Taatkala engkau ingin memanggil semula memori yang lalu,
Namun semuanya seolah-olah kabur ,
Ditutupi dengan kabus tebal,
Persoalan terlintas,
Mengapa aku tidak mengingatinya?
Bagaimana cebisan memori indah itu boleh ditutupi dengan kabus tebal?.
Pahit atau manis ,
Memori tetap memori kadang memori pahit itulah yang membuat kita tersenyum sinis,
Sikap kebodohan kita yang dulu yang memalukan,
Memori yang menyimpan luka lama,
Tapi pada saat yang sama kagum akan ketabahan dan kekuatan yang kita ada.
Dimana gambar itu?
Dimana album gambar ku yang ku simpan?
Cuainya aku menghilangkan sebahagian dari hidup ku hilang begitu sahaja,
Betapa jahatnya aku melupakannya aku tak mampu mengingati memori itu,
Kabus yang tebal ini tak mampu ku hilangkan,
Aku tak berdaya,
Aku tak mampu.
Maafkan aku sebab diriku yang cuai,
Seandainya aku sekuat dahulu,
Tapi aku hilang kekuatan itu,
Seakan-akan seseorang mengambilnya dari diriku,
Seorang yang berusaha menjatuhkan aku dan membunuh kekuatan itu.
Maafkan aku ,
Aku tak mampu menyelamatkan diriku sendiri.
