Hujan dan Sang Pembawa Cerita

12 1 0
                                    

Hujan kali ini berbeda
seperti ada amukan yang dibawanya
kurasa dia tau apa yang akan terjadi dengan rasa
dan lagi-lagi dirinya terbawa suasana

Hujan juga ikut terluka, sepertinya...
melihat sang pembawa cerita
dipenuhi dengan lukanya
"sepertinya dia sangat sengsara" kira-kira begitu pikirnya

Hujan ingin sekali memeluk sembari mendengar keluh
atau sekedar datang menghapus peluh
sepertinya dia memang butuh
karena dirinya sekarang bersimpuh

entah menikmati tiap tetes yang jatuh
atau memang karena sudah terlalu rapuh
sampai akhirnya ia jatuh menyeluruh
hingga satu sosok datang merengkuh

Hujan lagi-lagi menjadi saksi
tentang dirinya yang hampir mati
karna terlalu banyak disakiti
atau bahkan sebab ulah sendiri

Hujan mendapat jawaban dari kenapa
ternyata dirinya sudah melepas
dan sekarang berusaha melupa
hingga tenaga nya sangat terkuras

Hujan senang mengetahuinya
karena ia menjadi saksi bisu miliknya
hingga ia putuskan untuk bertahan sedikit lebih lama
mengetahui sang empunya cerita juga masih membutuhkannya

Dibisiki nya kalimat penenang
Dibumbui dengan kata sayang
agar yang mendengar tak lagi berada di ambang
dan nanti bisa tersenyum senang


-ndva.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 17, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Pojok BahasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang