"Kenapa kamu disini?"
"Aku mau berbicara"
"Tau dari siapa aku disini?"
"Bunda"
"Bahkan bunda berpihak pada mu Zi"
"Berpihak apanya? aku ingin meluruskan semuanya, Han"
"Karena memberi tahu keberadaan ku, padahal aku sudah bilang jangan memberitahu mu karena aku tidak mau melihat mu"
"Izinkan aku meluruskan semua nya, Jihan"
"Meluruskan apa? Bahwa benar kamu lebih memilih jelita?"
"Jihan..."
Ia tidak menjawab hanya memandang lawan bicaranya dengan mata yang berkaca-kaca dan memerah.
"Jelita mabuk waktu itu, aku membantunya pulang itu saja"
"Bagaimana dengan ciumannya? tidak sengaja?"
"Dia mabuk jihan, dia mencium ku lebih dulu"
"Kalian sama sama salah, karena kamu juga menikmatinya bukan?"
Suaranya serak menahan teriakannya air mata nya sudah mengalir begitu saja dari tadi.
Fauzi diam dia kalah dan dia memang salah.

KAMU SEDANG MEMBACA
Jejak
RomanceKisah ini bukan lah kisah yang ditunggu kelanjutannya karena yang kau sebut kisah, sudah tidak lagi menjadi kisah. Dimana kamu berbaik hati bersedia mendengarkan isi hati sang penulis, ini hanya jejak dari banyak nya kisah yang sudah di tuliskan ol...