136.

25 5 0
                                    

MEMAKSAKAN DIRI UNTUK BERAMAL

Imam Ibnu al-Jauzi menuturkan

Aku kadang aneh kepada orang yang berpura-pura
zuhud di hadapan manusia. Setelah itu, dia berharap bisa dekat dengan hati mereka. Rupanya dia lupa bahwa hati mereka berada dalam genggaman Zat yang menjadi tujuan amal.

jika dia menyenangi amalnya dan melihatnya
ikhlas, maka hati mereka akan tertuju padanya.
Sebaliknya, jika dia tidak melihatnya ikhlas.
maka hati mereka akan berpaling darinya.

Kapan pun seorang yang beramal melihat tertujunya hati orang lain kepada amalnya, maka sejatinya dia telah berbuat syirik dalam niatnya. Mestinya, cukuplah dia dengan pandangan Zat yang menjadi tujuan amalnya.

Di antara pentingnya ikhlas adalah tidak bermaksud mendapat perhatian hati orang lain kepada amalnya.

Ketahuilah bahwa hati selalu menyaksikan kebaikan pada orang yang baik, meskipun dipersaksikan

Adapun orang yang bermaksud mendapat perhatian makhluk terhadap amalnya, sesungguhnya dia telah membiarkan amalnya berlalu sia-sia. Sebab, pada hakikatnya, amal itu tidak diterima, baik di depan Sang Khalik maupun di depan makhluk.

Hendaknya seorang hamba merasa takut kepada Allah. Tujulah Zat yang dapat memberikan manfaat atas tujuannya

https://Instagram.com/pecinta.tarim

t.me/pecintatarim

𝐁𝐚𝐢𝐭 𝐒𝐲𝐚𝐫𝐢𝐟𝐚𝐡 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang