Melepas Kerinduan III.

142 90 71
                                        

Hari semakin sore. Dan sore pun perlahan tenggelam menjadi malam. Sama seperti pesan yang saya kirim untuk Nadhira, tenggelam begitu saja tanpa balasan. Melepas kerinduan Aletta yang terpendam selama ini. Menghabiskan waktu dengan semua rasa.

----------

Setelah banyak bercerita dan bernyanyi diiringi dance bersama, saya dan Aletta tertidur dengan pulas. Sampai tidak terasa sore sudah tenggelam berganti malam.

"Al... bangunnnnn," ucap saya teriak tepat di telinga Aletta yang berada di samping saya.

"Hmmmmm.... nanti dulu ahhhhh," jawab Aletta mengubah posisi tidur membelakangi saya, ditambah menutup telinga nya menggunakan bantal.

"Katanya mau bawa saya keliling Bandung," ucap saya menagih janji Aletta.

Aletta tidak menjawab nya.

Saya beranjak dari tempat tidur, kemudian berdiri dihadapan Aletta. Mencubit hidung Aletta agar susah bernafas. "Ayooo mau bangun atau engga?" tanya saya meledek Aletta.

"Antaaaaaa," Aletta teriak sambil berontak menggelengkan kepala nya yang mencoba untuk terlepas dari cubitan saya.

"Hmmmmm.... ayooo bangun, emang enak," ucap saya sambil menahan tawa dan masih mencubit hidung nya.

"Iyaaa iyaaa ini aku bangun ihhhh," ucap Aletta dengan kesal.

Saya melepaskan cubitan dari hidung nya. "Nah gitu dong bangun, sini saya bantu," ucap saya menawarkan bantuan untuk Aletta duduk di atas tempat tidur.

"Nih," ucap Aletta dengan ketus dan menjulurkan kedua tangan nya.

"Ughhhhh..... dasar anak manja," ucap saya mengelus rambut Aletta dan membantu nya untuk duduk.

"Emang sekarang jam berapa?" tanya Aletta.

"Tuhhh," saya mengerucutkan bibir ke arah jam dinding yang ada di kamar menunjukan jam 19.00 WIB.

Aletta melihat jam dinding.
"Yaudah ayuk mandi dulu, biar keliatan fresh," ucap Aletta yang mulai beranjak dari tempat tidur.

"Buah supermarket kali ah, fresh," ucap saya yang kemudian duduk di tempat tidur sedangkan Aletta baru saja beranjak.

"Ayuk dong, kenapa kamu malah duduk?" tanya Aletta.

"Lah emangnya kita mau mandi bareng?" sahut saya meledek Aletta.

Aletta yang mendengar jawaban saya, tanpa pikir panjang langsung mencubit mulut saya. "Kebiasaan mulutnya," ucap Aletta dengan gregetan.

"Mmm.... mmm...." saya berusaha melepas cubitan Aletta.

"Emang enak gantian," ucap Aletta melepaskan cubitan nya, ditambah menjulurkan lidah nya.

"Aduhhhhhh sakit tau Al. Lagipula saya juga cuman nanya, siapa tau kamu mau," ucap saya yang masih meledek dan tangan kiri memegang mulut yang baru saja dicubit Aletta.

"Dih mau dicubit lagi yaaa mulutnya," ucap Aletta yang masih gregetan diikuti gerakan tangan yang mengarah ke mulut saya.

"Engga Al bercanda, ilahhhh," ucap saya menepis tangan Aletta, sambil tertawa.

"Kamu kalo mau mandi di bawah aja," ucap Aletta yang berjalan keluar dari kamar.

"Iyaaa nanti saya ke bawah," ucap saya pelan.

Menunggu niat mandi yang belum juga datang, saya beranjak dari tempat tidur. Mengambil remote dan langsung menyalakan TV.

Aletta yang mendengar volume TV, langsung memberhentikan langkahnya. Lalu, menoleh ke arah saya dengan tatapan tajam, seraya berkata. "Aku selesai, kamu juga harus selesai loh Taa!!!"

Mencintai Dalam Diam.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang