"Badan gue pada sakit banget!" Keluh Harun pada Johan. Mereka berdua sekarang berada di toilet FIB untuk mengganti pakaian dan berkemas. Sedangkan ketiga seniornya sedang menunggu diluar untuk mengajaknya makan bersama.
"Lo yang ngajak, lo yang ngeluh!" Ungkap Johan yang sekarang sedang membasuh mukanya.
"Lo rese' banget sih, Jo!" Ucap Harun sambil melemparkan handuk basah ke punggung Johan.
"Oh, gitu ya, lo!" Johan menutup keran airnya lalu hendak berlari mengejar Harun, namun anak itu sudah kabur terlebih dulu. Johan tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya itu.
Harun yang berlari akhirnya sampai terlebih dahulu di hadapan ketiga seniornya yang sekarang berada di depan pintu FIB yang terhubung ke parkiran.
"Lo dikejar setan apa gimana?" Tanya Juna. Harun hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya.
"Ayo, kita tunggu Johan di mobil gue aja!" Tawar Yoyok. Mereka berempat akhirnya berjalan menuju mobil berwarna hitam milik Yoyok.
"Biar gue yang nyetir!" Husain langsung menarik kunci dari genggaman Yoyok dan segera masuk ke kursi pengemudi. Yoyok pun hanya menggeleng lalu duduk di kursi sebrangnya. Sedangkan Juna dan Harun berada di kursi tengah.
"Gimana? Capek gak lo?" Tanya Husain.
"Capek banget!" Jawab Juna dan Harun nyaris bersamaan. Husain tertawa mendengar itu. Ia sengaja memang. Karena Husain paham tipe tubuh seperti Juna dan Harun harus dikerasin di awal.
Yoyok membuka kaca mobilnya, "Han!" Teriaknya pada Johan yang sedang celingukan mencari mereka.
Mendengar teriakan Yoyok, Johan pun langsung berlari kecil ke arah mobil dan segera masuk ke dalamnya. Hari sudah mulai gelap, tapi ini masih belum terlalu malam untuk mereka pulang. Maka dari itu Husain memutuskan untuk berkumpul saja sambil ngobrol.
"Mau kemana kita?" Tanya Harun ketika Johan sudah duduk di sampingnya.
"Ada angkringan gitu di deket sini. Banyak menu makannya, jadi enak." Ucap Juna yang sudah paham kemana arah pikiran Husain. Akhirnya mobil itu hanya melaju selama 5 menit untuk sampai di angkringan yang mereka maksud.
Tempatnya cukup luas ditambah ternyata bukan hanya satu kedai yang berjualan disini, "Kalian turun dulu aja, biar gue yang parkirin mobilnya!" Ucap Husain. Keempat rekannya langsung turun dan mencari tempat duduk di dekat kedai yang menjual aneka makanan yang dibakar.
"Laper banget gilaaaa!" Ucap Juna melihat sate yang berjejeran di depannya.
"Tadi aja lemes, lihat ginian semangat!" Ejek Yoyok. Kedua juniornya hanya bisa tertawa melihat kelakuan Abangnya.
"Pesen aja, biar gue yang bayar!" Ungkap Husain yang datang lalu memberikan kunci mobil pada Yoyok.
"Yesss!" Jawab Juna kegirangan. Husain langsung memukul kepala temannya itu.
"Gue nawarin Harun ama Johan, bukan lo!" Yoyok yang mendengar itu langsung tertawa sangat kencang. Sedangkan Juna hanya mampu mengerucutkan bibirnya sebal.
"Gak adil banget." Ucap Juna merajuk.
"Canda ih! Pesen aja, sebagai ucapan terima kasih gue ke kalian semua atas latihan pertama ini. Jadi jangan bosen-bosen buat latihan ya?" Raut senang dari wajah Husain terpapar sangat jelas sekali. Ia seperti melihat kesempatan bahwa timnya akan menjadi tim yang besar.
Semuanya akhirnya saling memesan makanan masing-masing. Yoyok dan Johan hanya memesan susu hangat dan juga sedikit makanan ringan, sangat berbeda dengan Juna dan Harun.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIAMONDS | Treasure
FanfictionHusain adalah seorang mahasiswa yang mempunyai impian untuk mendirikan tim cheerleader di kampusnya. Tapi bukan tim dengan anggota campuran pria dan wanita melainkan hanyalah anggota pria saja. Bersama Yoyok dan Juna, mereka bertiga memulai tim ini...
