Seorang gadis yang gemar melukis bernama Rachel. Belakangan ini, Ia sering melukis seorang lelaki yang diketahui bernama Pierre Andries Tendean. Siapa Pierre? Entah. Wajahnya selalu terbayang dalam pikirannya selalu datang dalam mimpinya. Berminggu...
Pagi ini sangat menyebalkan. Kenapa tidak? Hujan deras mengguyur kota Jakarta. Sampai-sampai aku ingin menarik selimutku kembali.
"Rachel...chel" teriak mama dari ruang makan
"Iya ma? apa sih?" keluhku.
Di keluarga ini, aku hidup dengan Mama, Papa, dan kakak perempuanku bernama Lisa.
Aku duduk di kelas 2 SMA sedangkan kakakku kuliah di salah satu Universitas bergengsi di Jakarta Selatan. Aku memiliki kegemaran melukis. Entah, padahal mama dan papa tidak suka melukis haha kakakku kerjaannya hanya melihat idola k-popnya. Bosan!
"Sayang, kita sarapan dulu yuk" kata mama dari balik pintu.
"Iya ma aku keluar ini" kataku sambil mengambil tas sekolah karena pagi ini mau tidak mau aku harus sekolah. Suara mamaku tak terdengar lagi mungkin sedang membangunkan si Lisa pemalas itu. Aku menuruni tangga satu persatu sambil memainkan handphoneku.
"Ayo kita sarapan. nanti kamu telat loh" kata papa yang sudah duduk di meja makan sambil mengoleskan selai ke rotinya.
"Iya pa" kataku.
Aku menyimpan handphoneku di meja makan dan tiba tiba menyala. Papa melihat ke handphone ku dan berhenti menggerakan tangannya yang sedang mengoles selai.
"Wallpaper hp pacar kamu itu?" tanya papa.
Aku menoleh ke arah papa dan tersenyum.
"Belakangan ini aku sering mimpiin dia pah" kataku
"Iya siapa dia?" tanya papa lagi
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku memandangi layar handphoneku sebelum menjawab pertanyaan papa.
" Pacar kamu ya" kata papa lagi
" Dia laki-laki impianku pa. Berkali kali aku mimpi dia tapi aku gak tau siapa dia" jawabku.
Papa mengerutkan dahinya.
"Terus kamu dapat foto itu darimana?" tanya papa lagi
"Aku melukisnya di iPad-ku pah. Kurang lebih visualnya seperti ini. Andai saja nyata, aku pasti akan meminta papa menikahkan aku dengannya" kataku sambil tersenyum sembari memandangi foto lelaki itu.
Papa tersenyum sambil menggelengkan kepala.
"Halusinasi kali" sahut kakakku dari belakang.
Aku asyik menyantap rotiku yang hampir setengahnya habis.
"Pa, dia halu kali" katanya lagi.
Aku mengambil tas ku dan bergegas pergi ke sekolah karena aku malas dengan kakakku itu. Cerewet!