Berharap Bertemu.

281 167 216
                                        

Sejak bertemu denganya kemarin di lift. Semalaman saya tidak bisa tidur dengan pulas. Selalu teringat manusia sempurna itu. Menumbuhkan rasa penasaran dan rasa ingin tau lebih dalam tentang dia.

----------

Suara alarm membangunkan saya dari tidur yang tidak pulas, saat itu jam 04.30 WIB. Saya bergegas bangun dari tempat tidur, lalu mematikan alarm yang berdering sangat keras. Melangkah menuju kamar mandi dan membasuh muka agar lebih segar.

Setelah membasuh muka, saya segera menyiapkan bekal untuk hari ini. Membuat nasi goreng dengan semua resep dari Alm.Ibu yang pernah mengajarkan bagaimana cara membuatnya. Saya membuatnya dengan penuh rasa, penuh juga isinya. Ada telor mata sapi, sosis, bakso, serta tidak lupa bawang goreng. Jadi teringat sosok Ibu yang berkerja keras sendirian semasa hidupnya. Setelah Bapak memutuskan untuk menikah kembali disaat saya berusia 13 tahun pada waktu itu. Saya langsung mendoakan Ibu agar bahagia selalu di surga-Nya.

Bekal sudah siap dimasukan kedalam tas, kemudian saya mandi karena semuanya sudah selesai. Mandi sambil bernyanyi ala kadarnya.
"Byaarrrrr."
"Byuurrrr."
"Peluk erat tubuhku, sentuhlah jemariku."
"Rebahkan, sayap sayap patahmu."
"Uuuuuuuu."
Mandi sudah selesai, jam menunjukan pukul 05.30 WIB saatnya bersiap untuk berangkat menuju kantor. Dan tidak lupa membawa tas yang biasanya saya pakai untuk bekerja.

Saya pergi ke kantor menaiki angkutan umum disetiap pagi nya. Menunggu di halte, ditemani matahari yang memancarkan sinarnya. Serta ditemani hiruk-pikuk keadaan kota yang penuh dengan aktivitas para pencari rezeki demi keluarganya.

Tidak perlu menunggu lama, akhirnya bus kota yang akan mengantarkan ke kantor pun tiba. Saya melambaikan tangan seraya memberi kode kepada sopir bus untuk berhenti. Bus berhenti tepat di halte, dimana tempat saya menunggu. Menaiki bus dengan semangat dan beharap bertemu manusia sempurna itu lagi.

Karena terlalu bersemangat, saya tidak melihat ada plastik es di depan pintu bus.
"Gdubrakkkk....."
Saya terjatuh tersungkur ke dalam bus kota. Sementara penumpang yang lain menahan tertawa saat melihat saya terjatuh. Bahkan sopir bus dan kernek nya juga ikut menahan tertawa.

Berdiri dengan rasa malu karena sudah menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di dalam bus. Berjalan dengan muka tertunduk dan mencari tempat kosong yang paling dekat dengan posisi saya terjatuh. Lalu saya duduk dan menaruh tas dipangkuan.

"Lainkali hati-hati yaa mas," ucap manusia sempurna.

Saya langsung menoleh ke seseorang yang ada sebangku dengan saya. Dan ternyata dia manusia sempurna yang betemu di lift kemarin saat jam istirahat. Gugup melihatnya ada sebangku dengan saya pagi ini. Dia perempuan sempurna tetapi sederhana, sembari memakai earphone dan menikmati musiknya kala itu. Saya mencoba memberanikan diri untuk menjawab ucapan yang diberikannya.

"Maa.... maa.... makasih yaaa sudah mengingatkan saya," ucap saya tergagap.

"Iyaaa sama-sama mas," ucap
perempuan pelan.

Sebenarnya saya senang bertemu dengannya lebih cepat dibandingkan perkiraan saya yang akan bertemu di kantor. Tapi perasaan ini tetap berdebar cepat, kepala tetap tertunduk dan bibir tetap saja membisu.
"Apa ini rasanya jatuh cinta?" tanya saya dalam hati.

Selama dalam perjalanan menuju kantor, kita sibuk dengan kesibukan masing-masing. Saya sibuk bermain sosial media di handphone, dan dia sibuk mendengarkan lagu sembari mengistirahatkan matanya sebelum bus ini sampai didepan kantor. Pertemuan ini menjadi pertemuan kedua yang diam tanpa banyak kata-kata. Bahkan saya hanya bisa bilang "makasih", itupun berkata sambil gugup tidak jelas.

Mencintai Dalam Diam.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang