Chapter 1 - Festival UKM

39 5 0
                                        

Di pagi yang cukup panas di tahun 2019 sekumpulan mahasiswa baru telah memenuhi lapangan luas di depan Gedung Rektorat hanya untuk sekedar melihat-lihat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) apa saja yang disediakan oleh kampus ini. Banyak booth-booth telah didirikan dengan hiasan yang cukup menarik perhatian. Seperti Bela Diri, Kesenian, Olahraga, Kerohanian, dan juga yang lainnya.

Sedari pagi Husain sudah mengenakan jaket almamaternya demi menggaet mahasiswa baru untuk masuk di timnya. Bersama dengan Yoyok dan Juna, mereka mulai melancarkan aksinya secara ilegal. Bagaimana bisa?

"Lu yakin sen? Ini kalo sampe anak-anak BEM tahu kita ngumpet-ngumpet gini buat nyebarin pamflet ini bisa berabe tahu nggak!" ucap Juna dengan matanya yang celingukan untuk memastikan bahwa tidak ada yang menyadari keberadaan mereka.

"Cupu lo! Kita udah setengah jalan gini malah mau nyerah." ejek Yoyok yang semangat memberikan pamflet yang ia bawa terhadap mahasiswa-mahasiswa yang melewatinya.

"Mau kapan lagi emang? Cuman di festival UKM ini kita bisa cari anggota baru. Karena cuman disini kita tahu kalo maba-maba ini antusias buat cari kegiatan diluar belajar mereka." Husain berusaha tenang.

"Tahu lu! Tahun depan kita udah mahasiswa tingkat empat. Udah gak bakalan ada kesempatan lagi." Ucap Yoyok dengan sedikit kesal. Juna menghela nafas panjang lalu pasrah. Ini sudah jadi impian mereka bertiga sedari lama. Mungkin tahun ini adalah jawaban dari semuanya.

"Lagian kenapa sih anak BEM gak ngebolehin kita nyari anak baru disini? Kan kita juga bagian dari kampus!" Juna ternyata masih belum paham.

"Kita belum secara sah jadi UKM, karena dari anggota aja kita cuman bertiga gini. Gimana mau tampil kalo buat satu partner stunt aja gak bisa!" Ucap Husain yang sedikit mulai tersulut.

—partner stunts, dilakukan dua sampai lima orang anggota tim dengan tujuan membentuk variasi gerakan ataupun formasi (Asai Ryo, Cheer Boy!!)

"Lu bego banget sih, Jun!" Ucap Yoyok sambil memukul kepala Juna. Ia mulai geram dengan sikap Juna yang banyak omong dari tadi.

"Sakit!" Ucap Juna mengelus kepalanya.

Dari banyaknya mahasiswa maupun mahasiswi yang berjalan melewati mereka, hanya mahasiswa saja yang mereka berikan pamflet karena memang impian mereka membentuk tim dengan hanya anggota laki-laki. Kata Husain itu unik.

"Haduh, ini kenapa gak yang niat buat tanya-tanya ke kita sih?" Protes Juna sambil tetap berusaha tersenyum ketika memberikan pamflet kepada mahasiswa baru. Husain dan Yoyok sangat lelah mendengar ocehan Juna, maka dari itu mereka lebih memilih diam daripada harus beradu mulut.

"Lah-lah itu kok dibuang sih!" Ucap Juna yang ingin menghampiri mahasiswa yang membuang pamflet darinya. Namun dengan cepat Husain menariknya agar ia tak membuat kegaduhan.

"Diem!" Ucap Husain dengan tegas. Juna hanya bisa mengerucutkan bibirnya sebal.

Disudut lain ada dua mahasiswa yang sedang kebingungan. Mereka adalah Harun dan Johan. Dua mahasiswa baru dari FISIP ini sebenarnya tak begitu suka untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang diadakan sewaktu masa orientasi. Tapi apa boleh buat, daripada mereka kena hukum?

"Lu mau daftar apaan sih?" Tanya Johan yang kebingungan. Dari tadi Harun hanya menariknya kesana kemari tanpa berniat untuk mencari informasi pada satupun UKM yang ada di sekeliling mereka.

"Gak ada yang menarik!" Ucap Harun to the point. Johan hanya bisa memutar bola matanya kesal. Anak ini memang luar biasa random.

"Terus lu ngapain narik gue kesana-kesini kesana-kesini? Gue haus tahuk! Cari minum aja, yuk!" Seperti biasa, Harun tak sedikitpun menggubrisnya. Ia terus saja menarik Johan untuk berkeliling area Festival UKM.

DIAMONDS | TreasureTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang