"Tahan, Jun!" Teriak Husain yang sekarang sudah berdiri diatas tangan rekan-rekannya.
"Kunci kaki lo! Jangan gemeteran gitu!" Ucap Yoyok memberi arahan.
"Down! Down!" Husain akhirnya turun karena kaki kirinya tak diangkat dengan baik oleh Juna.
"Jun, Dekan Cup udah beberapa hari lagi. Dan tangan lo dari tadi gak bisa berhenti shaking! Kita baru elevator loh, belum full." Ucap Husain pada Juna yang sekarang menunduk dan merasa bersalah.
—elevator adalah jenis stunts dimana flyer berdiri di atas tangan dua orang base kanan dan kiri 'setinggi dada' dengan bantuan back maupun front base. (Asai Ryo, Cheer Boy!!) -seperti yang tertera di video atas-
—full adalah jenis stunts lanjutan dari elevator dimana base mengangkat lengan setinggi-tingginya untuk mengangkat flyer. (Asai Ryo, Cheer Boy!!)
Harun menepuk pelan pundak Juna seraya memberikan semangat kepadanya, "Apa lo mau gue ganti sama Harun?" Pertanyaan Husain membuat Harun terkejut lalu menggeleng tanpa berbicara. Harun tahu, mengganti posisi Juna seperti itu dapat membuatnya merasa sedih.
"Gue bisa, Sen! Please kasih gue waktu." Ucap Juna memohon. Husain yang tadinya ingin marah langsung mengurungkan niatnya untuk menceramahi Juna lebih lanjut. Mungkin Husain juga terlalu buru-buru untuk itu.
"Kalo gitu latihan hari ini kita fisik aja. Sampe lo semua bener-bener kuat!" Ucap Husain menunjuk satu-satu rekan timnya.
Harun menatap Johan sambil tersenyum awkward, "Habis gue!" Batinnya.
"Rasain!" Ejek Johan pada Harun tanpa mengeluarkan suara.
Husain mengambil peluitnya, "Tunggu apa lagi? Ayo lari!" Priiiit! Keempat rekannya langsung berlari tanpa tahu berapa kali mereka memutari parkiran ini. Sepertinya sore ini akan menjadi sore yang panjang dan juga melelahkan pastinya.
==
"Lo telat." Ucap Maheswara singkat. Harun yang sudah mengerti bakalan kena omel pun sudah mempersiapkan rencana.
Harun mengulurkan sebuah roti isi yang sudah dibelinya dari kantin. "Lo nyogok gue?" Ucap Maheswara sembari melotot. Harun hanya bisa menggeleng sambil meringis merasa bersalah.
"Makasih." Ungkap Maheswara setelah menyahut roti itu dari tangan Harun. Kemudian Harun bersiap dengan sepatunya, tapi sebelum itu ia membalur betisnya dengan sebuah salep yang ia beli sepulang latihan kemarin.
Semalam setelah pulang bersama Johan, Harun mengeluhkan kakinya yang sakit. Setelah ia cek, ternyata betisnya memar. Mungkin itu semua karena latihan kemarin yang cukup menguras tenaga. Husain benar-benar tak memberi ampun kepada mereka semua.
"Kenapa kaki lo?" Tanya Maheswara yang menyadari Harun cukup fokus dengan betisnya.
"Eh, gak ada apa-apa kok kak." Harun segera menyembunyikan salepnya agar Maheswara tak membatalkan latihan pada hari ini. Ia lalu memulai gerakan pemanasan kecil-kecilan seperti yang biasa ia lakukan ketika latihan cheerleading.
"Gue udah coba ngulik lagu dari lo semalem. Dan gue berhasil nemuin gerakan yang pas. Ikutin gue!" Maheswara lalu memulai lagu yang telah diberikan Harun.
"One and two and three and four, five and six, and seven and eight." Gerakan Maheswara benar-benar membuat Harun terperangah dari tempat ia berdiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIAMONDS | Treasure
FanfictionHusain adalah seorang mahasiswa yang mempunyai impian untuk mendirikan tim cheerleader di kampusnya. Tapi bukan tim dengan anggota campuran pria dan wanita melainkan hanyalah anggota pria saja. Bersama Yoyok dan Juna, mereka bertiga memulai tim ini...
