___________________
🐱 Radiant
Shadow 🐈
___________________
'Mark POV'
Sudah hampir sebulan setengah kejadian aneh yang berada di apartementku berjalan. Ya, bisa di bilang aku jadi lebih betah berada di rumah semenjak adanya Bi, Kucing yang kini sepenuhnya menjadi sosok manusia. Meski tingkahnya masih seperti kucing.
"Bi," panggilku. Memainkan sebuah benda merumbai kekanan dan kekiri. Lucunya, ia ikut menggeleng mengikuti pergerakan benda tersebut. Membuat kekehanku selalu lepas terhadapnya.
Aku akan berhenti saat ia terlihat jengkel, mencebikan bibirnya yang menggemaskan itu atau bahkan justru menubruk tubuhku. Ia benar2 menjadi hiburanku.
Namun tak jarang juga membuatku jengkel karena selalu meminta apa yang aku makan. Padahal aku pun sudah menyediakan juga untuknya dan rasanya pun sama. Matanya seolah lebih tertarik dengan makanan yang ada ditanganku.
Seperti tempo hari saat aku memesan ayam goreng, ia justru mengigit ayam yang ada di tanganku. Menghiraukan potongan ayam lain yang ada di meja. Meski aku sering menghindarkan tanganku agar tak diraihnya, namun berakhir ia akan menindihku. Duduk di pangkuanku sambil cemberut, benar2 paling ahli membuatku lemah.
"Bi suka ayam goreng, Mark." ujarnya dengan begitu menggemaskan tiap kali aku memesankan makanan itu untuknya.
"iya aku tau, makan yang banyak ya." timpalku, mengusap rambutnya. Kenapa bisa ada makhluk semenggemaskan ini. Dan aku sangat beruntung memiliki satu.
"Mark, Kau tak ada niat buat jalan keluar? Liburan?"
"tidak Jae." jawabku malas, ini bukan sekali dua kali Jaebum dan Jackson mengajakku keluar. Namun selalu kutolak, rasanya rugi bila pandanganku teralih tak melihatnya.
"kau baik2 saja kan?"
"iya, aku baik2 saja Jae. Tidak usah khawatir." ujarku, sambil tersenyum melihat sosok manis yang tertidur pulas diranjangku.
Tangannya yang lembut memegang erat lenganku, sedangkan jemariku terus menyapu bibir ranumnya.
"jangan bilang kau sekarang punya kekasih yang menemanimu di apartement." ledek Jaebum yang justru membuat Mark tercekat membisu. "haha aku bercanda."
"Hahahaha." Mark hanya membalas dengan tertawa canggung, namun seketika mematung saat Bi menggeliat dan merancau dalam mimpinya.
"Mark, mau ayam goreng..." ujarnya sambil mengusal di tubuh Mark.
"itu suara kucingmu?" Mark kembali salah tingkah saat Jaebum bertanya.
"ka-kau bisa mendengar suaranya?"
"aku tidak tuli Mark, kucingmu jelas sekali mengeong."
"me-mengeong? Kucingku mengeong?"
"ya memangnya apa? Mendesah?" Mark mengerutkan keningnya, bingung. Tangannya kembali menjalar meremas bokong Bi yang menjadi spot favoritenya, hingga kucing besar itu menggeluarkan suara tak nyaman.
"Marrrkk."
"hey, kau apakan kucingmu sampai menggerang kesal begitu."
"kau tak mendengar suara lain, Jae?"
"dengar, suaramu dan kucingmu."
"aneh."
"kau yang aneh. Hayolah keluar rumah. Kita ke cafe biasa. Kau bisa gila lama2 hanya berdiam diri dirumah." nada Jaebum kali ini cukup memaksa, Mark hanya bisa menghela napas mengiyakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Radiant Shadow [MarkJin]
Fanfiction[18+] [Complete] "Jaeㅡkau memelihara kucing bukan? apakah mungkin seekor kucing bisa berubah menjadi seorang manusia?" "Apa masalah agency membuatmu menjadi gila, Mark?" "Entah, mungkin aku salah liat." ------------- bxb yaoi mature Nb ; Cerita...
![Radiant Shadow [MarkJin]](https://img.wattpad.com/cover/248323704-64-k644088.jpg)