8

237 14 0
                                        

Aku tau kalian mengerti bagaimana cara menghargai karya seorang penulis❤️

Vote, Coment dan Share nya ka!
Karna semuanya itu Gratis!!

HAPPY READING!

"Permisi Om, Tante," ucap Putri seraya menaruh minumannya di atas meja, "Silahkan Om, Tante diminum."

"Dan ini," Putri menaruh teh hangat di hadapan Gibran, "Buat Gibran tersayang," ucapnya lembut namun ada sedikit rasa kesal

Gibran tersenyum lalu meminum teh tersebut.

"Kalian pacaran?" tanya Sonya

Byurr..

Sembur Gibran tepat di wajah Putri.

Gila ini teh asin bangett -batin Gibran

Prov Putri

Kalian tau gak? Gimana rasanya disembur teh anget dari mulut? JOROK kalo kalian belum pernah ngerasain.

Aku menutup mata ketika Gibran memuncratkan minumannya ke wajahku. Kesal? Sudah pasti. Niatku untuk mengerjainya malah aku yang kena. Emang bener Senjata makan tuan atau bisa disebut Karma is my life.

Ku buka mataku perlahan lalu menatap Gibran garang. Nafasku memburu, emosiku memuncak. AKU INGIN GIBRAN MUSNAH! batinku

Seketika Gibran langsung mengambil tissu di meja lalu mengelap wajahku yang basah olehnya.

"Maaf," itu lah yang dia ucapkan. Pelan, namun masih dapat ku denggar.

Aku tersenyum tipis, ntah setan apa yang merasukiku hingga aku mau tersenyum padanya, "Gak papa, gue yang mulai duluan."

"Yaallah Gibran! Kamu apa-apaan sih?!! Kasian calon istri kamu," ucap Sonya khawatir lalu menarik tanganku untuk duduk didekatnya.

Sonya memeriksa seluruh wajahku. Mungkin ia kira wajahku terjadi sesuatu atau terdapat luka kecil. Namun nyatanya aku baik-baik saja. Hanya merasa sedikit panas, itu doang.

"Yaampun sayang.., kamu gak papa?" tanya Sonya, aku menggeleng sambil tersenyum

"Enggak kok Tante. Aku baik-baik aja," ucapku mencoba menenangkannya

Sonya menatap Gibran garang lalu beralih menatap kedua orang tuaku.

"Maaf kan perlakuan anak saya ya," ucap Sonya pada kedua orang tuaku

Risma menggeleng pelan, "Enggak papa kok. Buktinya anak saya masih sehat tuh," ucap Risma seraya menatapku

"Terima kasih Risma. Oh iya kedatangan kita hari ini, saya dan keluarga saya berniat untuk melamar Putri anak anda untuk anak kami Gibran," ucap Bram

Aku mengernyitkan keningku seraya menatap Bram cengo. WHAT? Gibran ngelamar gue?! batinku

"Wah bagus dong. Kita juga udah punya rencana kalo anak kita dijodohkan. Iya kan?" ucap Aryo

"Emm, permisi Om, Tante. Boleh aku pinjem Gibrannya?" ucapku lalu mereka mengangguk

"Boleh dong, kan calon suaminya," goda Sonya. Aku hanya tersenyum kaku lalu membawa Gibran ke halaman belakang.

Prov end

Putri menatap Gibran tajam, "Udah gue bilangin ke elu, jangan pernah ganggu hidup gue lagi! Lu tuh..., Belum puas apa bikin gue sengsara. Bikin gue tertekan. Belum puas?!" ucap Putri frustasi

Married With BadboyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang