#031 Lord Rossen

3K 639 103
                                        

Orang yang katanya harus ditemui oleh Niki dan Euijoo itu rupanya adalah seorang bangsawan. Dapat dilihat dari dimana kereta kuda mereka berhenti; sebuah mansion yang besar dan indah. Dari ukuran bangunan dan interiornya, bangsawan ini pasti sangat kaya raya.

Mereka diarahkan ke sebuah ruangan berisi meja makan yang panjang dengan dekorasi bunga bakung di tengah.

Kebetulan sekali mereka belum makan malam. Para pelayan menghidangkan sepiring steak untuk mereka. Rodric mengatakan bahwa kedua bawahannya adalah anak di bawah umur, jadi para pelayan itu mengganti wine-nya dengan jus.

"Lord akan masuk setelah Anda menyelesaikan makan. Silahkan nikmati waktu Anda, saya permisi,"

Niki menggerutu dalam hati, "Kalau dibilangi begitu, makannya jadi buru-buru, dong. Gak ada nikmatnya sama sekali."

"Niki," tegur jenderal, "Perhatikan ekspresi wajahmu."

Rupanya, meskipun Niki tidak mengatakan hal itu keras-keras, air mukanya masih terlihat tidak menyenangkan.

"Maaf."

Setelah mereka menyelesaikan makan, seorang pria memasuki ruangan. Perawakannya tinggi dan gagah. Rambutnya hitam dan pakaiannya sangat indah dilihat. Kalau boleh dikatakan, dia adalah sesosok gentleman yang diidamkan oleh banyak wanita.

"Ada urusan apa jenderal yang terhormat datang ke sini malam-malam?"

Eh? Niki menoleh pada jenderal spontan. Jadi, jenderal yang datang ke sini bukan disuruh datang? Kalau begitu, kenapa dia bisa nyaman sekali makan di rumah orang?

"Anda bisa anggap kami menumpang makan karena kebetulan sekali restoran yang kami kunjungi tadi membiarkan seekor babi makan di atas meja," jawab Rodric.

Pria yang duduk di seberang meja mereka tertawa keras, "Jenderal masih saja suka bercanda. Jadi, apakah babi itu yang membawa Anda sekalian ke tempatku?"

"Mereka berdua adalah bawahan kepercayaan saya. Mereka sangat loyal dan punya kemampuan yang hebat, sudah bergabung di militer sejak usia muda, mampu menggunakan pusaka. Cerdas serta punya wawa–"

"Hei, Rodric. Aku bukan asuransi yang bisa kau gadaikan," pria itu memotong perkataan Rodric. Senyum ramahnya hilang, tergantikan oleh tatapan dingin yang menusuk.

"Perdana menteri punya rencana yang sangat berbahaya. Bila kita tidak menghentikannya–"

Lagi-lagi perkataan Rodric dipotong, "Kita? Aku tidak tahu apakah kau menentang perdana menteri atau tidak, yang jelas kau juga tidak ada di pihakku."

"Kau!" Niki yang geram karena perkataan jenderal terus menerus dipotong dengan tidak sopan, menerjang cepat ke arah orang itu. Tapi, entah kenapa kakinya tiba-tiba terhenti dan tubuhnya sama sekali tidak bisa bergerak.

"Inikah hasil dari fasilitas yang kau agung-agungkan itu? Mereka berdua ini? Kau bilang mereka sangat loyal. Loyal pada siapa? Padamu? Jangan main-main denganku"

Pria itu menjentikkan jarinya sehingga Niki bisa bergerak kembali. Namun, sedetik kemudian Niki menggeliat di atas lantai dan berteriak kesakitan.

"Niki!" Euijoo menghampiri Niki tapi sama sekali tak tahu bagaimana dia bisa membantunya.

"Tentu saja aku peduli dengan rencana perdana menteri, tapi aku tidak peduli padamu. Kalian itu sama saja," kata pria itu lagi, "Aku sudah banyak bertemu dengan orang sepertimu yang melakukan apa saja untuk menyelamatkan dirinya. Bila kau pikir kau bisa menggantungkan hidupmu dan anak-anak ini padaku banyak hal yang kau lakukan padaku, sebaiknya kau tahu diri."

Melihat Niki yang berteriak semakin keras hingga wajah dan lehernya memerah, Rodric menghela napas, "Baiklah, saya menyerah. Tolong lepaskan dia."

Dalam satu jentikan, kesakitan Niki mereda dan anak itu langsung pingsan.

CLANS| ENHYPEN ft. I-LANDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang