Ada keadaan dimana ketika semua terjadi tanpa pernah terpikir sedikitpun—tidak terduga.
Sebagai contoh, pertemuanku denganmu.
Hari itu. Tanpa ada perasaan yang saling membalas, tanpa ada hati yang saling jatuh, tanpa ada bahu yang saling menopang, tanpa ada tangan yang saling menggenggam.
Aku yang terluka bertemu denganmu yang jauh lebih terluka.
Aku mengingat bagaimana ketidakterdugaan terus berlanjut.
Jika diberi kesempatan untuk kembali ke waktu itu lagi, aku ingin berterima kasih kepada semesta. Semesta yang memberi dirimu padaku.
Aku ingin bertahan sampai kita terjebak dalam lingkaran bahagia yang tak terjeda. Kendati luka yang siap menghujamku teramat banyak, aku ingin bertahan.
Karena begini,
Yang aku tahu, berlari ke arahmu adalah hal yang paling aku inginkan.
Perihal letihnya berlari biar hati yang mengurusi, perihal harapan yang patah biar yang kuasa menuliskan naskah.Di antara poros takdir, aku ingin kau jadi rotasiku. Aku ingin kau jadi titik temu antara rindu dan cemburuku.
Aku ingin kau.
Kau.
Kau yang jatuh di antara ribuan bintang lainnya dan bersinar paling terang.
——
Author's note:
Don't forget to leave your tracks here! Whether it's comments or votes, okay?
See ya next time!

KAMU SEDANG MEMBACA
Me After You
FanfictionMisoo, seorang wanita yang memiliki luka masa lalu yang menurutnya begitu menyakitkan bertemu dengan Jinho. Jinho menjadi temannya karena kejadian tidak terduga yang mereka alami. Kini mereka harus hidup sebagai tetangga depan rumah dan menjadi tema...