Rakha langsung menuju ke alamat rumah sakit yang sudah di beritahu Alvaro. Dengan kecepatan tinggi ia bisa mengendalikan motornya untuk melewati kemacetan.
" Dimana Senja??? " Tanya Rakha yang datang dengan wajah khawatir nya.
" Kalem broo.... Cewek lo udah sadar noh " Sahut Alvaro dengan santai.
" Lah? Bukannya tadi lo bilang Senja kena benturan parah di kepalanya? " Tanya Rakha.
" Ya emang gua yang bilang kayak gitu, tapi kenyataannya gua ngomong kayak gitu biar lo buruan datang ke sini " Jawab Alvaro yang langsung berlari meninggalkan Rakha yang sudah di buat kesal olehnya.
" Sialan emang! Tapi lebih penting Senja " Rakha langsung segera memasuki ruangan inap tersebut.
Krekk.....
" Siapa itu? " Tanya Senja dengan wajah polos nan anggun.
Seulas senyuman yang terukir di bibir Rakha ketika melihat wajah perempuan yang mungkin sudah membuat dunianya lebih nyaman.
" Tebak lah " Ucap Rakha mendekat.
" Rakha? Kamu ngapain ke sini? " Tanya Senja yang tetap polos.
" Mau nguburin lo hidup-hidup " Sahut Rakha dengan senyuman miring nya.
" Kamu berdosa banget sama aku " Ucap Senja yang seolah pasrah. Detik itu juga rasanya Rakha ingin memiliki Senja sepenuhnya.
" Canda hehehehe.... Gimana keadaan lo? " Tanya Rakha yang mengelus pipi Senja yang langsung berwarna merah padam.
" Ba-baik aja kok " Jawab Senja terbata-bata, jantungnya berdegup kencang saat sentuhan dari jemari Rakha menyapu halus pipinya.
" Jangan salting gitu dong " Ejek Rakha.
" E-enak aja! Siapa yang salting " Tegas Senja namun masih saja tak bisa menutupi tingkah laku nya.
" Gua mau nanya sesuatu sama lo, boleh? " Tanya Rakha dengan serius menatap Senja.
" Iya boleh, Rakha " Senja memberikan senyuman bak bidadari yang tak luput dari pandangan Rakha.
" Ketika semua orang yang ada di dunia membenci dan satu-satunya seseorang yang selalu melindungi kita hilang. Apa yang akan lo lakuin terhadap dunia ini? " Tanya Rakha dengan sendu.
Kali ini pertahanan Rakha runtuh, ia tak bisa menahan ini semua sendirian lagi. Ia menundukkan kepalanya karena ia tahu Senja tak bisa melihat sisi rapuhnya saat ini... Tidak, bukan karena hal itu tapi karena saat ini hanya Senja lah tempat ia menunjukkan berapa rapuhnya Rakha saat ini.
" Aku akan tetap tersenyum kepada dunia dan semua orang yang membenci ku...... Karena faktanya aku tahu tidak selamanya dunia ini begitu adil terhadap kita, dan akan selalu ada harapan selanjutnya yang datang dari seseorang yang baru " Ucap Senja dengan percaya diri.
" Andaikan lo adalah seseorang yang akan kasih harapan baru. Apakah pantas gua bisa berharap kalo dunia ini ga sepenuhnya bertingkah tak adil? " Ucap Rakha yang semakin ingin mempertanyakan semua hal.
Namun, tangan lembut menuntun wajahnya ke dalam pelukan hangat gadis itu. Dalam sekali pelukan itu hingga membuat Rakha terlena dengan kenyaman yang selama ini ia rindukan.
" Aku tahu kamu sedang mencurahkan isi hati kamu saat ini...... Jika itu diriku yang akan memberikan dirimu harapan, aku tidak keberatan sama sekali dan akan selalu siap menerima sisi rapuh dirimu. Tapi apakah kamu yakin bisa menaruh harapan kepada wanita buta seperti diriku? " Tanya Senja dengan masih mempertahankan senyumannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLIND LOVE
Teen FictionCerita kali ini berbeda dari yang sebelumnya ya guys✌kali ini pembawaan konfliknya kita bawa santai aja dulu tapi yang pasti tetap dapet feel baper yang sangat kuat dari cerita ini😂 Tarakha Sebastian Michaelis adalah laki-laki yang sangat membenci...
