∆∆∆∆∆
Keyla keluar dari sebuah gedung, ia menghirup udara, lalu menghembuskannya. Gedung ini yang selanjutnya akan menjadi tempat ia menuntut ilmu. Keyla berjalan keluar dari gedung kampus tersebut, ponselnya berdering, ada panggilan masuk. Keyla melihatnya, namun ia langsung menekan tombol merah pada tampilan panggilan tersebut.Keyla melanjutkan jalannya, ia tidak langsung pulang, ia memilih untuk berjalan-jalan sebentar. Karena wilayar kampus itu tidak terlalu Keyla tahu, jadi Keyla berjalan-jalan agar lebih tahu wilayah tersebut. Keyla masuk kedalam gang yang ukuranya cukup besar. Ia menikmati jalannya dengan mendengarkan musik menggunakan earphone ditelinganya.
Ia juga berjalan untuk menetralkan pikirannya, ia memilih jalan yang sepi karena ia butuh sesuatu yang tenang dan tidak bising, tak lupa ia pun berkecambung dengan pemikirannya sendiri.
Langkahnya terhenti, saat matanya melihat kejadian yang sangat tidak ia suka. Keyla berdecak kesal, menatap kedepan. Satu perempuan dan satu laki-laki yang bertengkar, awalnya yang dilihat Keyla hanya perdebatan biasa seperti adu mulut. Tapi selanjutnya yang ia tidak suka, laki-laki itu memukul wajah perempuan tersebut.
"Gua benci ikut campur." Ujar Keyla melepas earphonenya, tapi kakinya melangkah mendekati keduannya. Saat berada diantar keduanya, Keyla menarik perempuan itu kebelakangnya. Menghalangi laki-laki itu yang akan melayangkan pukulannya kembali kepada perempuan tersebut.
"Lu siapa? Ga usah ikut campur." Ujar laki-laki itu kepada Keyla.
"Pacar? Suami?" Tanya Keyla kepada perempuan dibelakangnya, tapi matanya tetap menatap laki-laki itu.
"Dia mantan aku, aku mutusin dia karena dia sikapnya kasar." Ujar perempuan itu memegang pipinya yang sepertinya tadi dipukul oleh laki-laki yang katanya adalah mantan kekasihnya.
"Hak lu apa mukul nih cewe hah?" Keyla menyentak laki-laki dihadapannya.
"Gua ga ada urusan sama lu." Laki-laki itu berniat menggeser tubuh Keyla dari posisinya yang menghalangi perempuan tersebut. Tanpa aba-aba Keyla melayangkan bogaman diwajah laki-laki itu. Hingga laki-laki itu mundur kebelakang beberapa langkah.
"Itu buat balesan karena lu mukul perempuan." Ujar Keyla.
Mendapatkan bogaman dari Keyla, laki-laki itu tidak terima. Ia kembali mendekati Keyla, namun belum menyentuh secuilpun, Keyla lebih dulu menendang bagian perut laki-laki itu. Laki-laki itu kehilangan keseimbangannya, hingga terjatuh kearah belakang.
"Ini dari gua." Ujar Keyla memperlihatkan smirknya. Detik selanjutnya ia menarik tangan perempuan itu untuk ikut berlari bersamanya. Mereka terus berlari.
"Dia ngejar." Ujar perempuan itu.
"Gua tau, karena itu kita harus lari lebih cepat." LUjar Keyla dengan nafas terengah-engah. Mereka sampai diujung gang tersebut, dari kejauhan laki-laki itu masih mengejar mereka berdua.
"Aku cape." Ujar perempuan itu lagi, berusaha mengatuh nafasnya.
"Kita kesana." Ujar Keyla menunjuk kearah tukang penjual baso dengan matanya. Mereka berdua berlari kearah penjual baso tersebut.
"Tolong saya Pak, saya dikejar orang yang mau perkosa temen saya." Ujar Keyla asal ngomong.
"Orangnya pake baju biru jaket hitam pak." Tambah Keyla.
"Nya atuh neng, ngumpet didalem aja. Eungkin lamun tos aman dipasean terang." Ujar penjual baso. Keyla mengangguk mengerti, dan cepat-cepat masuk kedalam kedai penjual baso tersebut, tak lupa ia kembali menarik perempuan itu agar ikut masuk kedalam.

KAMU SEDANG MEMBACA
Together But Not Forever
Подростковая литератураTOGETHER BUT NOT FOREVER 1Juni 2021 ***** Cinta itu tentang Tuhan yang mempertemukan 2 manusia. Yang menjadi unik, cinta itu hal yang sederhan namun terkesan istimewa. *"Semakin banyak cinta, semakin banyak kebahagiaan."* "Cinta seperti apa yang...