Bab 4

26 9 12
                                    

Selamat membaca 💜

–––

Aku terbangun mendengar suara ketukan pintu.

"Na, sudah jam 06.30. Bangun." Mama berteriak dari luar pintu.

"Apa!" kulirik jam di samping tempat tidur dan ternyata benar. Sial, alarmnya tidak berfungsi lagi.

Bergegas mandi dan bersiap, semuanya harus kulakukan serba kilat. Bagaimana tidak, hanya ada waktu 15 menit agar bisa sampai ke sekolah tepat waktu.

Setelah selesai aku melihat mama sedang menyiapkan bekal, "Loh, mama tidak ke kantor?" Pasalnya mama masih mengenakan pakaian rumahan, mama menggeleng.

"Mama kurang enak badan"

"Sudah Anna katakan jangan terlalu capek bekerja, Ma." Aku memeluk mama.

"Hari ini kamu berangkat dengan Jungkook ya. Dia sudah menunggu di luar, ini bekal untukmu tapi jangan lupa beri Kak Jungkook-mu juga"

"Mamaa~" Ujarku merengek. Mencium pipi mama setelah itu aku pamit, tak tega membuat Kak Jungkook menunggu lebih lama lagi.

Pemuda itu ternyata sudah bersiap di dalam mobil. Lucu sekali melihatnya tengah fokus pada ponsel. Saat aku masuk dia baru menyadari kehadiranku. "Maaf ya, Kak Jungkook pasti menunggu lama." Jadi tidak enak karena aku bangun kesiangan.

"Tidak apa-apa kok. Aku baru sebentar disini" Mobil melaju dengan kecepatan sedang.

Raut wajah Kak Jungkook sulit dijelaskan mungkin sedang ada masalah, aku tidak berani bertanya. Tapi dilihat dari samping seperti ini Kak Jungkook seksi sekali, sungguh. Ditambah lengannya yang ada di kemudi itu entah kenapa sangat menarik perhatian.

Untuk mengalihkan perhatian aku mengeluarkan kotak bekal dan memakan sandwich yang mama buat, tapi jadi teringat pesan mama tadi. Akhirnya aku menyodorkan sepotong sandwich yang lain ke arah Kak Jungkook. Dia menatapku terlebih dahulu tapi tetap membuka mulut, tidak menolak. Hari ini dia banyak diam. Akhirnya kami menghabiskan sandwich dengan aku yang menyuapi Kak Jungkook, alasannya karena sedang menyetir, susah.

Mobil berhenti di depan sekolahku, "Nanti pulang sekolah kita pulang bersama lagi, tunggu aku di halte." Aku mengangguk dan turun dari mobil.

***


"Tidak biasanya dia seperti itu." Aku menceritakan perihal Kak Jungkook yang aneh pada sahabtku, Kim Yuna.

"Mungkin saja dia sedang datang bulan." Ujarnya santai. Aku memukul kepalanya.

"Ih, dia kan cowok, mana bisa datang bulan. Dasar aneh." Dan dia tertawa.

"Tapi Na mungkin saja dia sedang bertengkar dengan kekasihnya."

Tapi selama ini Kak Jungkook belum pernah menceritakan perihal kekasihnya sama sekali pun Anna sendiri tidak pernah mendengar dari orang sekitarnya mengenai kekasih kak Jungkook. Setelah dipikir-pikir kembali memangnya untuk apa Kak Jungkook bercerita padanya.

"Sudah tak perlu dipikirkan, Na." kalau hanya berbicara memang mudah. Mana bisa aku tidak memikirkan kak Jungkook.

Tiba-tiba ponselku berdering.

Kak Taehyung
Anna.
Pulang jam berapa?

Anna
Jam 4 kak.

Terima kasih Kak Tae
untuk yang waktu itu hehe
Anna ingin mengucapkannya langsung
Tapi kak Tae sudah pulang.


Kak Taehyung
Sama-sama Anna sayang.
Pulang bersama mau?

Duh, hari ini dia sudah berjanji pulang dengan kak Jungkook bagaimana ya. Tapi disisi lain tidak enak juga menolak, kak Tae itu baik.

Anna
Uhm. Maaf Kak Tae
Anna mau. tapi tadi sudah
janji pulang dengan kak Jungkook :(
Lain kali tidak apa-apa?


Kak Taehyung
Tidak masalah, aku tenang kalau memang sudah ada yang menjemputmu :)

Setelah membaca itu, aku semakin merasa tidak enak pada pria itu.

***

Sore itu Anna menunggu kak Jungkook sesuai perintah pria itu. Tapi sekarang pikirannya masih tertuju pada perkataan Yuna siang tadi.

Flashback

"Itu tandanya dia menyukaimu Na." Alibi nya

"Tidak mungkin, kak Taehyung itu terlalu tampan mana mau pada orang sepertiku"

"Coba saja lihat pesannya. Dia sangat perhatian, untuk apa kalau tidak punya perasaan mengirim pesan seperti itu." Ujarnya seolah sangat meyakinkan kalau yang dikatakannya itu sangatlah benar.

"Tapi kan bisa saja dia menganggapku adik seperti kak Jungkook, dan panggilan sayang seperti itu kan tidak hanya untuk seseorang yang disuka." Jawabku membantah.

"Terserah. Pokoknya kalau kak Taehyung itu benar-benar menyukaimu aku akan sangat mendukungnya daripada si Jungkook sialan itu." Dia sangat semangat ketika mengungkapkannya.

Flashback end.

Tidak. Anna menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin.

Anna mengecek ponselnya, sudah jam 16.45 tapi kak Jungkook belum menghubunginya sama sekali. Ini musim hujan jadi sangat dingin disini, seragamnya tak mampu menghalau dinginnya udara.

Kak Jungkook kemana.

Udara semakin dingin, kini waktu sudah menunjukan pukul 18.00. meskipun tidak tahu sebabnya tapi rasanya Anna ingin menangis. Rasanya ingin marah tapi tidak tahu pada siapa.

Akhirnya dia melihat mobil kak Jungkook. Tersenyum senang karena dia sudah menunggu lama, tapi setelah itu senyumnya pudar, mobil kak Jungkook melewatinya dengan seorang perempuan di kursi penumpang.

Air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh.

"Halo. Maaf kak Tae boleh jemput Anna?"

–––

Jangan lupa vote dan komennya ya :)

Kak jungkook kenapa ya kira kira hehe

I See [Jungkook]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang