Kirito POV
Malam hari pun terjadi. Setelah aku berlatih bersama teman teman ku, Kami semua kembali ke kamar dan pergi untuk istirahat. Aku udah selesai mandi dan aku juga gak ngantuk. Karena aku gak ngantuk, Aku memutus kan untuk jalan malam saja. Aku sekarang berada di lorong sekolah sedang mengamati bulan sambil berjalan. Aku merasa sangat tenang sekali dikarenakan ini sudah jam 10.45 malam yang kemungkinan sebagai murid pasti ada yang tertidur.
"Kamu sedang apa disini?"
Pergerakan ku berhenti disaat aku mendengar kan suara seseorang perempuan. Suara yang merupakan pertanyaan pasti mengarah ke arah ku dikarenakan cuma aku saja disini. Aku memalingkan Pandangan ku ke arah perempuan berambut hitam dengan sedikit warna merahnya. Tentu saja dia adalah Ruby.
"Ruby? Apakah kamu gak tidur?"
Aku bertanya kepada Ruby
"Aku gak bisa tidur, Tau"
Ruby menjawab pertanyaan ku dengan santai
Ruby berjalan disaat pertanyaan ia selesai. Setelah perempuan berumur 15 tahun ini berada di samping ku, aku mulai mengerakkan kaki ku untuk berjalan. Sekarang Kami berdua berjalan di lorong bersamaan sambil memandangi bulan yang mulai hancur satu persatu.
"Indah sekali yah"
Aku mendengar Ruby mengucapkan sesuatu.
"Hahaha...kamu benar"
Aku menjawab pertanyaan Ruby dengan santai. Lalu, aku melihat ke arah Ruby dan melanjutkan kalimat ku.
"Walaupun bulan nya hancur, Tapi itu masih indah kan?"
"Tentu saja"
Jawab Ruby dengan ketawa khas perempuannya
Aku melihat ke arah Ruby sekali lagi. Andaikan saja diri nya disinari oleh indahnya cahaya bulan, itu sangat cantik sekali. Disaat aku melihat ke arah Ruby, Aku ingin mengeluarkan satu pertanyaan yang ingin aku katakan. Tapi, aku sedikit gugup akan hal tersebut, Jadi aku memutuskan untuk bertanya dengan normal saja
"Hey Ruby... bisakah kita berke..."
Sebelum melengkapi kalimat ku. Aku sadar dengan ucapan ku. Karena hal itu, aku mengeluarkan batuk sedikit sambil melanjutkan pertanyaan ku.
"Maksud ku berjalan bersama di Vytal Festival nanti?"
Yap... sangat normal sekali Kazuto. Bagi orang yang mempunyai otak normal, Ajak seseorang perempuan untuk berjalan bersama, Sama aja seperti mengajak perempuan untuk berkencan. Aku melihat ke arah Ruby yang wajah nya memerah. Aku bingung apa maksud dari wajah tersebut. Tapi...
"Baiklah"
Aku melihat ke arah Ruby yang membalikkan pandangan nya sambil menjawab setuju. Aku sangat senang, dan secara tak sadar aku memegang tangan Ruby sambil mengatakan.
"Ok...Kita akan berjalan bersama besok"
Setelah mengucapkan kalimat ku, aku melihat Ruby yang masih memalingkan pandangannya kehadapan ku. Lalu, tanpa pikir panjang, Ruby berlari sambil mengatakan.
"Baiklah!!!!"
Aku bingung kenapa dia mengucapkan kalimat yang sama?. Yah lupakan, Aku pun melanjutkan perjalanan ku untuk menikmati pemandangan ini sehingga aku teringat bahwa PR ku belum selesai. Mengetahui hal tersebut, Aku langsung berlari menuju kamar, Tapi pergerakan ku terhenti oleh sebuah Suara yang mengatakan.
"Aku mengerti. Kamu mengajak nyonya Rose untuk berjalan yah"
Mendengar ucapan tersebut, aku langsung terkejut dan melihat siapa yang berbicara tadi. Dan pelaku nya adalah Professor ozpin. Ozpin sekarang hanya melihat ku sambil meminum segelas kopi panas nya dan disamping nya, Tentu saja wanita galak si Glynda Goodwitch.
"O.o.o.o.o.o. Ozpin! Glynda! Kenapa kamu disini?!"
Tanya ku
"Jangan panggil kami begitu!"
Ucap Glynda sambil memukuli kepala ku
"Aduh!"
Ucap ku kesakitan
"Walaupun Kita pernah melaksanakan misi bersama! Tapi sekarang kamu adalah murid disini! Jadi jaga sikap mu! Vigilante!"
