Tiap tetes keringat yang jatuh
Bersama dengan rasa lelah yang merasuki tubuh
Tak sedetikpun kamu patuh
Pada kata menyerah, yang seringkali datang membelenggu
Ayah..
Sadarkah kamu akan kondisimu
Pedulikah kamu akan kesehatanmu
Ataukah aku, yang selama ini membuatmu menderita
Ayah...
Begitu berartikah senyum anakmu ini
Hingga sisa hidup di hari tua rela tuk kau gadai
Meskipun engkau sadar, bahagiamu juga kan terabai
Tiap saat pikirku ialah
Membahagiakanmu di hari kelak
Walau kusadar tak akan pernah dapat kubalas
Kasih sayang yang telah menghidupiku selama ini
Ayah...
Maaf juga jika air mata kan jatuh dari mata ini
Tiap kali teringat
Bilamana habis waktumu
Namun tak sempat ku ungkapkan Betapa besar rasa sayang ku pada dirimu
Surabaya, 14 Nop 2018
-GOLDAY
KAMU SEDANG MEMBACA
Pojok Bahasa
PoetryTenggelam dalam aksara kata bermandikan puisi rasa, selamat datang di dunia kita~
