CHAPTER NINE

1.2K 199 38
                                        














Rombongan pria tampan itu berjalan beriringan dengan membentuk suatu formasi. Ada Taeil, Jaehyun, dan Mark yang memimpin di barisan paling depan, Taeil yang menunjukan arah jalan, sedangkan Jaehyun bertugas untuk mengamankan jalan di depan, sedangkan Mark bertugas menjaga Taeil sambil sesekali ikut Jaehyun untuk mengamankan jalan. Di sisi kiri, ada Lucas dengan tubuh bongsornya yang berjaga, mengantisipasi serangan zombie yang datang dari arah samping kiri. Lalu, di sisi kanan ada Jeno yang sangat waspada dan pandangannya tajam yang berjaga. Jeno juga membawa senjata yang bisa digunakan untuk jarak jauh dan jarak dekat. Di paling belakang barisan itu ada Yuta, Johnny, serta Guanlin yang berjaga. Mereka bertiga membawa senjata yang berbeda-beda. Ada Johnny yang membawa gun nya yang bisa digunakan untuk jarak yang tidak terlalu jauh maupun dekat, ada Yuta yang membawa samurai, dan ada Guanlin yang membawa tembak pakunya. Sedangkan sisanya berada di tengah barisan.

Kelompok mereka ini terbilang cukup aman. Ayolah, mereka sudah berlatih bertahun-tahun untuk menggunakan senjata, menyerang lawan, dan juga membasmi hama, salah satu contohnya seperti para mayat hidup menjijikkan yang bernama zombie ini. Mereka semua membawa senjata lengkap, sengaja dibawa dari Seoul untuk berjaga-jaga. Peralatan medis juga ada, karena Kun dan Taeil lumayan mahir dalam kegiatan medis. Semua senjata yang menembakan sesuatu, sudah diisi dengan peredam suara. Sehingga kalau nanti mereka menembak sesuatu, maka tidak ada suara yang akan terdengar.

Mereka sudah berjalan cukup jauh dari rumah yang mereka tempati. Rencananya mereka akan berjalan ke pangkalan militer sambil mengumpulkan orang-orang yang masih menjadi manusia. Untuk ke pangkalan militer dengan berjalan kaki, mereka butuh waktu 10 hari, itupun jika zombienya tidak terlalu banyak.

3 km lagi akan ada sebuah rumah untuk mereka tempati sementara. Mereka akan beristirahat beberapa jam, sambil mandi dan makan. Daritadi, mereka belum menemukan zombie selama perjalanan. Sepertinya zombie kebanyakan berada di pusat kota, karena memang sepertinya disana lah sumber kekacauan tersebut.

Kelompok mereka terlihat santai, mengobrol ringan sambil sesekali bercanda riang tawa, namun juga tetap waspada dan sudah siap melindungi diri sendiri maupun orang lain.

"Jadi hyung, apa rencana selanjutnya setelah sampai disanaa? Jelaskan lah lebih rinci agar aku bisa mempersiapkannya." tanya Lucas ke Taeil. Memang Taeil dan Johnny lah yang mengatur semua rencananya. Sedangkan Jaehyun, Lucas, dan Jeno bertugas untuk mempersiapkan senjata.

"Setelah kita sampai disana, kita akan beristirahat beberapa jam. Setelah itu kita akan berpencar, kita akan mengelilingi sekitar wilayah itu untuk menyelamatkan orang-orang yang selamat. Disana banyak rumah dan juga bangunan. Lalu nanti jam 5 sore, kita akan berkumpul kembali di rumah tadi. Nah, setelah itu kita akan lanjutkan perjalanan ke pangkalan militer." jelas Taeil panjang lebar. Sedangkan yang lain hanya mengangguk angguk, pertanda jika mereka mengerti seperti apa rencana yang Taeil rencanakan.

Tiba-tiba, Jaehyun berhenti berjalan yang membuat barisan dibelakangnya refleks berhenti juga. Mark dengan refleks menahan tubuh Taeil dengan tangannya, sedangkan tangannya yang satu lagi menodongkan senjata kedepan. Jaehyun memandang pemandangan didepannya, sekitar 300 meter di depan mereka. Anggota tim yang lain pun mengikuti arah pandangan Jaehyun.

Di depan sana, terdapat sekitar belasan zombie, tapi tenang itu semua kurang dari 20 zombie. Mereka tentu kalah dalam jumlah, namun mereka yakin bahwa mereka pasti bisa membasmi zombie-zombie yang mengerikan itu.

"Yuta, Jisung, dan Guanlin kalian maju duluan!" perintah Johnny yang langsung diangguki oleh ketiganya. Alasan Johnny menyuruh Yuta, Jisung, dan Guanlin untuk maju duluan karena mereka membawa senjata jarak dekat.

