Kring... Kring... Kringggggg. Bunyi alarm menujukan pukul 05.00 wib. Dan itu artinya sudah subuh. Dinda langsung mengulet tubuhnya, lalu duduk sebentar untuk menetralkan aliran darahnya.
Setalah itu ia beranjak, untuk membereskan tempat tidur. Dan mengambil handuk.
Selesai ritual mandi, Dinda segera sholat. Inget, Dinda anak yang tidak pernah tinggal sholat 5 waktu kecuali "Hari Istimewa nya Wanita".
Kemudia Dinda langsung memakai baju saragam sekolahannya. Ia tak memikirkan lagi keadaan keluarga di rumahnya.
Yang ia pikirkan bagaimana, ia bisa dapat membanggakan kedua orang tuanya. Mungkin ia terlalu muak dengan hal yang berbaur dengan kekerasan. Hingga akhirnya ia mengabaikannya.
~~~~~
Sekarang ia sudah berada di sekolah tercintanya, tempat yang jauh lebih baik dari pada rumahnya.
Berhubung Dinda datangnya terlalu pagi, alhasil tidak ada orang yang berlalu lalang sekalipun. Dan untuk mengisi kebosanannya Dinda membaca buku.
Bel masuk berdering, menusuk rongga telinga yang membuat siapapun tersenyum hambar bahkan ada yang mukanya di tekuk.
Pelajaran pelajaran yang sangat memberatkan pikiranpun sudah terlewati. Dan kini, masuk ke dalam jam kosong.
Karna guru yang mengajar di kelas Dinda, tidak dapat hadir dan lebih hebatnya gurunya tidak memberikan tugas sekalipun. (Beginini murid-murid makin cinta sama guru yang jarang memeberi tugas)
Meskipun begitu Dinda tetap lah Dinda. Pelajaran no 1 yang lain di keduain bahkan di ketigain.
Setelah cukup bergelud dengan buku-buku. Maka Dinda ingin mengeluarkan buku notes di dalam tasnya.
Dengan lihainya ia merangkai kalimat-kalimat nan indah tapi menusuk kedalam dada.
Tanpa ia sadari air matanya juga sudah turun membahasi pipinya. Sahabat Dinda yang peka akan hal itu, langsung pada mendekat dan mencoba memberikan semangat buat Dinda.
Ya seperti biasanya, Dinda berpura - pura kembali menjadi tegar. Dan pandai memanipulasi kan keadaan.
~~~~~
Tak terasa bell sekolahan sudah nyaring kembali di telinga si pendengar. Menandakan pelajaran hari ini telah usai.
Yang dari tadi pagi mukanya di tekuk kini tersenyum sumringah karna bell pulang baru saja di bunyikan.
Seperti biasnaya mereka selalu berdesak-desakan untuk pulang terlebih dahulu.
Sepanjang koridor sekolah, Dinda hanya sendiri. Ia hanya sendiri, tak ada yang menemani bahkan sahabatnya sekalipun.
Bukan... Bukan mereka tidak mempunyai sisi empati pada Dinda. Tapi Dinda sendiri lah yang meminta kepada sahabatnya bahwa ia ingin sendiri.
Dengan pikiran yang campur aduk dan jalan yang tak tentu arah, kini Dinda menabrak seorang laki" yang postur tubuhnya lebih tinggi sih cowok itu.
Cowok itu berdesis. Dan Dinda langsung buru-buru minta maaf, sebab ia tau, ia salah.
Dan sialnya ia bertemu cowok itu lagi. Ntahlah ntah ini hanya sebuah kebetulan ada maksud tertentu dari pertemuan ini.
Rio langsung berdiri dan berkata "ia tidak apa apa, lain kali hati-hati ya"
"Soalnya akhir-akhir ini gue liat Lo suka murung dan sedih bahkan nangis bila ada cowok yang deketin Lo" ucap Rio yang super panjang.
Dinda hanya jawab "ia, sekali lagi maaf, dan jangan suka merhatiin aku diem-diem" ucap Dinda di barengi ketawa kecil.
~~~~~~
Setelah kejadian itu, Rio merutuki dirinya sendiri, kenapa bisa seceroboh itu. Dan kenapa gue ngomong panjang lebar gitu di hadapan tu cewek.
Pake mantra apa dia, bisa luluhin sikap dingin aku. Wahhh ini gak beres ni.
Kayaknya perlu ke dukun deh gue. Mana tau tu cewek ngejampi jampi gue, Kan bisa jadi. Soalnya aneh banget, bisa ngomong sepanjang itu ke cewek yang jarang sekali gue sapa bahkan gak pernah menyapa.
Dihh pasti tu cewej pake pelet. Gue yakin, kalo gak pake pelet, tidak mungkin saya seperti ini, seperti ornag gila.
Begitulah ocehan yang terus di keluarkan Rio dalam bibir nya.
"Setidaknya, aku telah mengukirkan sebuha senyuman kecil yang berhasil membuatmu tersipu malu"
" Aku harap, aku adalah orang yang tepat untuk membuatmu kembali bangkit Din"
"Maaf aku telanjur menyukaimu dan memperhatikanmu secara diam-diam"
"Bahkan aku tau keluargamu seperti apa sekarang, aku berjanji bahwasannya aku bakalan bisa nyatuin kembali hubungan keluarga Lo dengan ortu Lo Din"
~Rio Anggara~
~~~~~~~~~~~~~~~~
Hallo sahabat seutas ceritaku. selamat membaca, semoga makin betah ya sama cerita " seutas ceritaku."Maafkan Mimin yang jarang banget buat update, karna ada satu dan lain hal.
Jangan pernah bosen ya.
Tetap dukung cerita ini. Jangan lupa vote dan komen.
Karna saran dari kalian sangat lah penting.
Maaf juga suka typo:'(
Nah ada kabar gembira loh, kalo ga ada halangan insyaallah Mimin bakalan update tiap hari ya❣️
Love you all

KAMU SEDANG MEMBACA
SEUTAS CERITA KU
Genç KurguReina Adinda, seorang yang paling pendiam dan paling pintar seantero sekolahan. namun ia mempunyai sisi kelam yang sangat menyakitkan. Hingga suatu kejadian itu membuat ia trauma untuk berdekatan dengan laki-laki. Rio Anggara, seorang yang dingin n...