7.

6 1 0
                                    

Hallo semuanya sebelumnya minal aidzin walfaidzin ya, mohon maaf lahir dan batin. Maaf banget lama updatenya karna ada kendala. Dan sebelumnya akum au ngucapin terimakasih banyak yang sudah setia untuk menunggu update-nya seutas ceritaku.

InsyaAllah kedepannya lebih konsisten lagi, biar

kalian lebih enak bcanya dan gak nunggu keamaan updatenya ya 😊

*****

Karena tidak ada yang bsa menjawab pertanyaan dari sang guru, maka mereka ber-tiga pun di masukan kedalam ruangan Bimbingan Konsling. Semuanya di hadapkan dengan sang guru BK, sedikit terkejut sang guru, sebab mereka bertiga bukan ketahuan cabut atau lain halnya. Melainkan mereka bertiga tidak bisa menjawab pertanyaan dari sang guru yang mengajar di kelas mereka.

Lantas sang guru pun mengajak mereka berbicara,

kok kalian tumben masalahnya beda? Biasanya Rio bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan oleh sang guru pengajar, tapi kali ini kok tidak? tanya sang guru BK

ibu kan tau, kalo kami berdua ini emang bodoh dalam hal akademik dan akademis tapi tidak dengan ketampanan kami buk jawab steven

saya tidak perduli untuk hal ketampanan kalian, emangnya kalian tampan gitu? Tidak sama seklai, yang ada orang yang di dekat kalian malah takut, karna BAD-nya kalian ujar sang guru BK.

Rio hanya memperhatikan perdebatan kecil itu yang berlangsung selam 25 menit, yang mana pembahasannya itu selalu memperdebatkan ketampanan dan kegantengan mereka tidak luput dengan ke BAD-nya mereka.

Hingga akhirnya Rio angkat bicara, Mohon maaf sebelumnya buk, kami kesini ingin di proses karna kami tidak dapat menjawab pertanyaan dari bu Elvina, yaitu ertanyaan dari sang guru sejarah, jika ibu tetap adu mulut sama teman saya, terus kami kapan di prosesnya? Atau kami ini di bebaskan dalam khasus ini?

Tidak heran, bukan Cuma sang guru yang tercengang liat Rio berbicara Panjang lebar seperti itu, tapi kedua temannya juga sudah ke- Dua kalinya mereka terkejut dengan respon Rio yang notabenya irit berbicara.

*******

Setelah kejadian yang kurang lebih 45 menit di dalam ruangan BK, kini mereka berada di dalam kantin tempat mereka biasa berkumpul.

Rio hanya diam dan senyum memandangi salah satu di ratusan manusia yang berada di dalam kantin tersebut. Ia tersenyum, karna ia bisamelihat wajah sang empu yang ia cintai tersenyum Bahagia, tanpa raut ketakutan dan kesedihan.

Tunggu-tunggu apa itu tadi? Wajah sang empu yang ia cintai? Apakah ini gak salah? Aduhhh, apa apaan ini, tidak-tidak pikirannya lagi gak bener. Tapi pikirannya gak benar kenapa jantungnya yang berdebar? Ahh ntahlah.

Reina datang dan menghampiri Rio and the geng, makin berdebar jangungnya sih Rio udah gugup setengah mati, tapi dia bisa menyembunyikannya itu semua.

Hai kita ketemu lagi, untuk sekarang dan seterusnya lo jangan pernah bosen ya ketemu gue dan sahabat-sahabat gue kata Reina.

Dalam hati Rio Demi apapun gue gak bakalan pernah bosen liat lo re, gue gak tau ini beneran rasa cinta dan suka ke elo atau Cuma rasa kagum doang dengan lo

oiya hai, Kembali re ucap Rio,

Gue sama sahabat gue boleh duduk di sini? kata reina

Boleh kok, silahkan duduk din ucap Dicky.

sebelumnya terimakasih banyak dan maaf kalo kemarin itu aku sempat takut sama kalian ya Ucap Reina

iya selow aja kali ucap Steven.

Mereka semua pun saling bertukar cerita dan saling berbaur satu sama lain.

******

Hallo semuanya, sebelumnya dara mau ngucapin terimakasih banyak ya,

Kalua mau next jangan lupa komen ya sayang-sayangnya aku

Sekali lagi minal aidzi walfaidzin mohon maaf lahir dan batin semuanya

SEUTAS CERITA KUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang