'10'

2.7K 259 30
                                    

Xiao Zhan melangkahkan kakinya dihalaman gedung kantor yang terbilang sangat megah itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Xiao Zhan melangkahkan kakinya dihalaman gedung kantor yang terbilang sangat megah itu. Terkesan flat karena terisi orang-orang jenius gila kerja yang hanya memikirkan prestasi terkadang dan memang orang-orang seperti itu berbeda dengannya yang tidak suka dunia bisnis. Gedung pencakar langit bercat abu-abu gelap dan terang begitu terlihat diluar. Didalam gedung cat berwarna putih dan coklat dengan kesan yang hangat. Untuk pintu utama kantor kaca besar yang otomatis dan satu pintu putar disebelah kanan.

Coat panjang dan tidak terlalu tebal yang dikenakan Xiao Zhan berkibas terkena angin saat ia berjalan. Sebagian pegawai terutama wanita yang hendak bekerja disana menatapnya yang terlihat begitu menawan pastinya, wajahnya dapat menambah semangat dan menaikan mood.

Setelah memasuki gedung itu Xiao Zhan menaiki lift menuju lantai 7 tempat CEO. Hari ini ia akan mulai bekerja setiap harinya didekat mantan suaminya. Cukup anti mainstream tapi ini sudah tugasnya karena kontrak kerja baru-baru ini dan ditambah kerjasama perusahaan mantannya ini dengan kantornya dari awal sebagai suami istri dulunya selama 6 tahun dan kontrak kerja sama itu belum usai. Sejujurnya berat untuknya bekerja di sekitar Yibo karena keadaanya yang sedang mengandung anak mantan suaminya yang tidak tahu akan hal itu. Ia belum siap untuk mengatakan perihal ini pada Yibo. Ia takut melihat respon yang akan diberikan oleh Yibo saat tahu nanti dan takutnya menimbulkan masalah besar nantinya.

Sekuat mungkin ia harus bisa melewati 40 harinya berada di dekat Yibo. Untuk sementara ia akan menyembunyikan kehamilannya dari Yibo, karena ia belum siap untuk mengatakannya dan melihat seperti apa reaksi Yibo nantinya setelah tahu.

Kontrak kerja sama selama 40 hari itu bermaksud agar Xiao Zhan bisa memantau keadaan disekitar Yibo. Jika ada sesuatu yang perlu dibereskan dan ia harus campur tangan makan ia dapat dengan mudah menyelesaikannya didekat Yibo. Sewaktu-waktu ada masalah yang mendesak tentang masalah yang ia tangani maka ia bisa bertindak segera untuk membantu Yibo.
.
.
.
.
Xiao Zhan memasuki ruangan CEO setelah pintu terbuka oleh sensor telapak tangannya. Ia berjalan dengan memasang wajah yang datar sangat berbeda dengan hatinya yang sedang bergemuruh merasa ragu dan canggung.

Ia menarik bangku di sebrang sang CEO yang menatapnya. Lalu tanpa basa-basi Xiao Zhan to the poin pada CEO muda bermarga Wang sekaligus mantan suaminya itu.
"Dimana ruanganku?"-Xiao Zhan
"Itu" Yibo mengulurkan telunjuknya kearah pintu hitam disebelah kanan ruangannya. Pandangan Xiao Zhan mengikuti arah tunjuk Yibo.

Setelah itu Xiao Zhan mengangguk mengerti. Ia berdiri tak lupa dengan tas kerjanya. Ia berjalan memasuki ruangan baru yang akan ia tempati sampai 40 hari nanti bersama mantan suami teregois.

Yibo yang disana hanya memandang Xiao Zhan tanpa ada kata-kata yang bisa dijelaskan didalam tatapannya itu.
"Dia sudah berubah" Gumam Yibo lirih setelah Xiao Zhan menutup pintu ruangan itu.
.
.
.
.
.
Hari sudah menjelang sore dan itu artinya Xiao Zhan sudah selesai bekerja. Ia keluar dari ruangannya membawa tas dan coatnya yang di sampirkan pada lengan tangannya. Sejenak ia berhenti untuk menyapa CEO.
"Aku pulang dulu, kalau ada apa-apa hubungi aku" Xiao Zhan pamit undur diri sambil mengangguk sekilas sebelum keluar dari ruangan.

Before 173 DayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang