Eiden and Ehden #12

850 50 0
                                    

Disclaimer© Masashi Kishimoto-Rejet

Hanazawa Akari
By : Kagekari

Warning!- Chapter ini kebanyakan adegan tentang Eiden dan Ehden

Happy Reading!!

ㄟ( ̄▽ ̄ㄟ)
"Bagaimana denganmu? Kau sudah menentukan Ehden untukmu?" tanya Ayato
Semuanya menatap Sakura membuat Sakura menundukkan kepalanya
"Kau tak perlu takut Cherry~Chan. Kami akan menerima apapun keputusanmu" ujar Raito yg mengerti apa yg Sakura rasakan sekarang, Sakura mendongak dan menatap satu satu para Sakamaki

Ia menutup matanya dan menghembuskan napas panjang, Sakamaki melihat Sakura yg merona, lalu Sakura membuka matanya kembali dan tersenyum manis

"Jadi siapa orang beruntung itu?" tanya Ayato
Sakura masih terdiam lalu tersenyum kembali dan berjalan..
Mendekati seseorang yg sedang bersender
Lalu ia pun bersender pada orang itu dan mengambil baju lengan sang empu

"Shu~Kun" ujarnya lembut
Shu menatap Sakura dan Sakura pun mendongak
"Aku mencintainya dan kau adalah Ehden untukku" lanjut Sakura

Shu tersenyum manis membuat Sakura semakin merona, ia langsung memeluk Sakura
"Terima kasih, Sakura. Aku mencintaimu" bisik Shu ditelinga Sakura
"Aku lebih mencintaimu" jawab Sakura lalu mengecup pipi Shu dan merona, ia menutup wajahnya lalu pergi dengan cepat  meninggalkan mereka semua

"Ah, lihat wajahnya merona karenamu, Shu" goda Raito menoleh dan menyeringai pada Shu
"Sepertinya kau beruntung memilikinya, Shu" ujar Ayato yg sedikit cemburu
"Kau sudah mempunyai Yui, Ayato" komen Kanato
Subatu berdecak lalu pergi dan begitupun Reiji yg sepertinya sedikit cemburu, EHKEM!
Shu tersenyum tipis lalu pergi menghilang

Kini Sakura berada di sekitar Mansion
Terlihat kedua pipimnya yg memerah. Sakura menutup matanya sembari bersenandung
Ia sangat bahagia! Hatinya memghangat sangat hangat
"Aku mencintainya.."
"Tugasku sudah selesai. Dan mulai hari ini, aku akan menghabiskan waktu bersamanya" gumam Sakura yg masih belum membuka matanya

Bruk!

Tiba tiba saja Shu ada didepan Sakura membuat Sakura menubruknya namun karena Sakura tak berlari jadi ia tak terjatuh

Ia terdiam mempatung, wajahnya tertutup oleh baju Shu
Lalu mendongak dan melihat wajah Shu yg tamvan, datar nan dingin dan pucat

"Shu! Kau baik baik saja? Wajahmu pucat.." tanya Sakura lalu memegang kedua rahang Shu. Dingin, itulah yg Sakura rasakan saat menyentuh kulit Shu
"Dingin.., apa kau sakit?" tanya Sakura khawatir
Shu malah tersenyum melihat wajah Sakura
"Kenapa kau tersenyum, huh?" tanya Sakura kesal

"Ayo! Kita masuk kedalam! Kau harus istirahat!!" Sakura menarik narik Shu

Bruk!

Sakura terbawa kebelakang dan menindih Shu
"Shu~Kun!?" teriak Sakura namun tak terlalu kencang ketika melihat Shu tak sadarkan diri dan wajahnya semakin pucat
"Shu! Shu! Sadarlah!" Sakura menepuk nepuk pipi Shu sedikit keras
"Wajahnya makin pucat.." gumam Sakura khawatir

"Reiji~kun!! Subaru~kun! Kanato! Ayato! Raito!!" Sakura berteriak teriak memanggil Sakamaki lain
"Raito~Kun!! Sub-" belum selesai meneriak Subaru sudah ada disana lalu disusul oleh yg lain
"Reiji~kun! Shu pingsan!" ujar Sakura

Dan tentu saja mereka sudah tau itu, lalu Sakamaki itu pun menggotong Shu lalu menghilang
Sakura berlari masuk mansion lalu ke atas dan ke kamar Shu. Membuka pintu dengan kasar. Duduk di sisi ranjang

"Shu~Kun.." gumam Sakura, ia mengusap ngusap rambut Shu
"Apa dia baik baik saja? Dia kenapa?" tanya Sakura menatap semuanya
"Sepertinya dia sudah 1 minggu tak minum darah, atau mungkin lebih dari 1 minggu" ujar Reiji
"Apa? Dia tak meminum darah?" beo Sakura lalu menoleh kembali ke arah Shu
'Kenapa Shu?' tanya Sakura didalam hati

Sakura SakamakiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang