NEOZIE : PART 9

527 64 40
                                        

Happy Reading

Jangan lupa vote ya sahabat~
#salam.kecup.dari.bang.aden.tamvan




"Bangun dulu hm, lalu makan" ucap Neozie mengelus pipi Alen dengan sayang.

Alen yang masih setengah sadar mulai duduk dengan mengerjakan mata. Neozie tidak tahan melihat gadisnya yang begitu menggemaskan, rasanya Alen ingin dia kurung seharian dikamar lalu memeluknya setiap saat.

Alen yang kesadaran nya mulai muncul membelalakan matanya terkejut melihat Neozie, dia memundurkan tubuhnya menatap Neozie dengan takut. Neozie yang mendapat tatapan takut dari gadisnya membuat hatinya begitu sakit.

Dia merasa bersalah karena tidak bisa mengendalikan emosinya, penyesalan memang selalu datang terakhir dan sekarang dia harus membujuk Alenzi supaya tidak takut lagi padanya.

"Kenapa hm" tanya Neozie dengan lembut.

"Ja-jangan mendekat, kumohon" mata Alen mulai berkaca kaca mengingat perlakuan Neozie yang menyakiti dirinya.

"Jangan takut"

"Kumohon jangan sakiti aku hiks...hiks" tangis Alenzi pecah saat itu juga dan dengan sigap Neozie langsung memeluk Alen yang memberontak meminta dilepaskan.

"Tidak kumohon, maafkan aku, jangan sakiti aku lagi hiks...hiks" Alenzi mulai pasrah di pelukan Neozie menumpahkan air matanya.

"Suttt jangan menangis" Neozie mengangkat tubuh Alen ke pangkuan nya lalu mengusap punggung dan rambut Alen dengan lembut.

"Hiks...hiks kumohon ja-" perkataan Alenzi tepotong karena tiba tiba Neozie membungkam bibir mungil nya dengan ciuman yang begitu lembut.

Neozie melumat bibir merah Alen dengan lembut, Alen mulai terbuai dengan ciuman Neozie sampai melupakan tangis nya. Neozie mengakhiri ciuman itu dengan kecupan panjang di bibir dan di pipi Alen yang merona.

"Jangan takut padaku, maaf karena tadi aku terlalu terbawa emosi. Tadi aku begitu marah saat kamu mencoba untuk keluar, tolong mulai sekarang turuti perkataan ku Alenzi" ucap Neozie lembut sambil menatap mata Alen dalam.

"Kenapa aku harus menuruti perkataan mu" tanya Alen.

"Karena mulai kemarin, sekarang dan untuk selamanya kamu adalah gadisku, miliku, jantungku, jadi jangan pergi jauh dariku karena aku pasti akan menemukan mu di ujung dunia sekalipun" Alen terdiam mendengar penuturan Neozie.

"Mengerti?" Alen hanya mengaggukan kepala, mau menolak pun dia tak bisa jadi mau tidak mau dia harus menuruti Neozie.

"Jadi kita... emm" tanya Alenzi malu malu dengan pipi yang sudah merah merona seperti tomat.

"Kita apa hm" tanya Neozie jahil, dia sudah tau apa yang dimaksud Alenzi.

"Itu..." Alen menggigit bibir bawahnya karena gugup. Dia tidak bisa menolak pesona seorang Neozie yang bak dewa yunani.

"Kau bahkan lebih dari sekedar kekasih, kau adalah miliku, jiwaku" Alen tidak bisa menahan pipi nya yang sudah merona namun ada yang aneh, jantungnya tidak berdetak dengan kencang. Apakah dia belum mencintai Neozie?

"Ah tidak secepat itu mencintai seseorang, mungkin hatiku memerlukan beberapa waktu" batin nya dalam hati.

"Ayo makan" ucap Neozie, Alen mulai mengambil sendok dan makan dengan diam sedangkan Neozie terus menatap gadis didepan nya itu.

"Enak?" Alen menganggukan kepala dengan mulut penuh hingga dirinya tampak begitu menggemaskan. Neozie terkekeh melihat kelucuan gadis nya, Alen pun terpesona oleh senyuman Neozie yang sangat manis.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 13, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

NEOZIETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang