"sialan! Kenapa semuanya malah nuduh gw?!" Umpat seorang gadis berparas manis dengan raut kesalnya
Ini kisah cinta segi tiga?, eh bukan bukan, kayaknya sih segi lima? Eh tapi... Gatau deh. Keira bingung harus bilang kisah ini segi berapa, terlalu ru...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Zara, Emma, Emy, Fahra, dan juga Clara memasang tampang terkejut yang tidak bisa mereka tutup-tutupi. Bahkan mulut mereka terbuka cukup lebar, tidak memperdulikan akan ada yang melihat atau tidak. Mereka benar-benar kaget dengan penjelasan kemana Keira tadi malam hingga Raja bisa bersamanya.
Sebenarnya pergi ke bar adalah hal yang wajar bagi mereka, mengingat umur masing-masing diantara mereka yang sudah mencukupi untuk masuk ke dalam area berbau alkohol tersebut. Apalagi Emma, Ia yang paling tua diantara yang lainnya. Tapi yang mereka kaget kan adalah Keira pergi kesana sendirian, dan pulang dalam keadaan mabuk berat. Keira bahkan tidak ingat apa-apa saat dalam keadaan mabuk semalam.
Mereka tahu betul bahwa Keira bukan orang yang mudah mabuk hanya karena satu atau dua botol wiski sekalipun. Apalagi kata Keira, Ia hanya memesan sake yang memiliki kadar alkohol cukup rendah. Tetapi kalau memang Ia sampai mabuk, berarti Keira telah meminum lebih dari empat botol tadi malam, atau mungkin lebih dari enam botol!. Tapi saat tahu apa yang membuat Keira menjadi kalap hingga meminum berbotol-botol sake, mereka hanya bisa menghembuskan napas pasrah. Kalau mereka jadi Keira, sudah pasti mereka akan melakukan hal yang sama.
Mereka bukan tipe remaja yang suka mabuk-mabukkan. Hanya saat suasana hati dan pikiran yang sedang buruk lah mereka akan menenggak minuman ber-alkohol tersebut. Kecuali ketika sedang ada party, itu adalah hal yang wajar untuk menenggak minuman ber-alkohol. Karena biasanya hanya akan ada wine atau bir disana.
Untuk masalah Raja yang bersama Keira tadi malam, mereka percaya bahwa 100% Keira sama sekali tidak tahu menahu akan hal itu. Keira dalam keadaan mabuk, dan mereka benar benar paham bahwa seseorang yang mabuk biasanya tidak ingat sebagian besar yang dilakukannya. Jadi mereka sekarang hanya bisa mengusap punggung tangan Keira, menyalurkan rasa peduli mereka sekaligus permintaan maaf karena sudah menaruh curiga pada nya.
"Sorry Kei, kita udah curiga sama Lo" ucap Zara dengan nada yang cukup lirih. Ia merasa paling bersalah karena sudah berbicara dengan nada ketus pada Keira.
"It's okay. Itu bukan masalah besar kok. Gua juga mau minta maaf karena nggak cerita ke kalian lebih awal. Gua cuma takut aja kalau kalian bakal marah" Keira menundukkan kepalanya. Ia benar-benar merasa bersalah pada teman temannya.
"Iya harusnya kita marah. Bisa bisanya lo asik mabuk-mabukkan padahal hari ini masuk sekolah. Dan dengan seenak jidatnya lo masuk telat, terus berakhir bolos. Andai aja gue bisa marah Kei, tapi nggak bisa. Karena nyatanya semua tetap baik-baik aja" Ucap Emy, gadis berpipi chubby itu mati-Matian menahan air matanya yang sangat kurang ajar ingin cepat cepat keluar.