Dada yuta turun naik meraup udara masuk kedalam paru-paru,matanya melihat dunia putih beberapa saat dan kembali kedunia nyata,pandangan sayu yuta menatap wajah winwin yang terlihat tersenyum .
"kurasa takdir begitu membenciku yuta,dimana saat aku mendapatkan cintaku disaat itu juga aku terpaksa memilih" ucap winwin membelai surai yuta.
"win..." ucap yuta memegang tangan winwin .
"kau tidak mengerti yuta ,renjun memerlukan aku disini nya dan aku memerlukan harta kekayaan isteriku untuk hidup "
"uhuk..uhuk..."
Tiba-tiba saja dada yuta sedikit perih,batuknya tidak henti-henti hingga leher nya menjadi sakit.
"win...sa..sakit..ini" ucap yuta menunjuk dada nya,sedangkan yang diberitahu hanya diam mengeluarkan air mata.
Setiap saat bertambah,sakit di dada yuta semakin bertambah.perlahan nafasnya menjadi semakin susah hingga yuta dengan susah menarik nafas..
"erk..sa..sakit..win..sakit..ini..sakit..win"
Dengan cepat winwin memeluk tubuh yuta dengan erat ,perasaan ny bercampur didalam hati,perasaan sakit yuta sepertinya bisa dia rasakan saat itu juga.
"beginika rasa mencintai seseorang...hiks..yuta..maaf..aku terpaksa melakukan ini .. Yuta..maaf ,mereka akan membunuhmu juga .."
Hangat.tiba-tiba winwin merasa hangat seperti dipeluk seseorang dan yutalah yang membalas pelukan nya.
"yu..meng...erti...winn...yu..faham...teri..ma..uhuk..kasih..menjaga..yutaa..selama ini" ucap yuta dan langsung memuntahkan darah .
Winwin tidak memperdulikan rambut dan bajunya yang terkena darah yuta.pelukan kali ini lebih berharga buat winwin,pelukan terakhir seseorang yang sudah mengisi hati dan perasaan nya.
"yu??" ucap winwin merasakan pelukan yuta semakin kurang.
"yuta...men..cintai..winwin ...sela..ma..nya.." ucap yuta menutup mata untuk seumur hidup nya..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.