali mereka mengobrol random. Dari sekian banyak interaksi, yang paling memikat adalah interaksi antara Kyungsoo dan Xiumin.
"Mau dagingnya lagi?" Tanya Xiumin penuh perhatian
"Hu'um" ucap Kyungsoo mengangguk lucu
"Aku baru tau kalau kau bisa semanja itu Kyungsoo" celetuk Chen
"Memangnya hanya oppa saja. Aku juga bisa bermanja-manja dengan Xiu eonni" ucap Kyungsoo
"Apa maksudmu? Kapan aku manja" ucap Chen mengelak
"Eeeiii. Lalu yang tiap malam merengek-rengek dinyanyikan lagu pengantar tidur itu siapa?" Tanya Kyungsoo mengejek
"Yak?! Kau menguping eoh?!" Teriak Chen nyaring
Plak~
"Bicara pelan-pelan, tidak perlu berteriak. Aduh, telingaku bisa dungu kalau begini" keluh Xiumin
"Kenapa kau memukulku. Aku juga mau dagingnya" ucap Chen melas
"Dasar bebek goreng. Tidak mengaca" gumam Kyungsoo pelan
Sementara tiga orang tadi berdebat, yang lainnya justru menikmati. Merasa melihat adegan drama secara langsung. Dimana sepasang kekasih yang cemburu pada adik kekasihnya. Beehhh.
.
.
Mobil yang dinaiki Kyungsoo memasuki basemen salah satu apartemen. Kyungsoo lantas turun dari mobil begitu mobilnya sudah terpakir rapi. Diikuti Chen dan Xiumin. Sedangkan sang sopir bergerak menuju mobil lain dan menaikinya. Sang sopir memang tinggal di tempat yang berbeda jadi dia memutuskan untuk segera pulang.
Chen dan Kyungsoo tidak tinggal di kamar yang sama tentunya. Mereka bersebelahan. Kyungsoo baru pindahan belum lama ini, terlalu beresiko jika tinggal di kediaman pribadi apalagi seorang diri. Setidaknya di apartemen itu memiliki penjagaan yabg cukup ketat. Bukan hanya Kyungsoo, disana juga tinggal beberapa artis naungan SM. Kyungsoo yang memaksa Chen untuk tinggal disana, alasannya untuk mempermudah pekerjaan. Tentang Xiumin, tadi dia menyetujui ajakan Kyungsoo untuk menemaninya.
"Ayolah eonni. Malam ini saja. Kasihanilah aku yang kesepian ini" ucap Kyungsoo melas
"Segera istirahat ya. Besok jadwalmu padat. Jika ada apa-apa hubungi aku" ucap Chen pada Kyungsoo begitu mereka sudah sampai di depan kamar Kyungsoo
"Tidak mau. Kan ada Xiu eonni disini" ucap Kyungsoo ketus
"Hah, aku dilupakan. Baiklah. Sana masuk" ucap Chen
Kyungsoo menurut. Dia benar-benar lelah hari itu. Ingin segera mandi lalu tidur. Bermimpi indah sebelum besok kembali bekerja lagi.
"Terimakasih sudah mau menemaninya. Dia benar-benar kesepian selama ini. Aku tidak mungkin menemaninya terus bukan? Bisa-bisanya ada skandal nanti. Masuklah. Mandi lalu istirahat. Sampai bertemu di mimpi ya. Selamat malam" ucap Chen manis sambil memegang kedua tangan Xiumin
"Tidak masalah. Aku justru senang. Rasanya seperti aku punya adik kandung. Heum, selamat malam. Sampai bertemu dimimpi" ucap Xiumin
Xiumin melepas pegangan tangannya. Lalu menubruk pelan tubuh Chen. Memeluknya erat karena mereka juga sudah lama tidak berjumpa. Cukup lama mereka berpelukan, menyalurkan kehangatan dan kerinduan. Sebelum sebuah suara menyebalkan mengaburkan romantisa mereka.
"Jangan berpelukan terus! Kasihanilah yang jomblo disini!" Teriak Kyungsoo dari dalam
"Ish?! Bocah ini semakin lama semakin menyebalkan. Apanya yang dingin, yang ada panas seperti kompor" gerutu Chen
"Sudahlah. Sana ke kamarmu. Aku akan masuk. Selamat malam" ucap Xiumin mengakhiri
.
.
Keesokan harinya. Di pagi yang masih sepi, dengan semburat cahaya matahari. Kyungsoo terbangun karena karena aroma nikmat yang menggugah.
Kyungsoo bangun lalu menuju wastafel untuk mencuci muka. Setelah selesai dan mengeringkan wajahnya, Kyungsoo mengambil kacamata dan ponselnya di nakas. Memakai kacamata sembari berjalan. Rambutnya dia ikat asal.
"Kau sudah bangun?"
Suara seseorang menginterupsi segera setelah Kyungsoo keluar dari kamarnya. Kyungsoo yang belum siap pun terlonjak kaget.
"Ouh, jantungku" gumam Kyungsoo sambil mengelus dada
Penasaran dengan suara asing yang menyapa, Kyungsoo segera mengalihkan perhatian. Mencari sumber asal suara yang sedikit asing baginya.
"YAK?!"
To be continued
Mian typo bertebaran
Jangan lupa tinggalkan jejak
Annyeong!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Partner
FanfictionBerawal dari partner.... Kyungsoo gs ya... Cus deh baca aja langsung. Sesuai kayaknya udah ketebak deh :) Happy reading!! Jangan lupa vomentnya :) Update seminggu sekali :) Tp gk menentu harinya apa ya hehehe ;) #63 exoff => 24 September 2020
