"sialan! Kenapa semuanya malah nuduh gw?!" Umpat seorang gadis berparas manis dengan raut kesalnya
Ini kisah cinta segi tiga?, eh bukan bukan, kayaknya sih segi lima? Eh tapi... Gatau deh. Keira bingung harus bilang kisah ini segi berapa, terlalu ru...
Huwaaa baru bisa up setelah sekian lama. Males bgt sumpah hihihi.... Oh iya dapet salam nih dari Keira guys...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy reading guys
_*_*_*_
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keira berjalan menyusuri koridor menuju perpustakaan ketika bel istirahat pertama berbunyi. Ada seseorang yang memintanya untuk bertemu di tempat penuh buku itu. Padahal niat awalnya ia ingin pergi ke kantin bersama Fahra. Tapi mau tak mau ia harus menuruti panggilan orang yang mengganggunya itu.
Saat Keira tanya "kenapa harus di perpustakaan?" orang itu hanya menjawab "sekalian belajar". Padahal Keira tahu, dirinya ataupun orang itu sama sama malas belajar.
Keira membuka pintu yang bertuliskan "perpustakaan". Dia segera mengisi namanya pada buku tamu setelah mengecek nama orang yang akan dia temui juga ada di sana.
Keira menuju rak buku bagian biologi. Orang itu telah menunggunya disana.
"Kenapa Clar ?" Tanya Keira tanpa basa basi pada seseorang itu yang ternyata adalah Clara-salah satu teman dekat keira-yang sedang membolak-balikan salah satu buku biologi dihadapannya.
Clara menutup buku ditangannya, lalu menunjukkan senyum bodohnya yang membuat Keira memutar bola matanya malas. Begitu malas malahan.
"Gua ditembak Daren Keiiii aa..." Keira segera menutup mulut Clara. Bisa kena omel oleh penjaga perpus kalau Clara berteriak lebih keras tadi.
"Mmh mmm lefwas Kweii" Clara menepuk punggung tangan Keira agar mulutnya bisa terbebas dari bekapan Keira.
"Janji dulu sama gua lu gak akan teriak-teriak kayak tadi lagi. Kalo kita di usir gimana Clar? Malu gua tau gak?!" Ucap Keira sepelan yang ia bisa.
"Jwanji" jawab Clara sembari menunjukkan 2 jarinya✌🏻.
Keira melepaskan bekapan tangannya dari mulut Clara. Ia langsung menarik Clara keluar dari perpustakaan setelah menaruh kembali buku yang dipegang Clara tadi ke rak semula.