Ucap Glynda sambil mengejek ku dengan memanggil ku Vigilante
"Aku mengerti! Lagi pula! Apakah kalian ingin membahas insiden di Forever fall?!"
Tanya ku
Seketika suasana disini mulai sepi. Dalam kata lain, pertanyaan ku tadi merupakan sesuatu yang bakalan menjadi topik di pembicaraan ini. Aku dan Kedua Professor ini berjalan bersama di lorong sekolah. Aku mengenal mereka berdua dikarenakan kami pernah menjadi Satu team sementara dalam melaksanakan misi sama seperti aku yang berkerja sama dengan pryyha.
"Orang bernama Exe itu, Sepertinya dia punya dendam pribadi dengan mu"
Ucap Ozpin
"Justru sebaliknya"
Ucap ku yang mengoreksi ucapan ozpin
"Aku mengerti. Ok Mari kita balik ke topik utama kita. Menurut informasi yang ku dapatkan tentang dia. Exe merupakan sesosok hantu yang berkeliaran di Di Signal academy. Tapi semenjak insiden tersebut, keberadaan nya gak ada"
Ucap Ozpin
"Apakah insiden di Forever fall atau..."
"Yang ozpin maksud adalah kematian summer"
Ucap Glynda yang memotong Kalimat nya ku
Setelah mendengar jawaban tersebut, aku langsung terdiam sebentar. Aku melihat ke arah Glynda sambil mengatakan.
"Maksud mu summer udah gak ada?"
Tanya ku
"Apakah kamu mengenal summer?"
Tanya Ozpin
"Tentu saja. Aku bertemu dengan nya 4 bulan yang lalu. Dia merupakan Guru ku"
Jawab ku
Setelah memberikan jawaban ku, kedua Professor melirik ke arah ku dengan tatapan terkejut. Pasti ini soal summer.
"Apakah summer masih hidup?"
Tanya Ozpin
"Tentu saja! Emang kenapa?"
Tanya balik ku setelah menjawab pertanyaan ozpin tadi
"Summer udah meninggal. Mayat nya pun udah ditemukan. Jadi Bagaimana mana kamu bisa bertemu nya?"
Tanya Glynda
"Kemungkinan ini berhubungan dengan menarikan jiwa"
Aku dan Glynda melirik ke arah ozpin yang memberikan teori nya.
"Kemungkinan kamu benar"
Ucap Glynda
Setelah mendengar kan teori dari ozpin. Aku langsung teringat sama buku yang tertulis tentang insiden penarikan jiwa. Fenomena unik ini terjadi 7 bulan yang lalu dalam kata lain 2 bulan setelah aku datang ke dunia ini. 7 bulan yang lalu, terdapat seorang pria yang bertemu seseorang yang mirip sekali dengan orang yang pernah meninggal dunia 17 tahun yang lalu. Bukan cuma penampilan, Status, dan Nama pun sama. Seseorang yang dianggap meninggal Tersebut mengatakan bahwa diri nya bertemu seseorang yang membuat jiwa nya terpisah dari tubuhnya. Setelah itu, Kejadian ini dinamakan penarikan jiwa.
Setelah mengingat Tentang fenomena yang ku baca dari buku tersebut. Aku memutuskan untuk balik ke kamar ku, Tapi aku langsung mendengar pertanyaan dari ozpin.
"Apakah kamu tahu tentang Ruby?"
Tanya Ozpin
"Maksud mu Ruby adalah Anak nya?"
Tebak ku
"Dari mana kamu mengetahui nya?"
Tanya Ozpin
"Aku mengetahui nya berkat nama terakhir mereka yang sama sama Rose"
Jawab ku
"Hehehe begitu yah. Jadi selamat tidur. Tuan Kirigaya"
Ucap Ozpin
"Bye bye Professor"
Jawab ku sambil balik ke kamar ku
Setelah percakapan kami selesai. Aku langsung ke kamar ku dikarenakan udah lelah. Setelah berada di kamar, aku menggunakan piyama ku dan berbaring di kasur. Disaat aku terbaring, Aku langsung mengingat pertemuan ku dengan guru ku
The end
Terimakasih sudah membaca cerita ini. Kalo ada kata kata yang kurang atau tidak jelas,
saya mohon maaf
Saya Caster dan bye bye
KAMU SEDANG MEMBACA
Black swordman in Remnant
Fantasy[CERITA INI MERUPAKAN CERITA FANFICTION SAJA TIDAK ADA HUBUNGAN NYA DENGAN YANG ASLI] Black swordman.....sebuah pendekar pedang yang menggunakan penampilan serba hitam. Banyak orang orang yang tertarik dengan kemampuan black swordman ini termasuk ke...