Ada Yuta yang membawa sepasang samurai khas Jepang. Samurai itu cukup panjang dan tentu saja sangat tajam. Lalu, ada Jisung yang membawa sebuah pedang juga yang cukup panjang. Sedangkan Guanlin membawa banyak kotak yang berisi tembak paku.

Seluruh anggota tim sudah tau rencana apa yang dipikirkan Johnny. Mereka sudah berkali-kali melakukan ini bersama. Lucas segera pindah ke sebelah Johnny, mereka berjaga di belakang. Waspada jika tiba-tiba ada serangan zombie dibelakang. Jeno dan Mark menepi, Jeno akan melawan zombie itu menggunakan sniper yang digunakan untuk jarak jauh, sedangkan Mark akan menjaga Jeno sambil ikut melawan zombie-zombie itu. Sedangkan Jaehyun bertugas menjaga di tengah dengan gun yang sudah ada di tangannya. Lalu terakhir ada Hendery yang bertugas menjaga Taeil dan Kun karena mereka berdua lah yang akan mengobati mereka jika ada yang terluka. Semua anggota tim mempunyai senjata tambahan yang sama, yaitu mini gun.

Johnny telah menyalakan laser biru, yang artinya mereka bisa langsung menyerang. Mereka memang menggunakan laser sebagai petunjuk. Laser warna biru untuk memulai penyerangan, laser warna hijau untuk menghentikan penyerangan, lalu ada laser merah jika ada masalah atau ada yang terluka. Mereka masing-masing membawa laser warna merah. Sedangkan hanya Johnny yang membawa laser warna lengkap, karena dialah pemimpinnya.

Yuta menggesek-gesekkan samurainya, sehingga menimbulkan bunyi-bunyian yang cukup keras untuk mengalihkan perhatian para zombie itu. Para zombie itu menoleh kearah mereka. Zombie itu mendengar langkah kaki manusia, mereka juga menggendus-endus bau disekitar, mereka tahu jika disekitar mereka ada manusia.

Para zombie itu berjalan mendekat dengan pelan. Zombie itu buta dan agak lambat, namun indra penciuman dan pendengaran mereka sangat tajam. Geraman terdengar, para zombie sudah hampir menyentuh Yuta yang berada di depan. Yuta segera saja menusukkan samurainya ke kepala salah satu zombie terdekat, tepat mengenai otak zombie tersebut. Lalu, setelah itu ia menusuk bagian dada zombie tersebut berkali-kali, memastikan bahwa zombie tersebut sudah mati.

"Kena kau!" kata Yuta bangga. Ia sudah mempelajari teknik ini. Zombie akan mati jika otaknya ditusuk dan jantungnya dilumpuhkan.

Guanlin dan Jisung maju, mereka menggunakan taktik yang sama dengan Yuta. Tusuk dan lumpuhkan. Itu kuncinya. Mereka harus tenang, jika mereka panik maka serangan bisa meleset. Jisung dengan pedangnya yang tajam menebas leher zombie itu, lalu menancapkan pedangnya di kepala zombie itu, setelah itu ia mengalihkan pedangnya ke jantung zombie itu, menikamnya berkali-kali.

"Wow, jisung-ah! Neomu hebat." Sorakan bangga terdengar dari belakang, ternyata itu adalah Hendery dan Lucas. Sedangkan Mark diujung sana sedang tertawa sambil memegangi perutnya yang sakit karena tertawa terlalu keras.

Namun, beberapa detik kemudian mereka kembali fokus untuk membasmi belasan zombie itu. Guanlin menancapkan tembak pakunya di kepala zombie itu, hingga menembus otak dari zombie itu. Lalu setelah itu baru ia menembakan mini gun nya tepat di jantung para zombie itu.

Jeno dari ujung kanan menembakan snipernya ke kepala zombie itu, lalu Mark yang akan menembakan gun nya ke jantung zombie itu. Kerjasama memang sangat diperlukan di situasi seperti ini.







║▌│█║▌│ █║▌│█│║▌║

Sujud syukur dulu akhirnya author ff Wattpad yang satu ini tumben bisa update berturut-turut. Semoga nanti malem/besok bisa update lagi yah kawan.

Oh ya, tiba-tiba kepikiran untuk bikin NCT x Titan kalau yang zombie ini udah selesai. Season 2 dari book ini kali ya.

NCT x Titan, yay or nay?

Menurut kalian 1k words per chapter itu panjang/pendek/pas?







-', (Vote n Comment nya ditunggu yaw^^) ꒱ ↷🖇🌷

❱ http:˚♡ isabella ˚ˑؘ🍥 ·˚

The Secret Agent: Zombie Attack! [NCT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang