1.

24 3 0
                                    

Pagi yang Indah memancarkan sinar mentari yang membuat siapa saja mendapatkan sinarnya, selalu bersyukur tiada henti.

~~~~

Pagi ini Rio berangkat ke sekolah dengan keadaan masih rapih, masih pantas untuk di bilang anak sekolahan lah, karna dasi juga masih pada tempatnya. Baju yang di masukan ke dalam celana, serta tali pinggang melingkar di pinggangnya menambah kesan ketampanannya.

Ia menaiki sebuah motor kesayangan nya. Setelah ia mencium tangan ayah dan mamanya, ia segera menancap gas ke sekolah dengan motor ke sayangannya.

Setelah ia sampai ke sekolah, bayangan yang seperti tadi pagi itu sirna. Sekarang Rio sudah acak-acakan. Lebih tepatnya sudah tak beraturan lagi pakaian yang ia kenakan. Baju yang sudah keluar, dasi yang terikat di kepala, serta tali pinggang yang sudah di lepas dan di letakan ke sembarangan tempat.

Mengapa rio seperti itu? Ya bagaimana tidak, rio diluaran sudah di cap bad, maka ia akan berubah menjadi bad sesungguhnya. Cowok yang pendiam, tetapi mematikan. Itulah julukan yang pas untuk seorang RIO ANGGARA, ketua geng Merpati.

Setelah ia turun dari motor kesayangannya. Kini Rio berjalan menyusuri koridor sekolahan nya. Tak luput dari penglihatan anak cewek, seketika mereka tersenyum dan secara terang-terangan berkata bahwa Rio adalah cowoknya. Dasar cewek aneh.

Rio pun berjalan menuju kelasnya dengan sangat santai. Ya bagaimana tidak santai, jika bel masuk saja berbunyi sekitaran 30 menit lagi.

Ya begitu lah rio, walaupun bad, tapi untuk urusan masuk sekolah tidak pernah telat. Patut di contoh (hehehhe)

Jangan pernah tanyak, apakah rio pernah tersenyum? Jawabannya jarang sekali. Ya bagaimana tidak, orang sikap dia aja membuat orang lain arogan mendekatinya. Kecuali para cewek-cewek stress, yang menganggumi nya.

Setelah rio berjalan sekitar 10 menit dari parkiran ke kelasnya, kini rio sampai dengan keadaan selamat walafiat. Rio segera menuju ke bangku nya, dan mendudukkan bokongnya ke bangku yang tempat ia duduki.

"Rio."panggil Stevan.
"Apa van?" balas rio.
"Eh bro, lo udah siap tugas bu tutik?" ujar stevan.
"Eh, anjir belum emang yang mana tugasnya dan kapan d kumpul?" tanggap Diky.
"Gue nanyak bukan sama lu goblok, gue nanyak sama rio, anjir buat emosi." jawab stevan.
"Udah."jawab rio.
"Serius lo udah yo?" Tanyak Stevan lagi.
"Ia." jawab rio, begitulah, singkat padat dan jelas bukan?
"Bagi-bagi dong anjir, jangan main tunggal." timpal diky.
"Hmm." sambil nyodori bukunya ke teman laknatnya.
"Makasih ya bro."ujar mereka serempak.
"Ia."jawab rio.

Emang rio gak ada udelnya, jawabnya kayak cewek lagi PMS. Singkat padat kurang di mengerti, karna suka ambigu gitu, hihihi.

~~~~~~~
Berbanding terbalik dengan dinda, yang dimana pagi ini begitu cerah. Malah kebalikannya, pagi ini begitu suram. Yang sangat menakutkan siapa saja yang mengalaminya.

Dinda berangkat ke sekolah menggunakan sepeda, ia mangayuh sepeda itu hingga berkilo kilo meter. Bukan keluarganya tak mampu untuk membelikan motor (kreta) bahkan mobil. Tapi Reina Adinda lebih memilih menaiki sepeda, agar ia bisa merasakan kebahagian nya sesaat, saat ia mengayuh pedal sepeda tersebut.

Kini sudah mengayuh Berkilo kilo meter, akhirnya ia sampai juga ke sekolahnya. Apakah ia penat? Jawabannya tidak. Karna lebih penat lagi melihat kedua orang tuanya selalu bertengkar dan menggunakan kata-kata kasar di depannya dan begitu terang-terangannya.

Apakah Reina Adinda tidak punya sahabat di kelasnya? Jawabannya punya, Reina punya 3 seorang sahabat yang selalu setia mensupport dirinya, di kala ia merasa terpuruk dan sangat jatuh.

Kini Ia sudah sampai di kelasnya dan duduk di Bangku paling pojok, yang di sambut dengan kegembiraan oleh ke 3 sahabatnya. Namun ia tidak menyambut kembali. Karna hatinya benar-benar remuk.

Bell masuk pun berbunyi di sepenjuru ruangan kelas. Menandakan bertempur dengan pelajaran akan segera di mulai. Maka dari itu ke tiga sahabatnya itu harus bisa menyiapkan mental, hati, pikiran, serta ocehan dari sang guru nanti.

~~~~~~~~~
Hallo guys, selamat membaca, sorry part kali ini kurang gereget. Serta banyak typo yang bertebaran. Mohon d maklumi ya:(

Bdw ada yang suka sama part ini gak?

Apakah Reina dan Rio satu sekolahan?

Apakah Reina bisa fokus saat pelajaran di mulai?

Mari ikuti part selanjutnya guys😍

Jangan lupa vote, komen serta share ke teman kalian. Kalo mau share🤣

Semoga kalian suka di part ini ya😍🤗

SEUTAS CERITA KUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang