7

453 76 47
                                        

"Lepas!!" Satu kata sarkas itu keluar dari mulut Renjun.

Ia mendorong Nakyung hingga jatuh terduduk di lantai. Beruntung, posisi handuknya menutup bagian bawah Nakyung meskipun atasnya terekspos bebas.

Kini Renjun menelan air liurnya kasar. Pemandangan di depan itu sungguh memanjakan mata. Dengan sigap, ia memalingkan wajahnya.

Gadis yang masih terduduk itu tersenyum kecil melihat Renjun dengan ekspresi datar yang tampak malu-malu dengan semburat merah dipipinya.

Manis sekali

Kalimat pendek itu semakin membuat Renjun bak kepiting rebus. Baru pertamakali ia menerima serangan bertubi-tubi seperti itu.

Nakyung dengan sigap memperbaiki handuknya kembali, ia lalu berdiri dan mendekati laki-laki yang masih mempertahankan posisinya itu.

"Namamu siapa?" Tanya Nakyung dengan telunjuk yang lancang memencet beberapakali pipi laki-laki itu.

"Bukan urusanmu gadis centil!" Balas Renjun

Bukannya tersinggung, lengkungan Nakyung semakin melebar.

"Oh ya? Kalo bukan urusanku lalu apa yang kau lakukan di kamarku ini?"

Telunjuk Nakyung berangsur-angsur turun hingga ke leher Renjun. Gerakan seduktif itu membuat laki-laki itu tak karuan. Matanya bahkan refleks tertutup.

"Hentikan!" Renjun mengambil tangan sang gadis, kemudian menggenggamnya erat.

Sekarang mereka saling bertatapan dengan tangan Nakyung dalam genggaman yang erat.

Nakyung semakin terpesona, ia kegirangan melihat tangannya digenggam meski terasa dingin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nakyung semakin terpesona, ia kegirangan melihat tangannya digenggam meski terasa dingin.

"Ku peringatkan kau, jangan lancang denganku, kau belum tahu siapa aku."
Ujar Renjun.

"Kamu itu pangeranku kan." Balas Nakyung cepat, tak lupa dengan senyum di bibirnya.

Genggaman Renjun semakin erat, Nakyung merasakan sakit di tangannya. Dengan sekuat tenaga, Nakyung  mencoba melepaskan tangannya dari Renjun.

"Ish itu sakit tahu! Tapi aku suka."

Kening Renjun berkerut, gadis itu tak juga jera. Padahal ia telah bersikap kasar, bahkan hampir melukai tangannya.

Ia kemudian berbalik badan dan ingin segera meninggalkan Nakyung. Namun sebelumnya ia memasang cepat sweeter untuk Nakyung.

Nakyung yang awalnya cukup terkejut, namun kemudian kegirangan.

Dia gentleman sekali, aku makin suka.

Dia gentleman sekali, aku makin suka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Karma: The VampireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang