We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cinta Yang Terbalut Do'a

Cinta Yang Terbalut Do'a

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 10, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Syil, kamu duluan aja ke depan. Aku mau ke toilet dulu, kebelet" Syila pun menurut, ia menunggu Mira didepan Masjid. Saat sedang sedikit melamun, Syila dikagetkan dengan suara berat seseorang. Ia menoleh ke belakang dimana sudah ada Asad disana, Muhammad Asad Asy-Syarif, teman SMA Syila. "Assalamu'alaikum, Mey." sapa Asad setelah sampai didepan Syila dengan jarak yang tidak terlalu dekat. "Wa'alaikumussalam" Netra keduanya saling bertubrukan dalam beberapa detik, sampai akhirnya mereka sadar dan segera menundukkan pandangan seraya beristighfar dalam hati. Jantung keduanya sama-sama berdegup kencang, bahkan tangan Syila sampai bergetar. "Afwan, saya hanya ingin bertanya, apakah kamu masih mengingat kata-kata yang kamu ucapkan hari itu?" Syila mengernyit bingung, ia tidak tahu kata-kata apa yang Asad maksud. "Hari apa? dan kata-kata apa yang kamu maksud?" tanya Syila yang masih setia menunduk. Asad tersenyum melihatnya. Saat hendak menjawab pertanyaan Syila, Mira datang tanpa di duga. Hal itu membuat Asad tidak jadi bicara. **** hayo hayo hayooo, penasaran kan sama kata-kata yang diucapkan Syila pada hari itu? jika iya, mari baca dan jadilah saksi atas perjuangan seorang Muhammad Asad Asy-Syarif untuk mendapatkan cinta seorang gadis bernama Arsyila Inaya Humeyra.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • Aku Dan Sebuah Do'a (Sudah Terbit)
  • Sebuah Takdir
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • Annam Al Abbiyan
  • TAKDIRKU BERSAMAMU
  • Satu Nama dalam Sujud
  • Antara Hati dan Iman ✅

Asa menatap sendu sang Mama, perlahan tangannya menggenggam Lita sang Ibunda. "Asa lelah, Ma. Seperti halnya nama Asa, yang berarti harapan. Asa memiliki satu harapan untuk Mama. Asa pengen Mama bangun dari koma, di saat Asa sedang putus asa dan yang lain pergi dari Asa, Asa ingin di peluk Mama, kaya temen-temen yang lain." kata Asa untuk Mama Litania. * "Gak apa-apa kalo Papa gak selalu ada dan gak anggep Asa sebagai anak Papa. Tapi satu hal yang harus Papa tau, kalo Asa sayang... banget sama Papa." jedanya lalu menundukkan kepala menatap sepatunya. "Papa adalah pahlawan terbaik dalam hidup Asa. Bagaimana pun keadaannya, Papa tetap pahlawan terhebat dalam hidup Asa." kata Asa untuk Papa Galang. * ''A-Asa titip salam say-yang un-tuk Ma-ma ... Pa-pa d-dan Ba-Bang Ad-am.'' lirih Asa dengan suara bergetar. Alzan menggeleng kuat mendengar ucapan Asa, ''Kamu bisa sampein langsung semua akan baik-baik aja, kamu jangan bicara dulu ya?'' desak Alzan merasa takut. Asa tersenyum mendegar ucapan Alzan. ''G-Gus Al, to-tolong b-bimbing As-sa.'' lirih Asa pelan dengan suara terputus-putus. Mata Alzan terpejam kuat mendengar permintaan Asa. ''G-Gus ... '' lirih Asa sangat pelan. Alzan membuang napas nya perlahan lalu menguatkan hatinya menatap Asa yang tersenyum dengan darah yang terus mengalir di bagian kepala, wajah dan bagian lainnya. "Ikutin saya, Ya? Ayshadu An-la ilaha illallah ..." "Ayshadu An-la ilaha illallah ... " lirih Asa. "Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah." "Wa-Wa Ayshadu An-na Mu-muhammada Rasulul ... lah ..." ucap Asa sangat pelan sebelum akhirnya ia menghembuskan napas terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines