[ WARNING TYPO(s)! ]
Langkahnya berpacu dengan waktu. Sesekali menepis serangan yang sengaja di tujukan padanya, mengabaikan sayatan demi sayatan yang mengukir tubuhnya. Tidak ada perlawanan berarti darinya selain membuka jalan untuk mempermudah pencariannya.
Kalutnya semakin membumbung tinggi ketika lolongan panjang menyeru dari balik bukit. Panas yang semakin menjalar pada tubuhnya, berhasil membuat pacuannya terhenti. Sedikit banyaknya berusaha tertatih di antara belantara tak terjamah, menggapai kilau cahaya tepat di pelupuk mata.
Pencariannya harus berakhir sampai disini, tubuhnya di rajam begitu banyak rasa sakit, berpusat pada organ vital yang telah lama mati. Tidak ada harapan untuk kembali, pikirnya. Sampai perlahan, dunianya mulai menghitam.
— - IMMORTAL - —
" Hyung! Bertahanlah!"
Taehyung jelas tahu apa yang terjadi. Bagaimana semesta mengutuk dua insan yang ingkar pada takdir. Lebih dari apa yang di rasakannya, hukuman betrayal yang diterimanya tidak lebih dari rasa panas yang mencekik. Namun Yoongi, mereject sang mate, menentang garis hidup yang telah di tentukan oleh MoonGoddes padanya. Taehyung tidak mampu untuk sekedar membayangkan bagaimana saat ini Yoongi di hantam murka sang wolf.
Taehyung memapah Yoongi menuju biliknya. Menutup seluruh celah yang ada, dan menghalau rembulan menjajahkan sinarnya pada Yoongi. Taehyung segera melepas pakaian yang melekat pada Yoongi, menyaksikan betapa mengerikannya hukuman yang di rasakan sang Alpha.
Pusat feromonnya menghitam, terlihat jelas beberapa bercak ungu berpusat pada pangkal lehernya perlahan menghitam menyebar pada seluruh tubuhnya. Taehyung semakin kalut saat Yoongi berteriak menyerunya untuk pergi, dirinya dilema. Sedang disini, Taehyung pun tidak tahu apa yang harus di lakukannya, selain...
"Ya, aku akan menemukannya," Taehyung segera memakai jubah bulu miliknya, merangkap tubuhnya yang tak indah lagi di pandang. "Hyung, aku akan membawanya kemari. Kau harus mengklaimnya."
Yoongi hanya merintih pedih, bagaimana raganya selalu terjaga di tengah sakit yang terus menjadi. Menelan warasnya hingga tak tersisa. Netranya hanya menangkap samar kepergian Taehyung, lalu kembali menikmati neraka yang menghampirinya.
"Jimin.."
🔱🔱🔱
"Kemana perginya Park Jimin?" Taehyung mendesis tajam, tangannya tak lepas mencengkram leher vampir di hadapannya.
"Kenapa? apa bagimu tidak cukup menghabisiku?"
"Katakan saja, sialan!"
Kekehan sinis terdengar setelahnya, Taehyung merasa terabaikan disini. Jika ia mau, segera ia habisi pemimpin rivalnya ini.
"Bukit eguard, hutan seuphia atau lembah wiztard? menurutmu dimana?"
"Bajingan, brengsek!" satu pukulan berhasil mendarat cantik di wajah sang vampir, membuatnya ikut terjerembab karena ulahnya. "Katakan yang jelas padaku, dimana Park Jimin!" Taehyung tak bisa lagi menahan amarahnya.
"Yugyeom, panggil namaku dengan baik maka aku akan memberitahumu." tawarnya setelah mengusap tulang pipinya, tidak sakit hanya sedikit ngilu.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMMORTAL : MYG
FanfictionBagi Werewolf Mate adalah segalanya. Hidup mati dan jiwanya. Pelengkap sekaligus pasangan untuk selamanya. Namun bagaimana jika Mate yang ditakdirkan oleh Moon Goddes sangat bertolak belakang dari keinginannya? Akankah takdir dapat mempersatukan mer...
