___________________
🐱 Radiant
Shadow 🐈
___________________
Warn! Rada nganu.
Mark terus tersenyum memandang kalung merah milik Bi, semua ingatan manisnya bersama Bi kembali terbayang, namun tak ada rasa sakit maupun sedih. Ia merasa jauh lebih bahagia saat ini.
"seonbae." panggil Jinyoung yang membawakanya bubur.
"sini," ujar Mark semangat, menyuruh Jinyoung duduk disisinya.
"oh!" Jinyoung sedikit terkejut melihat kalung merah yang ada di tangan Mark.
"itu punyaku." ujarnya merebut benda itu dari tangan Mark, membuat Mark menyeringit heran. "eh, kok beda."
"ini punya kucingku."
"aku juga punya, tapi tulisanya beda." Jinyoung berlari kecil dari kamar Mark dan kembali membawa miliknya.
"tuh kan sama. Cuma beda tulisannya."
"kamu dapat dari mana?"
"aku belum lama ini beli di toko aksesoris. Aku pertama kali lihat ini suka, makanya aku beli." terang Jinyoung.
Mark hanya tersenyum, "mungkin kita memang berjodoh." ucapan Mark sontak membuat wajah Jinyoung memerah.
"Ma-maksud seonbae?"
"Jie, panggil aku Mark saja bisa? Lebih enak dikupingku."
"ti-tidak sopan." Jinyoung semakin menundukan wajahnya.
"aku suka,"
"su-suka?"
"kamu." Mark dengan cepat mengecup bibir Jinyoung.
Membuat jinyoung tercekat, dan jantuang memcelus tak karuan.
"a~"
"ah, iya. Aku lupa." Jinyoung langsung menyuapi Mark dengan tangannya yang sedikit gemetar.
Mark hanya tersenyum lalu meraih kembali coker milik Jinyoung dan memakaikannya.
"manis." puji Mark, entah sudah ada dimana nyawa Jinyoung saat ini. Mark menarik mangkuk bubur dari tangan Jinyoung dan ditaruhnya di atas nakas. Ia langsung menarik Jinyoung dalam pelukannya.
"aku kangen peluk kamu." ujar Mark, membuat Jinyoung membisu.
Ada apa dengan Mark?
"Ma-Markㅡhyung."
"hm?" Jinyoung menarik tubuhnya lalu menundukan wajah.
"jangan seperti ini."
"kenapa?" Mark menyeringit heran. "kau menolakku?" lanjut Mark dengan wajah memelas.
"bu-bukan begitu hyung." Jinyoung menjeda ucapannya sebelum kembali berbicara. Ia senang, di perlakukan manis oleh Mark, namun teringat akan rancauan Mark yang membuatnya ragu untuk menerima semua.
"aku tidak enak dengan kekasih Mark hyung." ujarnya lagi, lebih menekankan kata2nya.
"kekasih?"
"Bi? Kau sering memanggil nama itu."
"Jie..." Mark membelai lembut wajah Jinyoung, menatap lekat sosok yang baginya sangat indah.
"andai ia kekasihku, mungkin lebih tepatnya sosok itu adalah dirimu."
"hah?" Jinyoung menyeringit heran. "maksudmuㅡakh?" Jinyoung kembali meremat kepalanya yang terasa sakit.
"Jie! Kau baik2 saja?" tanya Mark yang panik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Radiant Shadow [MarkJin]
Fanfiction[18+] [Complete] "Jaeㅡkau memelihara kucing bukan? apakah mungkin seekor kucing bisa berubah menjadi seorang manusia?" "Apa masalah agency membuatmu menjadi gila, Mark?" "Entah, mungkin aku salah liat." ------------- bxb yaoi mature Nb ; Cerita...
![Radiant Shadow [MarkJin]](https://img.wattpad.com/cover/248323704-64-k644088.jpg)