Chapter 167 : Wedding day

2.1K 168 196
                                        

Happy Reading 💕
.
.
.
Enjoy 💕
.
.
.
❤❤❤

Wedding Day

Akhirnya tibalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh kedua keluarga mempelai. Keluarga Chivaree dan Tantivejakul. Kedua anak mereka akan menikah hari ini.

Suasana di gedung pernikahan itu begitu ramai. Para tamu undangan mulai berdatangan dan duduk di kursi yang telah disediakan oleh panitia.

Suasana di gedung itu begitu indah. Dinding yang dihiasi kain putih dan beberapa dekorasi putih menghiasi dinding gedung itu.

Prosesi pernikahan segera dimulai. Bright melangkah dengan ragu di altar yang berwarna merah. Dia melirik ke sekitar dengan tatapan tak terbaca.

Bright melihat ke segala arah, mencari sosok yang belum dia lihat sejak 2 hari lalu. Dia merasa bersalah, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Pernikahannya sudah di depan matanya. Dia sudah berada di titik dimana dia tidak bisa melakukan apapun. Janjinya hanyalah omong kosong.

Bright berjanji untuk membatalkan pernikahannya. Namun semua hanya angan-angan belaka. Semuanya sudah terlambat. Dia harus menjalani prosesi pernikahannya dengan wanita lain.

Ton Tawan. Gadis itu dengan anggun berjalan di atas altar berwarna merah dengan tangan yang menggandeng lengan ayahnya. Senyumnya merekah di wajahnya yang cantik berpoleskan riasan yang mahal. Wajahnya begitu berseri-seri.

Hari yang dia tunggu-tunggu akhirnya tiba. Pernikahannya dengan lelaki pujaan hatinya telah tiba. Sebentar lagi Bright resmi menjadi pendamping hidupnya.

Gaun putih yang mengembang bak putri disney membuatnya semakin terlihat anggun. Tangan kirinya memegang bunga Mawar putih yang begitu cantik. Sangat serasi dengan gaun putihnya.

Ayah Tu menyerahkan tangan putrinya ke tangan Bright. Kini keduanya berdiri di depan pendeta. Bersiap untuk mengikrarkan janji suci pernikahan.

"Bright Vachirawit Chivaree, apa kau bersedia menerima Ton Tawan Tantivejakul sebagai istrimu dan berjanji untuk saling mencintai dan saling menjaga satu sama lain seumur hidup kalian?" ucap sang pendeta.

Bright memandang wajah pendeta dengan ragu. Mulutnya bergetar, rasanya sulit sekali untuk mengucapkan janji itu. Bright terdiam cukup lama sampai Tu menyenggol lengannya untuk segera berucap.

"A-aku... B-bright Vachi--"

PRANGGGGGGGGGGGG!!!

Belum selesai Bright mengucapkan janji sucinya, kegaduhan terjadi dari ujung altar.

Spontan semua orang yang ada di sana menoleh ke sumber suara, begitu juga dengan Bright.

"Gulf?" ucap Bright kaget.

Gulf menatap penuh amarah, wajahnya meram padam, nafasnya tersengal-sengal penuh emosi.

"Sayang,,," Mew menarik tubuh Gulf, mencoba menenangkannya. Namun bukan Gulf Kanawut namanya jika dia tidak dapat melakukan apa yang dia mau.

"TIDAK! JANGAN TAHAN AKU!" Gulf melepaskan tangan Mew dari tubuhnya.

"BRIGHT! KATAKAN DIMANA WIN!" Teriak Gulf penuh amarah.

"Win? Aku juga mencarinya. Ku pikir dia di rumahmu." ucap Bright dari tempatnya berdiri.

Tu merasakan sesuatu yang aneh. Firasatnya berkata akan terjadi sesuatu yang buruk. Dengan cepat Tu mengkode anak buah ayahnya untuk mengusir Gulf dari sana.

"Tolong keluar!" ucap seorang bodyguard yang menghadang tubuh Gulf.

Bukannya mundur, Gulf malah melayangkan pukulan ke pipi si bodyguard. Membuat bodyguard itu terjungkal ke lantai.

MY DRIVER AU PART-2 [COMPLETED ✅]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang