CHAPTER SIX

1.5K 235 17
                                        










Johnny dengan langkah cepat namun sebisa mungkin dia tidak menimbulkan suara, pergi ke kamar Taeil dan Yuta. Ia sudah mengunci semua pintu yang ada di villa yang mereka sewa.

Johnny mengguncang tubuh Taeil dan Yuta. "Bangun!"

Taeil langsung bangun.

"Ada apa John?" tanya Taeil.

"Gawat hyung! Ada zombie!" kata Johnny panik.

"Ha? Yang benar saja! Jangan mencoba membohongiku, John!" kata Taeil. Oh ayolah, dia masih asik-asik bermimpi, tiba-tiba dibangunkan karena ada zombie. Sangat lucu.

"Aku tidak bercanda hyung! Silahkan kau lihat lewat jendela!" kata Johnny sambil menunjuk jendela.

Taeil melangkah mendekati jendela dan menyingkap gordennya. Matanya menangkap sesosok mahluk berwarna sedikit kehijauan dengan banyak luka di sekujur tubuhnya.

Taeil menutup mulutnya dan menggeleng tidak percaya.

"Semua pintu dan gerbang sudah kau tutup kan, John?" tanya Taeil.

Johnny mengganguk dan keluar dari kamar Taeil, sementara Taeil membangunkan Yuta yang memang susah sekali dibangunkan.

Selanjutnya, Johnny pergi ke kamar 99 line. Ia membangunkan mereka bertiga dan menyuruh mereka untuk membangunkan Jeno dan Jisung.  Sementara ia sendiri membangunkan Jaehyun.

Sementara di dapur, Kun sudah berkutat dengan beberapa bahan masakan, tapi sebisa mungkin ia tidak membuat bunyi yang nyaring. Ia memang sudah bangun sejak tadi, bersamaan dengan Johnny. Untung saja masih banyak bahan masakan di kulkas.

Semuanya sudah berkumpul di bawah. Ada yang panik, gugup, berusaha untuk tenang, bingung, kesal, dan bahkan ada yang masih setengah tidur.

Kun meletakan makanan di sebuah meja ditengah mereka.

"Apa yang terjadi?" tanya Jisung bingung. Ia belum memahami situasi ini, zombie? Dia tidak percaya adanya mahluk itu!

"Diluar ada zombie! Aku menemukan 3 zombie berkeliaran di halaman depan. Untung saja aku membunuhnya dengan pisau lipatku." kata Johnny.

"Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Jeno.

"Kabur dari sini. Aku sudah menyiapkan rencananya." kata Johnny tegas.

"Jadi, apa rencananya?" tanya Yuta.

"Kalian semua membawa senjata masing-masing kan?" tanya Johnny dan dijawab dengan anggukan oleh mereka semua.

"Kita bawa senjata kita. Lalu, Taeil hyung akan memimpin kita menuju pangkalan militer yang terletak di ujung Busan. Lumayan jauh dari sini dan sepertinya masih aman karena penjagaan yang ketat. Kita akan meminta bantuan disana. Sampai sini, paham?" kata Jeno yang langsung dijawab dengan anggukan kepala.

"Jaehyun dan Jeno, kalian bantu Kun menyiapkan makanan. Sisanya bawa perlengkapan masing-masing dan baju. Selama perjalanan menuju pangkalan militer, kita akan berusaha mengumpulkan manusia-manusia yang masih bertahan." jelas Johnny.

"Kita akan berjalan atau menggendarai kendaraan?" tanya Hendery.

"Kita akan berjalan. Itu lebih aman karena pendengaran zombie sangat tajam. Kalau kita memakai kendaraan, maka akan menimbulkan suara." kata Johnny.

Semuanya mengganguk paham dan membubarkan diri, lalu menjalankan tugas sesuai perintah Johnny.




══════ 『 ♡ 』══════






Mereka bersebelas berlari tak tentu arah. Niat ingin mengobrol santai di cafe, eh malah dikejar zombie.

Memang tadi pagi mereka memutuskan untuk berkumpul di cafe. Sekedar berkumpul dan berbagi cerita bersama. Baru saja makanan mereka datang, tiba-tiba semua orang berteriak panik sambil menyerukan kata Zombie.

Mereka bersepuluh bersembunyi di balik gedung yang sepi. Eh tunggu, bersepuluh? Taeyong lalu menghitung teman-temannya yang ada disana.

"Tunggu sebentar, Xiaojun mana?!" tanya Taeyong panik. Xiaojun tidak ada disana! Tadi mereka terlalu panik sehingga tidak menyadari bahwa Xiaojun menghilang.

"Gawat, Xiaojun hilang!" Doyoung berseru panik.





══════ 『 ♡ 』══════







Distrik itu sudah mulai hancur dan dipenuhi zombie, hanya beberapa dari mereka yang bertahan.

Berbekal makanan, minuman, senjata dan pakaian, mereka bersebelas menyusuri dari ujung Busan, ke ujung Busan lainnya. Busan bukanlah daerah yang kecil, itu cukup luas!

"Hyung, apa saja informasi tentang zombie yang kau tau?" tanya Guanlin ke Yuta yang memang hobi membaca komik bertema zombie dan fantasi.

"Setauku, zombie lebih banyak keluar malam karena saat malam pendegaran mereka menajam." jelas Yuta.

"Aku pernah membaca bahwa zombie itu buta, benar kan hyung?" tanya Jisung, yang termuda di kelompok itu.

Yuta mengganguk.

"Kita sebaiknya mencari tempat untuk menetap sementara." kata Jaehyun.

"300 meter dari sini ada sebuah villa yang cukup besar, dan menurut radarku tempat itu aman dan tidak ada zombie." kata Jeno sambil mengecek peta dan alat radarnya.

"Baiklah, bagus. Ayo kita menetap selama beberapa hari disana!" kata Johnny sambil memimpin jalan.






══════ 『 ♡ 』══════





Sesosok pria manis itu terengah-engah dan menyenderkan tubuh mungilnya di tembok sebuah rumah yang tidak berpenghuni. Ia sangat panik! Bagaimana tidak, ia hampir saja menjadi zombie.

Sekarang pikirannya sedang kalut. Ia terpisah dari teman-temannya dan ia harus memikirkan bagaimana cara bertahan hidup sendirian diantara kerumunan-kerumunan zombie ini.

Ia lalu berlari pelan sejauh ratusan meter dan sampai di apartemennya. Ia segera menaiki lift dan menuju lantai 8. Setidaknya apartemennya adalah tempat teraman saat ini dan tidak ada zombie yang bisa masuk.

"Ya Tuhan, aku harus bagaimana?" kata sosok manis itu sambil mengacak rambutnya frustasi.





══════ 『 ♡ 』══════







-', (Vote n Comment nya ditunggu yaw^^) ꒱ ↷🖇🌷

❱ http:˚♡melliflousisabella ˚ˑؘ🍥 ·˚






The Secret Agent: Zombie Attack! [NCT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang