What Is Love? || 02. Ingin Berjemur

5.4K 482 27
                                        

Menatap pantulan dirinya sendiri, Revika merasa aneh. Tubuhnya sekarang hanya berbalut bikini berwarna hijau tosca yang memiliki sedikit corak. Terasa begitu pas ditubuhnya, seolah memang sudah di desain khusus untuknya.

 Terasa begitu pas ditubuhnya, seolah memang sudah di desain khusus untuknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Tuh kan cocok banget buat kamu!"

Kepala Revika menoleh ke sumber suara. Matanya menatap sosok tunangan Kakaknya yang berdiri diambang pintu kamar mandi. Kenapa pula ia lupa mengunci pintu saat akan berganti tadi? Pakaian, ah ralat, menurutnya lebih tepat disebut dalaman ini adalah pemberian dari Elena. Atau lebih tepatnya Elena memaksa agar ia memakai ini.

Jelas ia menolak. Seumur hidup baru pertama kali ia memakai pakaian seminim ini. Hanya aset berharganya saja yang tertutup. Membuatnya merasa tidak enak. Tangannya pun secara naluriah bergerak menutupi bagian tubuhnya yang sebenarnya ia bingung akan menutupi yang mana.

"Kenapa gitu? Malu? Badan kamu bagus tahu Dek? Kulit kamu juga mulus." komentar Elena sembari melempar senyum.

Memang benar, kulit Revika terlihat begitu mulus. Putih, seperti standar kecantikan di negeri ini. Semua itu berkat pengobatannya di luar negeri. Entah apa yang dilakukan oleh para orang berpakaian serba putih itu hingga bekas-bekas luka ditubuhnya bisa menghilang. Benar-benar mulus seolah tidak pernah terluka.

"Apa nggak pa-pa Vika keluar gini?" tanyanya ragu.

"Nggak pa-pa, ayo!" Elena menarik tangan Revika agar keluar dari kamar mandi.

Di kamar hotel ini Revika tidak tidur sendirian. Dia menempati kamar ini bersama Karina, sepupu yang baru datang sehari setelah hari ulangtahunnya.

"Widih!" Karina berdecak kagum. Gadis yang duduk di tepi ranjang itu menatap Revika kagum. Wajah polos Revika dengan ukuran tubuh yang tidak bisa dikatakan sexy, namun terlihat sexy saat ini. Ah, bagaimana menjelaskannya? Intinya kepolosan wajah Revika dan penampilan gadis itu sekarang menjadi daya tarik tersendiri. Gue yakin bakal ngamuk nanti mereka. Dalam hati ia terkikik geli membayangkan ekspresi para saudara Revika nanti. "Pilihan lo bagus Kak!" pujinya pada Elena.

Karina tidak ikut-ikutan dalam masalah ini. Dia hanya menonton saja saat Elena merayu atau lebih tepatnya memaksa Revika agar menggunakan bikini. Ah, bukan hanya wanita itu, istri dari Regan yang notabenenya adalah ipar Revika juga mendukung Elena tadi. Ikut mengompori Revika agar mau mengenakan bikini. Dia hanya terus menonton sambil menahan tawa. Juga menebak-nebak bagaimana reaksi orang-orang tadi.

"Nih pake." Ia mengulurkan sebuah bathrobe  sama seperti yang di pakainya. Tidak mungkin kan mereka berjalan dari sini sampai pantai hanya mengenakan bikini? Itu terlalu ekstrim, terlebih mereka masih di Indonesia. Jelas hal itu tidak tergolong wajar di negara ini.

Revika sudah seperti boneka saja. Gadis itu hanya bisa pasrah saat Elena memakaikan sun block pada seluruh badannya. Yang ia tahu kegunaan sun block adalah melindungi kulit dari sinar matahari. Sedangkan dua orang ini mengajaknya berjemur, lalu kenapa menggunakan sun block?

What Is Love ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang