Hujan kali ini berbeda
seperti ada amukan yang dibawanya
kurasa dia tau apa yang akan terjadi dengan rasa
dan lagi-lagi dirinya terbawa suasanaHujan juga ikut terluka, sepertinya...
melihat sang pembawa cerita
dipenuhi dengan lukanya
"sepertinya dia sangat sengsara" kira-kira begitu pikirnyaHujan ingin sekali memeluk sembari mendengar keluh
atau sekedar datang menghapus peluh
sepertinya dia memang butuh
karena dirinya sekarang bersimpuhentah menikmati tiap tetes yang jatuh
atau memang karena sudah terlalu rapuh
sampai akhirnya ia jatuh menyeluruh
hingga satu sosok datang merengkuhHujan lagi-lagi menjadi saksi
tentang dirinya yang hampir mati
karna terlalu banyak disakiti
atau bahkan sebab ulah sendiriHujan mendapat jawaban dari kenapa
ternyata dirinya sudah melepas
dan sekarang berusaha melupa
hingga tenaga nya sangat terkurasHujan senang mengetahuinya
karena ia menjadi saksi bisu miliknya
hingga ia putuskan untuk bertahan sedikit lebih lama
mengetahui sang empunya cerita juga masih membutuhkannyaDibisiki nya kalimat penenang
Dibumbui dengan kata sayang
agar yang mendengar tak lagi berada di ambang
dan nanti bisa tersenyum senang
-ndva.

KAMU SEDANG MEMBACA
Pojok Bahasa
PoetryTenggelam dalam aksara kata bermandikan puisi rasa, selamat datang di dunia kita~