Chapter 10

43 4 1
                                        

Keeseokan Harinya...

Jiyong membuka matanya saat mendengar suara orang mengobrol. Dia bangun dan melihat ternyata suster sedang bicara dengan Dara tentang kondisi Jennie.

"Anda tidak usah khawatir sekarang Jennie sudah baik-baik saja. Nanti dokter akan mengecek keadaan Jennie kalau tidak ada yang serius Jennie sudah boleh pulang hari ini."

"Terimakasih sus." Jawab Dara.

"Ada apa?" Tanya Jiyong yang sudah berdiri disamping Dara dengan wajah bantalnya tapi masih saja tetap tampan.

"Maaf Tuan sudah membuat anda terbangun." Ujar suster dengan membungkukkan badannya "Jennie sudah tidak apa-apa bahkan sudah sangat membaik."

"Berarti sudah boleh pulang hari ini?" Tanya Jiyong.

"Kemungkinan besar boleh tapi kita tunggu Dokter Song untuk periksa lagi" Suster itu mengecek jam tangannya "Kemungkinan satu setengah jam lagi Dokter Song akan datang." Jelas suster.

Jiyong menganggukkan kepakanya "Kalau begitu terimakasih."

"Iya. Jangan lupa nanti habis sarapan Jennie minum obatnya ya."

"Ne" Jawab Dara dan Jiyong kompak. Mereka saling lihat satu sama lain dan membuat suster yang berdiri didepan mereka tersenyum.

"Saya sangat iri melihat pasangan suami istri kompak seperti kalian. Apalagi dengan piayama couple yang kalian pakai." Suster itu tersenyum malu "Saya jadi ingin menikah" Tambahnya.

Dara mengerutkan keningnya "Anio kami bukan pasangan." Jelas Dara dengan nada yang sedikit keras.

"Ye?" tanya Suster itu bingung.

"Kami bukan pasangan suami istri." Jelas Dara lagi yang membuat suster itu tersenyum canggung karena salah tebak.

"Maaf, saya pikir kalian suami istri karena kalian berdua terlihat serasi apalagi dengan piyama couple."

"Ah ini bukan piyama Couple hanya modelnya saja yang mirip." Elak Dara tapi namja disampingnya hanya diam karena dia terlalu malas untuk menjelaskan hal yang tidak penting baginya.

"Sekali lagi saya minta maaf. Saya permisi kalau begitu." Pamit suster itu dengan senyum canggungnya.

Jiyong melihat kearah Dara dengan satu alisnya terangkat "Diluar sana banyak yang ingin dibilang pasanganku tapi kenapa kau menjelaskan sangat keras pada suster tadi kalau kita bukan pasangan."

"Saya hanya tidak ingin orang salah paham dan saya juga berbeda dari gadis lain yang ingin jadi pasangan anda." Jawab Dara sambil berjalan kearah kulkas untuk menyiapkan susu untuk Jennie yang masih tertidur pulas.

Jiyong mengikuti Dara dan berdiri dibelakang Dara "Semua gadis itu sama hanya saja kau gengsi untuk mengakuinya."

Dara membalikkan badannya dengan kening berkerut "Aku? tidak mungkin Jiyong-ssi, aku bahkan tidak pernah memikirkan untuk memiliki pasangan apalagi harus memiliki pasangan seperti anda."

"Memang kenapa denganku?" Tanya Jiyong dengan wajah jengkelnya karena dia merasa terhina dengan ucapan Dara.

Dara menatap kedua mata Jiyong dengan berani "Anda berada jauh tinggi diatas saya sedangkan saya jauh dibawah anda."

Dara berjalan dan melewati Jiyong untuk membangunkan Jennie. sedangkan Jiyong hanya diam sambil menatap Dara. Dia merasa tidak enak mendengar hal itu keluar dari mulut Dara. Jujur sedari dulu Jiyong tidak pernah memandang orang lewat jabatan atau tahta mereka. Dia akan berteman dengan orang itu jika dia merasa nyaman.

"Jennie-a iroena sayang." Dara mengelus rambut Jennie dan membuat mata gadis itu berkedut "Ini saatnya kamu sarapan dan minum obat."

Jennie membuka matanya "Morning Aunty...morning Appa." Ujar Jennie dengan suara seraknya.

YOU'D BE MINETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang