Hai hai ayo ayo jijek dulu bintang yang dibawah!!
***
Ketiga makhluk astral itu masih asik memperhatikan kegusaran sahabatnya yang galau. Sesekali tangan jahil mereka melempar kulit kuaci ke arah Kian. Ini sudah ketiga hari nya Queena menghilang dari jangkauan Kian, makannya cowok itu seperti kehilangan arah.
"Sebenarnya Queena punya pacar berapa ekor sih?" tanya Kenzo dengan mulut penuh kuaci.
"Ekor-ekor lo pikir pacar nya ayam?" sewot Jacky. Kian dan Harry asyik mendengarkan.
"Jangan melecehkan ayam. Lo tau, satu ekor ayam itu mahal. Ditambah tepung, sasa dan garam, jangan lupa digoreng pake minyak."
"Emang ada di goreng pake air?" selidik Jacky.
"Iya ya, kenapa dulu nenek moyang kita ngasih nama minyak buat menggoreng? Padahal kan bisa namain minyak buat merebus." Kenzo manut-manut setuju.
"Gue setuju, terus kenapa dulu nenek moyang kita ngasih nama kamu buat nunjukin kamu padahal kan bisa pake aku. Jadi kayak gini "aku mau gak jadi pacar aku?" Iyakan?" ujar Jacky minta persetujuan.
"Apaan sih kalian?" tepis Kian mulai tak mengerti alur obrolan kedua nya.
"Bentar-bentar otak gue nge-lag." Harry mengetuk kepalanya, berpikir.
Kenzo melempar kulit kuaci ke arah Harry kasar, "Yeee si Harry potter ngga usah sok sok an pake otak buat mikir, pake aja tuh tongkat sihir lo!"
Harry menggaruk pelipisnya sambil haha-hehe gak jelas. "Tongkat nya lagi dipake kakek gue."
"Jadi Queena tuh punya pacar berapa biji Yan?" perhatian ketiga nya beralih ke arah Kian.
"Ehh si Kuda ini, tadi ekor sekarang biji!" jitakan mulus bertengger di kepala Kenzo.
"Iya maksudnya berapa buah?"
Baru saja Jacky akan membalas ucapan Kenzo, Kian sudah angkat bicara. "Penting buat lo?"
"Bukan nya gituu tapi ngelihat lo kayak gini gue jadi Freehatin lihat nya." ucapan Kenzo diangguki Harry dan Jacky. Manggut-manggut seperti anjing di dashboard mobil saja.
"Hemm." Kian hanya berdehem tak peduli. Ia meregangkan kakinya.
"Menurut teori gue, sifat Kian sama Queena itu kayak air dan minyak. Ga pernah bisa bersatu." Harry mengeluarkan teori brilian nya setelah tadi otak nya hampir nge-lag itu.
"Siapa bilang air sama minyak gak bisa bersatu?" tanya Kian tak setuju.
"Ehh emang gak bisa bersatu kan?" Harry meminta pembelaan Jacky dan Kenzo mereka malah menggeleng angkat tangan. "Ishh gak guna lo jadi sahabat," cibir nya.
"Denger ya... Sebenarnya air sama minyak itu bisa bersatu, apabila ada pihak ketiga."
Mereka diam sambil senyum-senyum kece, kecentilan. "Whawww..." mata mereka berbinar genit.
"Mau tau gak?" mereka mengangguk.
"Kaya emak sama bapak lo, kalo gak ada pihak ketiga gak bakal bersatu." perumpamaan emak dan bapak gais :v
"Wahh ada pelakor nya dong diantara emak sama bapak gue!" Kenzo menggebrak meja di depannya.
"Gak gitu konsepnya bangke!" umpat Kian jengah.
Mereka terdiam lagi, jadi kang nyimak dengan aesthetict. Kian memandang tiga sahabatnya yang mirip boneka hidup dimata nya.
"Jadi siapa pihak ketiga itu?? Ck! lama!" seru mereka tak sabar.
"Detergen."
"Hahh? Emak sama bapak gue bersatu karena detergen? Jangan ngadi-ngadi lo." Jacky misuh-misuh gak jelas.
"Minyak sama air bisa bersatu kalo pake detergen!" sela Kian cepat. Teman nya itu emang no have akhlak orang belum beres ngejelasin juga.
