"Woyy, ntar jadi kan kerkel di rumah lo?" tanya Dania.
"Ya santai dong bund kaga usah geplak bahu orang juga" omel Iren.
"Yaudah nanti gue, Alya, Jessie ke rumah lo jam 6 ya. See you"
Dania kembali duduk di lobby sekolah sambil menunggu abang grab datang. Lalu ada si Regan, teman ekskul nya pamit untuk pulang duluan.
"Daniaa, sendirian aja lo, gue duluan ya" ia berjalan melewati Dania.
"Ih dasar, tebengin gue kek, kan rumah kita sama" protes Dania.
"Idih sejak kapan kita serumah, wah lu kalo naksir gue gak gini juga konsepnya"
"Apaansi maksud gue kan rumah kita searah"
"Lain kali aja dah, gue buru - buru ada urusan"
Dania mendengus kesal karena grab yang ditunggu tidak segera sampai. Hingga akhirnya hujan pun meneteskan airnya.
Sesampainya di rumah, baju Dania basah. Ia menyesal telah menolak tawaran jas hujan, habis ia kesal karena abang grab itu terlalu lama.
Selang beberapa jam.
"Dan, Alya udah dateng ini, kamu daritadi lama banget, kasihan Alya nungguin" teriak mama dari ruang tamu.
"Iya ma, ini juga mau selesai" usai mandi dan sholat maghrib, Dania pun turun ke ruang tamu. Mama berpesan jangan pulang malam - malam. Merekapun berangkat ke rumah Iren.
Jangan lupa vote dan komen 😉
Selamat membaca
Terimakasih ❤

KAMU SEDANG MEMBACA
Cold but Gold
Teen Fiction"Ngga capek apa, lo nungguin dia terus" protes Alya. "Ya gimana lagi Al, namanya juga sayang". Perkataan itu selalu berputar di pikiran Dania. Sampai kapan ia terus menunggu cowok berhati es yang mungkin saja akan pergi meninggalkannya. Bagaimana j...