Song Kang Daniels, atau biasa dipanggil Daniels itu mengenakan baju serba hitam dengan topeng juga. Dia menyandang ransel hitam yang memiliki banyak isi entah apa isinya semoga berguna.
"Ngapain?"
Daniels terkejut karena di malam seperti ini ada yang menanyakannya sesuatu dan seharusnya tidak ada yang bertanya kepada Daniels karena dia sedang sendiri. Dan jika ada orang lain di sini maka rencana Daniels tidak berjalan dengan mulus seperti ilmu Will Hunting.
Karena ingin tetap melanjutkan misi, Daniels menghadap ke belakang untuk memberikan senyuman terbaiknya. Siapa tau siapapun yang menangkap Daniels di sini luluh melihat senyumannya.
Namun ketika Daniels telah membalikkan badannya, dia malah bertatapan dengan orang yang sangat tidak disangka akan berada di sini pada malam hari. Namun setelah dipikir kembali, orang-orang ini (ternyata bukan cuma satu orang) memang dapat tiba di mana saja.
"Ngapain lo di sini?" Tanya Daniels kepada Daniels. Tapi Daniels yang ditanya oleh Song Kang Daniels adalah sepupunya sendiri yakni Ahmad Daniels.
Ahmad Daniels menatap sedikit skeptikal ke arah Daniels. Ditambah empat orang yang berdiri tepat di belakang Ahmad Daniels menatapnya skeptis juga. Daniels tidak punya waktu untuk ini.
"Kami kemari karena kami ingin bertemu denganmu Song Kang Daniels" ujar si laki-laki bule tanpa kata-kata senioritas. Mungkin memang sudah kulturnya yang tidak mementingkan senioritas.
"Yaudah, urusan gua means urusan gua. Urusan lu means urusan lu" ujar Daniels kepada Ahmad Daniels. "Tunggu... kok kamu mirip Beomgyu?"
Daniels menunjuk ke arah pria yang benar-benar mirip Beomgyu. Bedanya hanya pada ekspresi. Daniels seperti melihat ada doppelgängers Beomgyu di sini. Apa jangan-jangan anak ini adalah Beomgyu? Tidak mungkin, dari spekulasi Daniels, anak ini bahkan tidak menunjukkan kata-kata mental illness. Dia bahkan terlalu aneh untuk didiagnosis. Lagian bagaimana Beomgyu bisa kenal dengan Ahmad Daniels?
"Dia Rome Rhythm tuan" jawab orang yang paling tinggi. Tingginya hampir menyamai Daniels, tapi Daniels lebih tinggi. "Ah, kita memang hanya berbeda satu centi"
Shit! Apakah anak muda ini membaca pikiran Daniels? Apa yang mereka lakukan di sini?
"Terserah kalian lah" ujar Daniels lalu meninggalkan lima anak aneh itu di tengah malam yang gelap ini.
Daniels tidak pernah mengerti jalan pikiran anak-anak seperti mereka. Terlebih lagi mereka adalah band indie. Entah kenapa Daniels somehow memiliki relasi kepada lead vocalnya.
Setelah pergi dari anak band itu, Daniels melanjutkan aksinya. Dia mencoba membuka pagar besi ini menggunakan alat yang bernama Tang. Tentu saja hal ini memakan waktu yang lama. Bahkan Daniels saja sampai keringatan dan mulai membuka topinya.
Karena capek dia menatap ke arah langit yang tidak dipenuhi oleh bintang lagi. Daniels tidak sengaja melihat bagian atas pagar yang bahkan tidak runcing. Sialan! Jika tau dari tadi, mungkin Daniels tidak akan menghabiskan waktu dengan menggunting pagar besi.
Daniels pun memutuskan untuk memanjat pagar ini dan memasuki sebuah bangunan tua yang tidak dipakai lagi but somehow tidak ada yang boleh memasuki wilayah ini.
Sekarang Daniels sudah berada di depan pintu utama. Bahkan pintu utamanya tidak terkunci, mengapa tidak ada yang boleh masuk? Apakah nanti muncul badut pemakan daging anak-anak. Namun setidaknya Daniels sudah cukup besar untuk tidak dijadikan mangsa.
Dia memasuki bangunan tua yang hampir runtuh ini dan langsung berjalan menuju tempat penyimpanan data-data. Daniels yakin, bila analisisnya tepat, maka Daniels akan mendapatkan jawaban untuk Beomgyu.
Namun ketika Daniels telah sampai di tempatnya, alangkah terkejutnya Daniels melihat tempat tersebut telah terbakar hangus. Maka hanguslah informasi lanjut tentang Hwang Yunseong.
Ah, semua aksi Daniels terasa sia-sia. Sekarang dia hanya bisa mencari tau tentang Hwang Yunseong melalui Beomgyu dan dia harus menunggu selama seminggu untuk bertemu dengan Beomgyu.
——
Double apdet karena ini chapter bonus 🙂🙃
KAMU SEDANG MEMBACA
The Gimmick | Beomgyu
FanficBeomgyu tidak selamanya menjadi Beomgyu. Dia akan merubah gimmicknya ketika "itu" datang.
