Part three

588 115 18
                                        

"Mama!" Panggil Beomgyu.

Yang Beomgyu terima adalah lemparan bantal oleh Sunwoo. Beomgyu pun melempar balik bantalnya dan mengenai TV mereka.

Dua-dua deg-degan, sempat tadi TV-nya jatuh, gak hidup lagi mereka berdua.

"Anjîng lu!" Umpat Sunwoo.

"Mama mana?" Jawab Beomgyu tanpa merespon makian dari Sunwoo.

"Keluar sebentar, kenapa?"

"Belanjaan yg gua bawa mana?"

"Di sana" kata Sunwoo sambil menunjuk ke arah plastik besar yang diletakkan di atas meja makan mereka.

Beomgyu pun berjalan ke arah plastik tersebut. Sebenarnya Sunwoo ingin bertanya tentang apa yang sedang terjadi. Dia seram melihat kelakuan Beomgyu yang berubah.

Apalagi tadi waktu Beomgyu sms Sunwoo untuk meminta Sunwoo menjemputnya di Mini Market. Bahasanya sangat berbeda dengan Beomgyu.

Bahkan biasanya mereka bakal berantem setiap detiknya, tapi selama di mobil tadi Beomgyu hanya diam. Sunwoo sampai takut kalau sebenarnya Beomgyu itu kerasukan.

"Ketemu?" Tanya Sunwoo.

"Dih tumben banget lu peduli?" Balas Beomgyu dengan plastik besar yang sudah ada di depannya.

"Bitch" umpat Sunwoo. "Nyari apaan lu?"

"Buku"

Sunwoo melihati gerak-gerik Beomgyu yang sedang mencari buku entah apalah itu. Sunwoo melihat Beomgyu yang kesusahan mencari buku, endingnya dia malah melihati tahun berapa setiap produk yang dibelinya tadi kadaluarsa.

Sunwoo pun berdiri menghampiri Beomgyu yang sedang melihat tepung. Sebenarnya dia tidak tega melihat kondisi Beomgyu yang susah fokus.

"Nyari buku ya buku aja, tepungnya ga usah" ujar Sunwoo sambil mengambil plastik dan tepung yang ada di tangan Beomgyu "lu nyari buku kan? Buku apa?"

"Gak tau, yang penting buku" jawab Beomgyu.

Sunwoo sedikit skeptikal sama jawaban Beomgyu. Kalau memang gak tau kenapa dia nyari buku in the first place?

Setelah mencari, ada buku kecil yang sudah dibuka plastiknya menarik perhatian Sunwoo. Ini mungkin buku yang dimaksud dengan Beomgyu. Sebenarnya buku ini cuma buku biasa. Jadi kenapa capek-capek Beomgyu mencarinya?

"Nih" Sunwoo memberi buku biasa tadi ke Beomgyu.

"Tengkyu" ujar Beomgyu dan langsung pergi ke kamarnya.

Sunwoo pun kembali sendirian. Mungkin nanti saja dia beritahu Beomgyu kalau tadi itu dia kayak kerasukan. Asli Sunwoo takut setengah mati. Soalnya dia gak religius, jadi dia tidak tau bagaimana pengusiran setan.

Sunwoo menyalakan TV dan menonton History Channel yang sekarang sedang menyiarkan acara favorit Sunwoo yaitu Pawn Star. Pertama Sunwoo baca judulnya dia malah terbaca Porn Star, lagian kenapa nih bisa lulus sensor acaranya. Jadi Sunwoo iseng-iseng nonton acaranya. Eh ternyata acaranya tentang orang mau jual barang antik ke toko yang namanya Pawn Star.

Tapi dari show ini Sunwoo jadi tau banyak hal. Terlebih lagi dia suka mengoleksi koin kuno. Koin terkuno yang dia dapat adalah koin dari tahun 1978. Menurutnya walaupun 1978 itu 43 tahun yang lalu, Leonardo Dicaprio masih lebih tua. Jadi koinnya tidak seantik itu.

Namun kemarin malam dia dapat tawaran dari toko antik. Koin kuno yang biasanya tidak sanggup dibeli oleh Sunwoo sekarang lagi diskon. Koin itu berasal dari tahun 1966. Tentu saja Sunwoo senang, tapi entah kenapa dia mendapat perasaan aneh setelah membawa pulang koin tersebut. Tapi setidaknya dia nambah koleksinya.

Dan mungkin dua puluh tahun lagi dia bakal datang ke Pawn Star buat jual koin-koin koleksinya. Siapa tau kaya dadakan Sunwoo jadinya.

Tak lama kemudian turunlah Hyunjae menuju dapur rumah mereka. Karena letak dapur rumahnya langsung nampak ruang TV, jadi Sunwoo nampak aktivitas Hyunjae.

"Bang, cari kerja napa? Traktir gua gitu" kata Sunwoo.

Datanglah Hyunjae dengan sisa makanan kemarin malam di tangannya dan langsung duduk di samping Sunwoo. Parahanya ni anak sulung main nukar channel aja, padahal tadi ada orang yang mau nukarin peraknya.

Hadeh.

"Nonton WWE lah" kata Hyunjae.

Padahal lamaran kerjanya belum kelar, cuma karena udah liat jadwal sekarang WWE lagi tayang (monday night raw) jadinya Hyunjae neglecting lamaran kerjanya dulu.

"Eh bang menurut lo Beomgyu kenapa?" Tanya Sunwoo.

"Ya gak kenapa-napa"

"Serius woy! Takut gua tadi. Gua kira dia kerasukan malah"

"Ada-ada aja lu"

Kemudian mereka berdua kembali menatap layar TV yang menyiarkan tontonan kekerasan tapi entah kenapa masih banyak aja yang nonton.

Namun walaupun mereka tampaknya fokus dengan Shinsuke Nakamura vs Seth Rollins, pikiran mereka tetap tertuju kepada Beomgyu yang tiba-tiba saja aneh.

————

Mari kita lihat seberapa rajin aku update.

The Gimmick | BeomgyuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang