~#~
Seperti yang dijanjikan Keyla, Rakan, Vinka dan Gilang berencana untuk mengelilingi kota yang dijuluki kota hujan ini. Mereka sudah merencanakan untuk bertemu di salah satu cafe di Kota Bogor. Bahkan Rakan sudah memesan lima tiket untuk nonton bioskop. Rakan duduk menunggu Keyla, Gilang, dan Vinka. Beberapa saat Rakan menunggu, akhirnya ia melihat Vinka yang memasuki cafe dan berjalan mendekatinya.
"Keyla belum dateng?" Tanya Vinka duduk di bangku yang berhadapan dengan Rakan. Rakan menggeleng sebagai jawaban. Detik selanjutnya Rakan melihat Gilang yang masuk kedalam cafe dan juga langsung berjalan mendekati nya.
"Keyla ga bisa ikut." Ujar Gilang saat sudah berada dekat keduannya.
"Ko mendadak, dia ga kabarin gua." Ujar Rakan.
"Dia udah nelpon ke nomor lu, tapi ga diangkat-angkat katanya. Jadi dia nelpon gua." Ujar Gilang.
Setelah mendengar itu, Rakan langsung mengambil ponsel nya yang ia simpan di saku celananya. Ia mengecek ponselnya dan terlihat tiga panggilan tak terjawab dari Keyla.
"Gimana?" Tanya Gilang.
"Tiga panggilan tak terjawab dari Keyla." Ujar Rakan, ia baru ingat jika ponselnya berada dalam mode silence, sehingga ia tidak mengetahui jika dirinya mendapatkan panggilan telpon dari Keyla.
"Jadi gimana?" Tanya Vinka, menyuarakan suaranya.
"Sebentar." Ujar Rakan, ia langsung menelpon ke nomor Keyla. Rakan mendekati ponselnya ke telinga kanannya. Panggil masih mencoba menyambungkan, beberapa detik tidak ada jawaban sama sekali dari Keyla.
"Dia ga angkat panggilan gua." Ujar Rakan,
"Keyla cuma bilang kalo dia minta maaf engga bisa ikut, karena dia ada urusan. Dia juga bilang kalo dia sendiri yang nanti bilang ke lu Ka." Jelas Gilang, mau kereka diam beberapa saat.
"Aku pikir kita tetap harus melanjutkan rencana kita untuk nonton, meski Keyla tidak bisa." Ujar Vinka. Keduanya diam tidak menjawab. Gilang dan Rakan seakan mengabaikan perkataan Vinka.
"Hey, gimana?" Vinka kembali menyuarakan suaranya. Gilang dan Rakan menengok menatap Vinka.
"Ka, kalo lu ga mau juga gapapa, kita bisa ambil hari lain." Ujar Gilang.
"Tapi Rakan udah pesan tiket buat kita nonton." Ujar Vinka. "Kita bisa nonton film lain di hari lain, bersama Keyla. Aku rasa membuang tiket yang sudah kamu beli, itu sangat tidak bagus." Ujar Vinka lagi kepada Rakan. Rakan diam mencerna perkataan Vinka.
"Vinka benar Lang, kita berangkat sekarang." Ujar Rakan memutuskan, walau sebenarnya ia sudah tidak ada mood untuk menonton.
"Oke." Ujar Gilang menyetujui, padahal ia tahu jika Rakan tidak ingin melanjutkan rencana mereka untuk nonton. Ia juga tahu jika film yang akan mereka tonton bukan lah genre film yang Rakan sukai.
Mereka keluar dari cafe tersebut, sebelum itu ia membayar minuman yang tadi ia pesan untuk menunggu Gilang, Keyla, dan Vinka. Mereka sudah berada di luar cafe.
"Lu mau di motor siapa?" Tanya Rakan kepada Vinka.
"Aku ikut di motor kamu, boleh?" Ujar Vinka takut-takut. Mendengar itu Rakan memberikan helm yang biasa di pakai Keyla kepada Vinka. Vinka menerimanya lalu memakainya, Gilang dan Rakan pun langsung memakai helmnya. Gilang menaiki motornya, begitupun dengan Rakan.
"Ayo." Ujar Rakan lagi, agar Vinka menaiki motornya.
Motor Rakan maupun motor Gilang sudah menyala, dan mereka langsung melajukan motor mereka menuju salah satu mall untuk pergi ke bioskop.

KAMU SEDANG MEMBACA
Together But Not Forever
Teen FictionTOGETHER BUT NOT FOREVER 1Juni 2021 ***** Cinta itu tentang Tuhan yang mempertemukan 2 manusia. Yang menjadi unik, cinta itu hal yang sederhan namun terkesan istimewa. *"Semakin banyak cinta, semakin banyak kebahagiaan."* "Cinta seperti apa yang...