Melepas Kerinduan I.

217 148 112
                                        

Banyak cerita dari pertemuan kemarin. Saya sempat cemburu dengan laki-laki yang ternyata dia adalah Nathan, Abang dari Nadhira. Dan kemarin juga, Nadhira baru tau nama saya. Mendapatkan nomer handphone Nadhira di bus kota saat perjalanan pulang kantor.

----------

Hari ini adalah hari libur kantor. Biasanya saya habiskan untuk beraktivitas di rumah. Merapihkan se-isi rumah peninggalan Ibu. Rumah yang sudah lama saya singgahi se-dari kecil.

Dering telpon di handphone membangunkan saya jam 05.00 WIB. Hari yang masih sangat pagi bagi orang yang libur bekerja. Ingin seperti orang-orang lain yang libur bekerja, tetapi bangunnya siang hari.

"Haiiii... selamat pagi," ucap suara yang ada di telpon membangunkan dan menyapa saya pagi ini.

"Haiiii cantik... selamat pagi kembali," jawab saya dengan nada kondisi setengah mengantuk.

"Ihhhhh mentang-mentang hari libur, jam segini belum bangun yaa," suara itu meledek saya yang baru bangun tidur.

"Hmmm... yakan namanya juga hari libur, jadi mau bangun siang gitu," ucap saya dengan nada yang masih malas untuk bangun dari tempat tidur.

"Sana ahhh kamu bangun, terus cuci muka," suara di telpon berusaha membangunkan saya dari magnet dunia yaitu kasur.

"Iyaa nanti saya bangun, kamu ada apa pagi-pagi udah nelpon?" tanya saya dengan perasaan heran.

"Aku kangen sama kamu, bisa main ke Bandung hari ini?" tanya suara di telpon dengan nada yang sangat berharap.

Saya berkata, "Ihhhhh kebiasaan, suka mendadak banget yaaa kamu nih."

"Iyaaa soalnya nanti aku di rumah sendirian, jadi bakalan kesepian deh," ucap suara di telpon dengan nada yang masih berharap.

"Nanti saya kabarin ke kamu bisa atau engga, bukannya dari semalam ngasih tau nya," ucap saya dengan nada sedikit kesal karena mendadak.

"Iyaa maaf... nama nya juga orang kangen kan, lagipula aku juga kesepian nanti," ucap suara di telpon pelan.

"Yaudah nanti saya kasih kabar ke kamu," ucap saya masih sedikit kesal.

"Iyaa iyaa, yaudah sana kamu bangun," ucap suara di telpon berusaha membangunkan saya.

"Iyaaa ini saya langsung bangun," ucap saya sambil beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar.

"Yaudah aku tunggu kabar nya yaaa," ucap suara di telpon dengan nada yang cukup gembira.

"Iyaaaa nanti," ucap saya sambil berjalan menuju kamar mandi.

"Kamu bangun yaaaa, awas kalo malah tidur lagi!!" ucap suara di telpon memberi ancaman.

"Iyaaa bawelll," jawab saya dengan nada gregetan.

"Oke byeee," ucap suara di telpon mengakhiri perbincangan.

"Byeee," ucap saya dan langsung menutup telpon.

Berjalan menuju kamar mandi. Menaruh handphone di atas rak piring. Membasuh muka dan memakai sabun muka, dengan tujuan membuat diri agar lebih segar. Lalu, menggosok gigi dengan pelan-pelan, menjaga sikat gigi agar tidak lepas dari gengaman mulut dan tidak keluar menusuk ke hidung.

Mengambil handuk dan handphone, melangkah menuju ruang tamu. Mengikat gorden dan duduk di sofa untuk menonton acara TV. Mencari remote dan memilih channel berita olahraga pagi ini. Bermain handphone dengan maksud mencari tiket kereta api tujuan Bandung pagi ini. Saya mencari tiket yang berangkat pagi ini dan pulang besok Minggu sore.

Mencintai Dalam Diam.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang