"Tuan putri! Tuan putri!" Teriak para pengawal mencari tuan putri yang kabur dari istana.
Para pengawal menyusuri hutan berharap tuan putri mereka tidak bertemu dengan hewan buas atau bahkan penyihir. Semakin dalam hutan, semakin sulit cahaya masuk membantu para pengawal.
"Tuan putri! Tuan putri!"
Semakin dekat dengan pusat hutan, langit semakin sulit dilihat. Semua pengawal hampir menyerah menelusuri hutan, sampai sebuah suara terdengar.
"Trililili... Trililili..."
Para pengawal mendekati suara itu dan menemukan tuan putri sedang duduk di hadapan pohon besar sambil bersenandung.
"Tuan putri, anda baik-baik saja?" Tanya pengawal.
"Baik." Ucap anak perempuan berusia 5 tahun itu. Tidak menyadari gaunnya yang sudah penuh lubang dan wajahnya yang kotor.
Pengawal segera membawa tuan putri keluar dari hutan dan kembali ke istana.
***
Di sebuah rumah yang terbuat dari kayu beberapa remaha sedang sibuk melatih kekuatannya. Salah satu remaja bermain dengan pohon, menumbuhkan puluhan bunga mengelilingi pohon itu. Satu lainnya sedang bermain dengan air dan membuat banyak rintik di cermin. Yang lainnya duduk mendengarkan suara-suara yang berada jauh darinya. Dan yang terakhir hanya diam menikmati angin.
"Latihan hari ini selesai, persiapkan diri kalian untuk besok bertemu raja dan ratu."
Para remaja itu menunjukkan wajah bahagianya dan tidak sabarnya. Sejak hilangnya tuan putri bertahun-tahun lalu, istana tidak pernah membuka gerbangnya untuk siapapun. Sampai panen yang lalu, istana mengumumkan bahwa mereka mencari para ksatria yang memiliki kekuatan untuk melindungi putri mereka yang beranjak dewasa.
"Aku tidak sabar ingin melihat secantik apa tuan putri." Ucap laki-laki berbaju hijau lumut, dia memainkan rambutnya dengan percaya diri.
"Felan, kita di panggil kesini untuk melindunginya, bukan menggodanya." Ucap perempuan berpakaian jingga, dia mengacak rambut laki-laki berbaju hijau yang dipanggil Felan itu.
"Apa kalian yakin tuan putri secantik yang dibicarakan?" Ucap perempuan berpakaian serba putih, dia menatap ketiga temannya.
"Felan, Tira, Huma, tidak bisakah kalian membicarakan hal penting saja?" Ucap laki-laki berpakaian ksatria yang terlihat paling tinggi dari yang lain.
"Way, kamu kan punya pengendalian air, kenapa kamu kaku sekali sih?" Ucap Tira.
Keempat remaja itupun berjalan bersama menuju penginapan yang disiapkan istana. Mereka membersihkan diri dan kemudian pergi tidur. Malam semakin larut, tapi Way tidak bisa menemukan ketenangannya untuk tidur.
Krasak krusuk
Sebuah suara terdengar tepat di belakang Way, tapi dia tidak yakin dari mana asal suara itu karena posisi tempat tidurnya tepat berada di paling sudut.
"Karl, sebentar lagi kamu akan bisa masuk istana."
Siapa Karl dan siapa yang berbicara dengannya? Way tidak bisa mendengar jelas siapa yang sedang berbicara. Way berusaha senatural mungkin untuk membalikkan tubuhnya dan melihat siapa yang sedang berbicara.
Tapi dia tidak melihat siapapun terjaga. Yang pasti adalah seseorang sedang berencana untuk memasukkan orang lain ke dalam istana.

KAMU SEDANG MEMBACA
Rose (Kumpulan Cerita)
AcakKumpulan cerita 1 chapter yang melintas di pikiranku. Tentang negeri imajinasi, tentang action yang aku pendam, tentang takdir dan nasib. Aku tulis disini. 27 November 2020