Kian memandang tiga sahabatnya yang tak memberi respon. "Oke, kalo gak percaya ntar lo pada buktiin sendiri! Bye!" Kian bangkit meninggalkan mereka menuju kantin.
"Terus kalo emak sama bapak gue bersatu karena apa?!" teriak Kenzo merasa tak puas dengan jawaban tadi.
"Penghulu!" balas Kian tak kalah teriak dibalik pintu keluar kelas.
"Apaan sih si sapi itu. Penghulu dibawa-bawa."
"Tapi benar juga sihh..." monolog mereka kemudian.
***
"Kapan aku kembali Marcel? Ini membosankan." Queena merebahkan tubuhnya di sofa ruangan Marcel.
"Besok. Hari ini aku sibuk."
Queena menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya. Jawaban Marcel membuat ia tak semangat lagi.
Ia ingin bertemu Kian, lalu memeluk cowok itu untuk menumpahkan rindunya. Seharian ini ia benar-benar merindukan cowok sabar itu tapi ternyata pertemuan nya harus ditunda hingga besok. Bukan ia tak bisa pulang sendiri, tapi ia tak tau tempat ini dimana. Marcel membawa ia ke kantor yang lebih cocok di sebut markas, bahkan letaknya Queena tak tahu. Saat pulang dari pantai ia ketiduran dan akhirnya Queena berakhir di tempat ini tak tahu arah jalan pulang. Eakks kayak chakra khan aja 🤭
"Kita kembali besok Girly, tak perlu cemas. Okay?"
"Aku ingin sekolah Marcel, ayolah. Aku masih pelajar kalau kamu lupa." Ia mendesah kesal. Bibirnya sudah mengucapkan sumpah serapah nya.
"Kamu tak pernah belajar sayang, percuma datang ke sekolah," ucap Marcel, tanpa memandang Queena.
Waktu paling memuakkan itu saat bersama cowok ini. Queena merasa terkekang, tak bisa bernapas dengan benar. Pasokan oksigennya kadang hampir terkuras saking nahan rasa jengkel.
"Persetan!" umpatan kecil keluar dari bibir Queena.
"Jangan mengumpat sayang. Bibirmu terlalu manis untuk ucapan kotor mu itu."
"Kiannnn! Help me! I need youu!" teriak Queena tiba-tiba hampir membuat Marcel terlonjak dari kursinya. Gadis bar-bar.
Marcel mengusap wajahnya. "Sabarlah Girly. Kian juga tidak mungkin menolong mu."
"Suruh siapa kamu bawa aku kesini hah?!" Marcel menutup telinga nya. Ia kira membawa Queena bersama nya akan membuat semangat kerjanya meningkat lahh ini malah sebaliknya. Gadis itu mengganggu nya terus-terusan.
"Maafkan aku. Tapi besok aku pasti mengantar mu ke pelaminan."
"Pelaminan pantat mu!"
"Apa? Pantat glowing ku kau sebut-sebut?"
Queena menelan ludah nya. Gelay. "Glowing? Hiks ketiak ku menangis mendengarnya."
Bibir cowok itu berkedut menahan tawa. "Ayo kita maskeran ketiak biar glowing seperti pantat ku."
"Jijik!"
"Marcel! Dari pada mendebat ku mending sekarang antar aku pulang ya." Queena memasang senyum manis nya.
"Not not not. Garis keras dilarang." Marcel menyilangkan tangannya di dada.
Baiklah menunggu hingga besok. "Batu!"
"Aww!" teriak cowok itu saat kotak tissue mendarat di kening nya. Queena hanya nyengir tak berdosa.
***
Gaisss update lagi nihhh Queena sama Kian😙😙 Kalian ga kangen gtu sama merekahh? Hah? Yaudah lah hiksroot kecewa aku tuhh😪
Pantengin terus ya gaisss, jangan lupa likehhh khomenn subrrekk ogheyy?! Bye!
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Liar!! [ON GOING]
Novela JuvenilWarning! Cerita ini mengandung zat unsur hara yang panas dan signifikan di karena kan bisa menimbulkan efek kecanduan, jedag-jedug, lalu meninggalkan lahar yang membekas😎 _____ Aku hanya mengikuti alur dan memainkan peran. Jika kalian tak suka deng...
![Bad Liar!! [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/231030800-64-k690204.jpg)