5

393 70 60
                                        

Tit....tit....tit....tit....

Bunyi alarm mengusik tidur si dua dara cantik. Baru semalam berjumpa, namun mereka memutuskan untuk berbaring di kasur yang sama. Katanya, jikalau telah tak lama bertemu, rindu harus dituntaskan. Ada-ada saja.

"Aghh... berisik!" kesal salah satunya.

Dipanjangkannya tangan gadis itu lalu ia ulurkan untuk menjangkau jam wecker di atas nakas.

Tut!

Setelah terdengar bunyi, di letakkan olehnya kembali. Namun, bukannya akan berbenah untuk bangun, sang gadis malah kembali menempelkan kepalanya dengan bantal. Yah, tipikal Nakyung di pagi hari memang.

Lalu apakah gadis di sebelahnya terganggu? Jawabannya tidak, ia bahkan lebih parah. Beda dengan Nakyung yang masih bisa terusik dengan suara, Heejin bahkan tidur tenang bak dewi. Kelakuan dua saudara sepupu itu memang membuat siapapun geleng-geleng kepala. Mungkin inilah istilah kembar tapi beda.

tingnong..... tingnong.....

tingnong..... tingnong.....

tingnong..... tingnong..... tingnong..... tingnong..... tingnong..... tingnong..... !!!!!!!!!

"Aishh, Siapa lagi itu, mengganggu saja!" Nakyung mendumel namun matanya masih tertutup rapat.

tok... tok... tok.....!!!!!

Bosan dengan memencet bel apartement. Sang pelaku sampai harus mengetok pintu beberapakali.

tok... tok... tok.....!!!!!

tok... tok... tok.....!!!!!

"YAKKKK..... JEON HEEJIN!!!!! APA KAU TAK AKAN MASUK KULIAH HARI INI HA!!!" teriak seorang dari balik pintu apartement mereka.

1 detik

2 detik

3 detik

"APA!!! KULIAH??! GAWAT, KITA TERLAMBAT!"

Teriak Heejin dan Nakyung, mereka kompak membangunkan diri, tak lupa dengan gesture yang sama. Nahkan, bak anak kembar.

***

"Yakk.. Heejin! tunggu aku!" Nakyung mengejar langkah Heejin sambil memperbaiki sepatunya.

"Aish, Kau ini lamban sekali." desis Heejin.

Heejin sedikit jengkel dengan sepupunya itu, padahal sudah tahu terlambat tapi gadis itu masih sempat-sempatnya bersolek diri. Katanya, hari ini pertama masuk. Walau terlambat, penampilan tetap harus nomer satu. Beruntung, Yves selalu setia mampir ke apartement Heejin untuk mengajaknya berangkat bersama.

"Sudah-sudah, jangan berdebat. Bergegaslah kalian, Prof. Kim akan segera masuk." Lerai Yves

Mendengar perkataan teman mereka, Heejin dan Nakyung kemudian mempercepat langkahnya.

**

Sesampai di kelas, Heejin mengambil tempat lebih dulu. Sebelumnya ia mengantar Nakyung ke akademik untuk penentuan kelasnya di kejuruan. Walau beruntung sekampus, Nakyung di tempatkan di kelas berbeda, apalagi ia seorang mahasiswi pertukaran.

Heejin duduk di bangku pojok paling belakang. Sengaja dipilihnya tempat itu karena posisi yang paling atas dan juga memungkinkan penglihatannya untuk menjangkau semua sudut kelas. Selain itu, duduk di belakang akan membuatnya fokus.

"Selamat pagi semua." Profesor Kim baru saja datang.

"Selamat pagi Kim saem!!" Balas kelas Heejin kompak.

Karma: The VampireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang