"sialan! Kenapa semuanya malah nuduh gw?!" Umpat seorang gadis berparas manis dengan raut kesalnya
Ini kisah cinta segi tiga?, eh bukan bukan, kayaknya sih segi lima? Eh tapi... Gatau deh. Keira bingung harus bilang kisah ini segi berapa, terlalu ru...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keira menelusuri setiap sisi kantin dengan mata coklat mudanya itu. Ia sedang mencari keberadaan teman temannya yang telah sampai lebih dulu di kantin. Keira mendapati para teman nya sedang asik mengobrol sambil memakan makan siang mereka di meja kantin sebelah pojok kanan. Langsung saja gadis itu menghampiri mereka semua.
Keira tak menghiraukan beberapa pasang mata yang menatapnya dengan berbagai ekspresi seperti kagum, biasa saja, kesal, dan beberapa ekspresi lainnya yang tidak penting bagi Keira. Gadis itu memang sangat tidak peduli apapun pandangan orang terhadapnya, toh mereka tidak merugikan dirinya untuk sejauh ini.
Keira mendudukkan dirinya di satu satunya bangku kosong yang tersedia di meja pojok itu, tepatnya di samping Emy. Ia menyomot sembarangan kentang goreng milik Emy, suatu hal yang wajar dalam pertemanan kan?
Mereka—Emy, Clara, Emma, Zara, dan Fahra— yang berada di sekeliling Keira mengernyitkan dahi mereka. Bukan karena Keira yang asal menyomot, bukan, tapi lebih ke arah meminta penjelasan kemana gadis itu pergi saat jam pelajaran pertama tadi.
Mereka mati Matian mencari alasan untuknya agar guru killer itu percaya bahwa Keira tidak bolos, Keira memang suka tidak melakukan briefing dulu jika ingin bolos. Dia memang agak tidak tahu diri.
Keira yang paham segera mengakhiri acara menyomot kentang Emy dan segera membenarkan posisi duduknya, siap untuk diinterogasi.
"Kemana aja Lo setan?!, Kebiasaan banget gak ngabarin kalo mau bolos." Ucap Zara memulai pembicaraan mereka.
Suasana disekitar mereka mulai terasa sedikit mencekam akibat aura yang dikeluarkan oleh ke lima teman Keira. Keira menggaruk pipinya yang tidak gatal sembari tersenyum kikuk.
"Gua niat mau masuk kok tadi, cuma gua telat dan si killer udah ada dikelas. Jadi daripada gua dapet hukuman dari dia mending gua caw sekalian aja ya kan? Hehe" Keira mengacungkan dua jari nya membentuk peace sambil tersenyum merasa tak berdosa. Mereka yang melihatnya hanya bisa mendengus kesal, paham dengan sifat buruk teman mereka yang satu itu.
Lalu Keira memesan semangkuk mie ayam dan juga es teh setelah suara perutnya menggema begitu nyaring.
Setelah memesan, ia kembali duduk di tempat semula. Lalu kembali menyomot makanan Emy, tak lupa makanan yang lainnya. Hingga tatapan beberapa pasang mata didepannya kembali seperti ingin menginterogasi Keira lagi. Keira yang merasakan aura tak mengenakkan itu kembali mendongakkan kepalanya.
Keira menetap mereka dengan satu alis terangkat "kenapa?" Ia benar benar bingung saat tak ada satu pun dari mereka yang menyahut setelah menunggu selama 5 menit.