Ia melepas pelukannya dan mengusap pipiku yang basah karena air mata.
"Maaf aku lancang memelukmu" katanya dengan terbata bata.
"Tak apa." jawabku.
Pierre masih berlutut di hadapanku.
"Aku ingin kamu janji tak akan meninggalkanku" katanya
Aku tersenyum.
"Justru aku yang seharusnya bilang begitu" kataku sambil tertawa kecil.
Pierre balas dengan tertawa.
"Aku tidak akan tinggalkan kamu sampai kapanpun." jawabnya sambil menggenggam erat tanganku.
"Apa yang buat kamu menyukai aku secepat ini ?" tanyaku.
"Sudah aku bilang tadi, aku tertarik pada kepribadianmu. Kamu sopan,manis dan tentunya kamu cantik" jawabnya.
Ku balas pernyataannya dengan senyuman dan ku peluk erat lelaki itu. Ia membalas pelukanku dan membisikkan kata kata yang membuat jantungku berdegup kencang.
"Aku mencintaimu,putri.."
Semilir angin malam berhembus,bintang berkelip seakan menyetujui kami bersama. Malam ini, 3 Februari 1963 aku dan Lelaki khayalanku ini resmi menjadi sepasang kekasih hehe. Aku sangat bahagia hari ini.
~
~
Sinar matahari menusuk mataku dari jendela kamar. Ku terbangun dan melirik jam menunjukkan pukul 08.00.
"Gawat! Sudah sangat siang" kataku sambil beranjak dari tempat tidur dan mengambil handuk. Langkahku terhenti ketika buket bunga mawar yang indah berada di meja sisi tempat tidurku.
"Selamat pagi, Kekasihku"
-Pierre A Tendean
-1963Ku tersenyum sumringah dan memeluk buket itu. Ah dia sangat romantis!
[ Pierre POV ]
Rasanya benar benar seperti mimpi. Setelah aku hidup 26 tahun ini, baru kali ini aku menyatakan cinta pada seorang gadis belia berumur 18 tahun. Umur kami memang jauh, dan ku tahu itu. Namun perasaanku ini benar benar tak bisa di bohongi.
Pagi ini, aku harus pergi bertugas ke istana untuk mewakilkan Pak Nas. Ku pasang sepatu dan siap berangkat. Kamarnya dengan kamarku bersebrangan. Tepat di tengah tengah adalah taman yang biasa kami berdua mengobrol tiap malam. Subuh tadi, aku simpan buket bunga di kamarnya sembari ku tutup rapat pintu kamarnya. Hmm.. kebiasaan. Ia selalu saja membiarkan pintu tidak tertutup rapat. Oiya.. Aku harap ia menyukai bunganya. Ku berdiri tepat di depan jendela kamarnya dan terlihat ia sedang memeluk buket pemberianku. Ku tersenyum dan tak lama ia masuk ke kamar mandi dan bergegas mandi.
"Mas Pierre" panggil seseorang dibelakangku
"Oh mbok" jawabku sambil tersentak yang ternyata itu Mbok Mirah.
"Kalian saling suka ya.. Kalian berdua cocok" kata Mbok mirah sambil sedikit bercanda
"Haha..Mbok ini. Yasudah aku harus pergi. Tolong jaga dia ya mbok" jawabku.
"Siap mas pasti" jawab Mbok Mirah.
Ku bergegas pergi.
Hari ini aku sangat senang. Aku pikir gadis itu akan menolakku karena umur kami terpaut jauh tapi ternyata ia memiliki perasaan yang lebih besar terhadapku.
Aku tidak akan menyia nyiakannya..[ Pierre POV End ]
[ Rachel POV ]
Menjadi kekasih Pierre sepertinya menjadi tugas yang berat bagiku. Haha bagaimana tidak lelaki itu banyak di gandrungi kaum hawa tak terkecuali anak anak pejabat. Namun, aku sepertinya wanita yang paling beruntung diantara wanita wanita itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Lelaki itu..Pierre
Historical FictionSeorang gadis yang gemar melukis bernama Rachel. Belakangan ini, Ia sering melukis seorang lelaki yang diketahui bernama Pierre Andries Tendean. Siapa Pierre? Entah. Wajahnya selalu terbayang dalam pikirannya selalu datang dalam mimpinya. Berminggu...